MD untuk Pendidikan Pengalaman

 0
MD untuk Pendidikan Pengalamanby Hanif Seon.MD untuk Pendidikan PengalamanImran Hamka (12) Siswa kelas 5 SD Integral Hidayatullah hari itu sungguh bahagia, pasalnya hari itu ia mendapatkan keuntungan dari hasil jualan ikan cupang dan ikan gold yang cukup lumayan bagi anak seusianya. Siswa kelahiran Makasar,15 Desember 2000  ini dengan bimbingan dari pengasuhnya berjualan ikan bermodalkan 45 ribu ia mendapatkan keuntungan 25 ribu setelah dipotong […]

Imran Hamka (12) Siswa kelas 5 SD Integral Hidayatullah hari itu sungguh bahagia, pasalnya hari itu ia mendapatkan keuntungan dari hasil jualan ikan cupang dan ikan gold
yang cukup lumayan bagi anak seusianya. Siswa kelahiran Makasar,15 Desember 2000  ini dengan bimbingan dari pengasuhnya berjualan ikan bermodalkan 45 ribu ia mendapatkan keuntungan 25 ribu setelah dipotong sewa tempat, meja dan kursi. Dari keuntungan tersebut, ia tabung buat masuk ke jenjang pendidikan selanjunya, tandasnya.
Market day (MD)  yang bertempat dihalaman STIE (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi)  di Cilodong, Kota Depok pagi tampak ramai. Anak-anak, orangtua, dan guru, berbaur di keramaian itu. Mereka antusias mengikuti acara market day. Tampak dua baris meja dan kursi berhadapan di halaman sekolah tinggi tersebut.


Market Day adalah salah satu pendidikan yang bertujuan  memberikan pemahaman dan kesadaran yang relatif lebih utuh tentang kehidupan, membentuk struktur emosi dan mentalitas yang lebih stabil, serta membangun sikap-sikap keseharian yang lebih tercerahkan dari waktu ke waktu. Apa yang mereka pelajari di kelas terasa begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka, misalnya, mereka belajar makna dan fungsi uang,bagaimana menciptakannya melalui kegiatan market day tersebut.

Menurut salah seorang guru di sekolah tersebut, sekolahnya mengembangkan sistem pembelajaran melalui pengalaman kepada murid. Market day adalah salah satu bentuk penularan pengalaman kepada murid. Dalam pelaksanaan acara tersebut murid dibebaskan menjual dagangan apa saja.

”Mereka sebagai penjual yang memiliki modal, mereka juga yang jadi pembelinya,” terang Adi Guru ikwan sekolah tersebut yang bermotokan “tak sekedar mencerdaskan otak tapi membangkitkan jiwa”. Andre, murid kelas empat SD tersebut mengaku senang bisa berjualan. ”Kami bikin jualannya sama-sama,” katanya menunjuk es krim buah di hadapannya. Dibantu orangtua masing-masing, murid-murid SD ini antusias menjajakan dagangan mereka layaknya pedagang di pasar.

Pengalaman adalah media pengajaran yang paling baik. Pendidikan dengan pengalaman mengajarkan siswa untuk kreatif, memilih dengan pemikiran sendiri bukan atas kehendak orang lain. ”Pendidikan seperti ini diperlukan untuk membentuk karakter anak-anak bangsa,” katanya.

Akhlak Berdagang

Dalam MD kali ini, tidak hanya memberikan pengajaran yang dikembangkan. Akhlak dalam berjualan juga menjadi perhatian. ‘’Ketika kita berdagang dan mendapatkan untung, maka ada hak untuk orang lain,’’ ujarnya

Dengan kegiatan MD ini, anak-anak diharapkan teredukasi sejak dini bagaimana cara berjualan yang baik. Anak-anak akan terbiasa dengan konsep kejujuran misalnya dalam timbangan, takaran, barang mana yang baik dan mana yang rusak. Akhlak berdagang itu luar biasa dan sangat luas. Contohnya, perdagangan di masan Umar bin Khatab itu diberlakukan sistem 10 pembeli pertama gratis.

Antusiasme juga merupakan faktor utama. Kalau tidak ada antusiasme, maka tidak ada semangat; kalau tidak ada semangat, tidak ada jidiah (kesungguhan); kalau tidak ada kesungguhan, maka tidak ada jihad. Ini adalah bagian dari jihad pendidikan. Semangat sangat penting sehingga semuanya menjadi ihsan (sempurna) dari niat, proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.

Sejak SD Integral Hidayatullah Depok berdiri, Market Day telah menjadi salah satu bagian penting dari kurikulum untuk pengembangan pendidikan ekonomi mandiri yang berujung pada pembentukan karakter.*



Kepala Kantor
YPP Hidayatullah Depok

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts

Leave a Reply