DTB SAR Hidayatullah

 0
DTB SAR Hidayatullahby Hanif Seon.DTB SAR HidayatullahDengan dilatar-belakangi oleh pemikiran agar ada sebuah upaya penguatan dan pemberdayaan kepada masyarakat dalam rangka kesiap-siagaan terhadap bencana. Maka diperlukan keterwujudan penanganan problem kebencanaan yang tertib dan terencana. Karena itu SAR (Search and Rescue) Hidayatullah menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Relawan Tanggap Bencana.  Diklat ini bertujuan untuk membentuk kader dan relawan Hidayatullah yang tangguh, tanggap […]
Dengan dilatar-belakangi oleh pemikiran agar ada sebuah upaya penguatan dan pemberdayaan kepada masyarakat dalam rangka kesiap-siagaan terhadap bencana. Maka diperlukan keterwujudan penanganan problem kebencanaan yang tertib dan terencana. Karena itu SAR (Search and Rescue) Hidayatullah menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Relawan Tanggap Bencana. 
Diklat ini bertujuan untuk membentuk kader dan relawan Hidayatullah yang tangguh, tanggap dan siaga terhadap bencana sehingga dapat memberikan pertolongan dan bantuan, menumbuhkan jiwa kepedulian dan cinta lingkungan dalam rangka penguatan masyarakat guna penanggulangan bencana.

Acara yang merupakan sinergi antara BMH (baitul mall hidayatullah) ini dilaksanakan pada tanggal 9 – 12 April 2012 di Gunung Kapur , Bogor, diikuti 50 orang. 40 peserta Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan 10 siswa MA Hidayatullah yang baru usai mengikuti UN.

Sementara itu, materi-materi yang diberikan selama tiga hari digembleng oleh instruktur SAR Hidayatullah Pusat, berupa  materi pelatihan yang diberikan berupa Medical First Resfonder (MFR), High Angle Rescue Technic (HART), dan Explorer Search And Rescue (SAR), yakni materi-materi management Materi Dasar SAR  yang diperlukan untuk seorang tenaga relawan bencana atau kecelakaan lainnya.
Menurut Koordinator Instruktur SAR Hidayatullah Suheri Abdullah, relawan-relawan yang siap diterjunkan ke lokasi bencana untuk memberikan pertolongan kepada korbannya, sebenarnya sudah cukup banyak jumlahnya di daerah. Namun keberadaannya hanya berada di organisasi saja, dan tidak terkoordinir, padahal mereka sangat dibutuhkan untuk membantu dalam upaya memberikan petolongan kepada para korban bencana.
Diakhir pemberian materi, dilakukan penanaman 100 pohon jati oleh peserta yang masing-masing jatah 2 pohon dilokasi tersebut. Sebagai bukti kepedulian terhadap lingkungan. **Mohammad Khomaini

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts

Leave a Reply