“Jangan Tunggu Tua untuk Bisa Khusyuk Ibadah”

 0
“Jangan Tunggu Tua untuk Bisa Khusyuk Ibadah”by Abu Ilmiaon.“Jangan Tunggu Tua untuk Bisa Khusyuk Ibadah”Jum’at (2/8) kafilah Pimpinan Pusat Hidayatullah bergerak merapat ke kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Depok. Seperti biasa, agenda ini (i’tikaf) rutin dilakukan setiap memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan di Masjid Ummul Qurro. Dalam rangkaian i’tikaf kali ini, tadi pagi (Sabtu, 3/8) agenda diawali dengan kuliah umum yang diisi oleh Ust. Hamim Thohari. Ust. Hamim Thohari yang […]

Jum’at (2/8) kafilah Pimpinan Pusat Hidayatullah bergerak merapat ke kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Depok. Seperti biasa, agenda ini (i’tikaf) rutin dilakukan setiap memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan di Masjid Ummul Qurro.

Ust. Hamim Thohari menyampaikan pemaparan kuliah umum di hadapan peserta i'tikaf Masjid Ummul Qurro

Ust. Hamim Thohari menyampaikan pemaparan kuliah umum di hadapan peserta i’tikaf Masjid Ummul Qurro

Dalam rangkaian i’tikaf kali ini, tadi pagi (Sabtu, 3/8) agenda diawali dengan kuliah umum yang diisi oleh Ust. Hamim Thohari.

Ust. Hamim Thohari yang juga Ketua Dewan Syuro Hidayatullah itu mengawali pemaparannya tentang pentingnya mensyukuri nikmat sehat dan nikmat muda untuk khusyuk beribadah.

“Baru kali ini saya merasakan sholat dengan cara duduk. Saya mengikuti perasaan saya, yang saya rasakan ada perbedaan dengan teman-teman. Saya merasa lemah. Saya meniknati, saya resapi, ternyata sholat sambil duduk lebih capek,” terangnya.

Untuk itu, pengasuh rubrik konsultasi keluarga di Majalah Hidayatullah itu menghimbau para jama’ah agar berdini mungkin melatih diri khusyuk dalam sholat.

“Khusyuk dalam sholat, jangan menunggu usia tua, ketika usia telah tua ternyata memiliki banyak keluhan (kesehatan). Oleh karena itu berusahalah khusyuk sedini mungkin. Teruslah berlatih beribadah kepada allah,” imbuhnya.

Apalagi, Rasulullah mengatakan, bahwa tujuh orang kelak akan mendapatkan naungan pada hari kiamat. Yang pada hari itu tidak mendapatkan naungan.

“Salah satu di antara mereka, adalah seorang pemuda yang selalu hidup atau senantiasa dalam beribadah kepada Allah,” terangnya.

Nah, di sini, para pemuda harus memanfaatkan waktunya untuk benar-benar menikmati ibadah yang dilakukan.

“Sebab ketika masa mudanya seseorang tekun beribadah, maka pada masa tuanya, ia akan merasakan kenikmatan (khusyuk) dalam beribadah.” Jadi, mari kita pergunakan waktu untuk bisa benar-benar khusyuk dalam beribadah. Jangan tunggu tua untuk bisa khusyuk ibadah” pungkasnya.

Related Posts

Leave a Reply