Bangun Tradisi Mulia dari Perpustakaan

 0
Bangun Tradisi Mulia dari Perpustakaanby Abu Ilmiaon.Bangun Tradisi Mulia dari PerpustakaanTradisi membaca adalah tradisi generasi rabbani. Tradisi mulia ini berhasil dibangun dengan sangat menakjubkan pada masa kenabian Rasulullah hingga tujuh abad kemudian. Hal ini bisa dibuktikan dengan banyaknya intelektual Muslim yang berkontribusi terhadap arah perubahan positif dunia. Sekedar untuk menyebut beberapa di antaranya ada Imam Syafi’i, Fakhruddin Al-Razi, Ibn Rusyd, Ibn Sina, Ibn Haytam, dan […]

20130918_112418Tradisi membaca adalah tradisi generasi rabbani. Tradisi mulia ini berhasil dibangun dengan sangat menakjubkan pada masa kenabian Rasulullah hingga tujuh abad kemudian.

Hal ini bisa dibuktikan dengan banyaknya intelektual Muslim yang berkontribusi terhadap arah perubahan positif dunia.

Sekedar untuk menyebut beberapa di antaranya ada Imam Syafi’i, Fakhruddin Al-Razi, Ibn Rusyd, Ibn Sina, Ibn Haytam, dan Imam Ghazali.

Menariknya akar dari tradisi ilmu ini lahir dari kesadaran iman. Hal ini bisa kita rujuk pada ayat pertama yang Allah wahyukan kepada Rasulullah, Iqra’.

Jadi tidak heran jika antusiasme para sahabat dalam membaca sangat-sangat tinggi. Zaid bin Tsabit adalah salah satu contoh yang tersaji dalam sejarah kenabian.

20130918_112312Di usia yang sangat belia (11 tahun) dia sudah menghafal 16 surah. Selain itu dalam tempo setengah bulan ia mampu menguasai bahasa Yahudi, baik lisan maupun tulisan.
Nah, tradisi inilah yang harus kembali dibangun oleh umat Islam kepada seluruh anak-anak kecil kita baik ketika di rumah, lebih-lebih ketika di sekolah.

Alhamdulillah, tampaknya hal tersebut telah diupayakan oleh SDIH Depok. Untuk menstimulus anak-anak suka membaca, sejak kelas satu anak- anak sudah dibiasakan untuk akrab dengan perpustakaan. “Di sini (perpustakaan) mereka kami biasakan untuk membaca,” ujar Bu Mahmudah, S.Pd.

Anak-anak pun terlihat cukup antusias dengan pelajaran membaca tersebut. “Sekalipun usai olahraga, mereka tetap antusias membaca. Karena anak-anak ada waktu untuk bebas memilih bacaan yang mereka sukai,” imbuh ibu yang ramah itu.

20130918_112300“Selain itu, membacanya pun tidak mesti di dalam perpustakaan, boleh di sekitar perpustakaan, seperti di bawah pohon atau pun diteras perpustakaan,” terang Bu Mahmudah.

Semoga dari pembiasaan sederhana ini kelak lahir generasi rabbani yang mewarisi tradisi membaca para sahabat nabi untuk terwujudnya Peradaban Islam yang kita awali dengan membiasakan anak-anak suka membaca melalui perpustakaan, Amin.

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts

Leave a Reply