Agar Tak Tertipu Persepsi Diri

 0
Agar Tak Tertipu Persepsi Diriby Abu Ilmiaon.Agar Tak Tertipu Persepsi DiriMari sejenak kita tundukkan hati seraya berdo’a dengan penuh kesungguhan:   “اللهُمَّ أَرِنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا التِبَاعَةَ وَأَرِنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ”   “Ya Allah, tunjukkan kepada kami bahwa yang benar itu benar dan berikanlah rezeki kepada kami kemampuan untuk mengikutinya. Dan tunjukkan kepada kami bahwa yang salah itu salah, dan berikan rezeki kepada kami […]

faMari sejenak kita tundukkan hati seraya berdo’a dengan penuh kesungguhan:

 

“اللهُمَّ أَرِنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا التِبَاعَةَ وَأَرِنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ”

 

“Ya Allah, tunjukkan kepada kami bahwa yang benar itu benar dan berikanlah rezeki kepada kami kemampuan untuk mengikutinya. Dan tunjukkan kepada kami bahwa yang salah itu salah, dan berikan rezeki kepada kami kekuatan untuk menjauhinya.”

 

Inilah do’a untuk memohon kepada Allah Ta’ala penjagaan dari mempersepsi kebatilan sebagai kebenaran. Kita berlindung dari salah persepsi. Maka bagi seorang mukmin, do’a ini juga peringatan bagi diri sendiri agar tidak memperturutkan persepsi. Harus senantiasa kita uji. Kita memohon petunjuk dari Allah Ta’ala dan kekuatan agar tak terperosok dalam ghurur (terkelabuinya diri) dari menyangka bahwa yang penting dari segala sesuatu adalah bagaimana kita mempersepsi. Dalam do’a ini, kita justru memohon agar tak tertipu oleh persepsi.

 

Jika mereka berkata yang penting bagaimana kita mempersepsi, maka do’a ini mengajarkan agar kita berhati-hati dari mengikuti persepsi. Jika mereka mengajarkan, persepsi adalah realitas. Maka, dalam do’a ini kita justru belajar agar tak salah memahami realitas. Jika hakekat sesungguhnya dari realitas itu bathil, maka kita perlu berjuang mengubah realitas. Mengubah persepsi tak mengubah hakekat.

 

Mengubah persepsi terhadap keburukan tidak mengubah keburukan jadi kebenaran. Ia hanya mengubah keyakinan kita sehingga rabun kebenaran. Maka, sebagai konsekuensi dari do’a kepada Allah Ta’ala, kita perlu senantiasa berusaha mengilmui agar tidak tertipu oleh persepsi diri. Kita juga perlu berjuang dengan sungguh-sungguh agar tak mudah mengikuti pendapat dari kebanyakan manusia.

 

Ingatlah kata aktsaruhum (أكثرهم kebanyakan dari mereka) dalam Al-Qur’an selalu diikuti oleh sifat buruk. Misal: aktsaruhum la ya’qilun. Contoh lain: aktsaruhum la yasykurun (kebanyakan manusia tidak bersyukur). Aktsaruhum la ya’lamun (kebanyakan mereka tidak mengetahui).

 

Dalam do’a tersebut, kita juga memohon rezeki kepada Allah Ta’ala untuk dimampukan mengikuti kebenaran. Menjalankan secara serius. Betapa banyak orang yang mengetahui kebenaran, tetapi justru berjalan menjauhinya. Maka, kita memohon kekuatan kepada Allah Ta’ala.

 

Kita juga memohon kepada Allah Ta’ala agar ditunjukkan bahwa yang batil itu batil sekaligus memohon rezeki berupa kemampuan menghindari.

 

Sekali lagi, ini semua pelajaran penting bagi kita agar tak tertipu oleh persepsi kita. Bukan persepsi yang terpenting kita kelola. Kita harus tak putus-putus memohon petunjuk dan belajar mengilmui agar mengetahui hakekat kebenaran, Al-Qur’an dan As-Sunnah Ash-Shahihah panduannya.

 

Semoga catatan sederhana ini bermanfaat. Semoga kita tidak terperosok ke dalam golongan yang terkelabui oleh persepsi diri sendiri.

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts

Leave a Reply