Urgensi Tarbiyyah Ruhiyyah Dalam Perjuangan Islam.

 0
Urgensi Tarbiyyah Ruhiyyah Dalam Perjuangan Islam.by Redaksi Hidayatullahdepok.orgon.Urgensi Tarbiyyah Ruhiyyah Dalam Perjuangan Islam.Kajian Peradaban Subuh gabungan, Sabtu 5 April 2014 di Masjid Ummul Qura’ Pesantren Hidayatullah, dengan tema Urgensi Tarbiyah Ruhiyyah dalam Perjuangan Islam. Diisi oleh Ust Abu ‘Ala Abdullah yang diikuti sekitar 300- jamaah, pengurus santri dan warga disekitar pesantren. Pada muqaddimahnya, Abu Al’a menjelaskan sesunguhnya tarbiyah ruhiyyah bukan ibadah yang berdiri sendiri, tetapi merupakan rangkaian […]

Kajian PeradabanKajian Peradaban Subuh gabungan, Sabtu 5 April 2014 di Masjid Ummul Qura’ Pesantren Hidayatullah, dengan tema Urgensi Tarbiyah Ruhiyyah dalam Perjuangan Islam. Diisi oleh Ust Abu ‘Ala Abdullah yang diikuti sekitar 300- jamaah, pengurus santri dan warga disekitar pesantren.

Pada muqaddimahnya, Abu Al’a menjelaskan sesunguhnya tarbiyah ruhiyyah bukan ibadah yang berdiri sendiri, tetapi merupakan rangkaian dari amalyyah meliputi kekuatan aqidah sebagai inti “kekuatan” muslim.

Selanjutnya perpegang kepada Al-Qur’an dan Sunnah sebagai landasan bertauhid, bersyariah, berakhlaq serta memperkuat kualitas dan kuantitas sholat, tilawah dan zdikir.

Menghadapi problematika ummat yang begitu kompleks sekarang ini tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan fisik dan intlektual saja, tapi dibutuhkan kekuatan ruhiyyah.

Lebih lanjut beliau mengatakan, ternyata untuk memaksimalkan amal-amal tersebut sangat berat, karena memang manusia memiliki sifat-sifat yang Allah takdirkan pada setiap individu, seperti sifat tamak, jahula (bodoh), sifat isti’jal (tergesa-gesa), lemah, dan dzholim.

Realitasnya tugas sebagai khalifah dan hamba Allah adalah pekerjaan yang berat. Untuk menjalankannya perlu solusinya diantranya;

Pertama memperkuat tauhid. hakikat tauhid adalah al-ikhlas. Kedua adalah memahami Al-Qur’an dan assunnah. Ketiga adalah kuantitas dan kualitas ibadah terbaik.

Pada akhir pembahasan Ustadz Abu biasa disapa, mengajak untuk melakukan perenungan. Kenapa Indonesia yang mayoritas muslim tidak bisa bersatu. Korupsi, pezinahan ?, dan kenapa di Negeri yang secara geografis sangat subur tidak sejahtera?, jawaban sederhana. Karena tidak menjalankan Al-Qur’an dan sunnah dengan baik, pungkas Ustadz Abu ketika menutup taushiyahnya.

Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas ruhiyyah perlunya “design” suasana praktis untuk membuat “benteng” ruhiyyah agar tetap terjaga yaitu melalui lingkungan yang Islami, bergaul dengan orang-orang yang baik, baik ekonominya, juga baik sistem pendidikannya.

Bagi yang berada “zona nyaman”, seperti profesi, tempat tinggal untuk fantasiru fil ardh keluar dari kenyamanan karena kenyamanan biasanya melalaikan, sehinga malas untuk “taqarub” kepada Allah.

Dengan adanya suasana yang tidak nyaman, insya Allah akan ada upaya keras dan maksimal untuk berusaha dan ibadah kepada Allah swt. dengan demikian kondisi ruhiyyah meningkat.

Teks dan Foto: Lalu Mabrul*

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts

Leave a Reply