Menyayangi Anak Yatim dan Momentum Ramadhan

 0
Menyayangi Anak Yatim dan Momentum Ramadhanby Administratoron.Menyayangi Anak Yatim dan Momentum RamadhanHidayatullah Depok — Berbicara kasih sayang, maka tak ada teladan yang bagus dan paripurna dalam hal ini selain contoh yang telah diperlihatkan oleh Nabi kita, Muhammad Rasulullah SAW. Dalam catatan tinta emas sejarah, Muhammad adalah sosok manusia yang sangat penyayang kepada siapa saja. Bahkan tak jarang Nabi begitu santun dan penyayang terhadap orang-orang Kafir yang […]

Hidayatullah Depok — Berbicara kasih sayang, maka tak ada teladan yang bagus dan paripurna dalam hal ini selain contoh yang telah diperlihatkan oleh Nabi kita, Muhammad Rasulullah SAW. Dalam catatan tinta emas sejarah, Muhammad adalah sosok manusia yang sangat penyayang kepada siapa saja.

Bahkan tak jarang Nabi begitu santun dan penyayang terhadap orang-orang Kafir yang masih menolak agama Islam yang didakwahkannya. Mereka disayang karena beDSC01132lum mengetahui ajaran Islam yang sebenarnya. Tak hanya kepada orang dewasa dan kepada istri-istri serta kerabatnya, kepada anak kecil pun Nabi lebih sangat sayang.

Ahklak mulia Nabi tersebut tertuang dalam riwayat sejarah yang sangat terang sebagaimana disebutkan bahwa Al-Imam Bukhari dan Al-Imam Muslim RAH meriwayatkan dari Sayyidina Anas bin Malik, bahwa Rasulullah bersabda:

“Sebenarnya sembahyangku akan kupanjangkan, namun bila kudengar tangisan bayi, terpaksa aku singkatkan kerana mengetahui betapa gelisah hati ibunya”.

Di dalam riwayat yang sama ditambahkan bahwa di mana saja Baginda Nabi dengan anak kecil maka dengan penuh kasih sayang dipegangnya penuh kasih dan kelembutan.

Rasulullah telah meneladankan kepada kita untuk selalu menggembirakan hati anak-anak. Disebutkan dalam sejarah bahwa apabila Rasulullah datang dari jauh maka beliau selalu membawa bingkisan lalu yang pertama diberinya adalah anak-anak kecil yang kebetulan ada di majlis itu. Demikianlah diriwayatkan oleh Al-Imam Ibnu Sunniy dan Al-Imam At-Thabrani.

Dalam hal perhatian beliau kepada anak yatim, jangan ditanya lagi. Rasulullah Muhammad adalah sebaik-sebaik penyayang anak yatim. Perhatian beliau sangat besar sekali, melindungi, dan menjamin keperluan hidup mereka sebagai anak anak yang tak lagi memiliki orangtua.

Beliau bersabda: “Aku dan pemelihara anak yatim, akan berada di syurga kelak”, sambil mengisyaratkan dan mensejajarkan kedua jari tengah dan telunjuknya (H.R. Bukhari)

Dalam hadis yang lain diriwayatkan Ibnu Majah baginda juga bersabda bahwa sebaik-baik rumah tangga muslim ialah yang di dalamnya ada anak yatim yang dilayani dengan baik.

Dari berbagai sumber pokok ajaran Islam yang penulis ketahui maka dapat dipahami pengertian anak yatim. Secara bahasa “yatim” berasal dari bahasa arab. Dari fi’il madli “yatama” mudlori’“yaitamu”  dab mashdar” yatmu” yang berarti: sedih. Atau bermakana : sendiri. Merujuk pada pengertian ini, maka anak-anak terlantar pun masuk dalam kategori yatim karena jauh dari kasih sayang.

Adapun menurut istilah syara’ yang dimaksud dengan anak yatim adalah anak yang ditinggal mati oleh ayahnya sebelum dia baligh. Batas seorang anak disebut yatim adalah ketika anak tersebut telah baligh dan dewasa. Batasan itu berdasarkan sebuah hadits yang menceritakan bahwa Ibnu Abbas pernah menerima surat dari Najdah bin Amir.

Didalam ajaran Islam, mereka semua mendapat perhatian khusus melebihi anak-anak yang wajar yang masih memiliki kedua orang tua. Islam memerintahkan kaum muslimin untuk senantiasa memperhatikan nasib mereka, berbuat baik kepada mereka, mengurus dan mengasuh mereka sampai dewasa.  Islam juga memberi nilai yang sangat istimewa bagi orang-orang yang benar-benar menjalankan perintah ini.

Memang tidak mudah dalam memberikan pelayanan kepada anak yatim dan terlantar. Penulis sebagai orang yang saat ini diberi tanggungjawab untuk memantau 24 jam kehidupan sebanyak 115 anak terdiri dari yatim, piatu, dan dhuafa di Yayasan Marhamah Pesantren Hidayatullah Depok, dapat merasakan betapa pekerjaan ini nampak sepele tapi sesungguhnya sangatlah berat.

Berkat dukungan donasi dan swadaya masyarakat, khususnya masyarakat Kota Depok, sebanyak 115 anak terdiri dari yatim, piatu, dan dhuafa di Yayasan Marhamah Pesantren Hidayatullah Depok dapat terus mendapatkan pelayanan yang maksimal. Pendidikan mereka, makan sehari-hari, kebutuhan kesehatan, Insya Allah, semua terjamin.

Penulis merasakan kebahagiaan tersendiri ketika dapat melihat para anak-anak tersebut tersenyum bahagia menyantap makanan mereka, mereka tertawa lebar bisa bersekolah dengan baik, dan tentu saja mereka juga mendapatkan layanan pendidikan formal yang cukup. Apa yang anak anak nikmati tersebut tidak lepas dari dukungan dari kaum Muslimin yang memiliki kepedulian terhadap mereka.

Akhir kata, semoga di  bulan Suci Ramadhan. semoga kita semua diberikan kemampuan dan kelapangan hati untuk terus berbakti kepada anak-anak yang tidak mampu. Kita baktikan kemampuan dan kapasitas untuk mengembangkan senyum-senyum mereka yang tulus.

Yayasan Marhamah Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Depok mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada semua pihak yang telah dengan ikhlas memberikan perhatian yang tulus untuk kontinuitas kehidupan yang lebih baik bagi anak-anak kita di yayasan ini. Semoga Allah Ta’ala memberikan karunia keberkahannya kepada kita semua dalam mengarungi kehidupan ini dan kelak di akhirat, Amiin.

Muhammad Irwan

Ketua Yayasan Marhamah

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts

Leave a Reply