Makna Kesuksesan dan Kebahagiaan

 0
Makna Kesuksesan dan Kebahagiaanby Admin Site Hidayatullah Depokon.Makna Kesuksesan dan KebahagiaanSepanjang peradaban ummat manusia, sejak diciptakannya Adam AS sampai saat ini, sepanjang itu pula, perilaku manusia terus berulang. Kebaikan dan keburukan akan selalu menghiasi “panggung” di mana manusia tinggal. Manusia tinggal di dunia ini, bekerja, berjuang untuk mempertaruhkan harta, tenaga, pikiran bahkan jiwanya melainkan untuk menggapai kebahagiaan. Tidak peduli apa profesi yang dilakoni. Manusia yang […]

Sukses Bahagia_0Sepanjang peradaban ummat manusia, sejak diciptakannya Adam AS sampai saat ini, sepanjang itu pula, perilaku manusia terus berulang. Kebaikan dan keburukan akan selalu menghiasi “panggung” di mana manusia tinggal.

Manusia tinggal di dunia ini, bekerja, berjuang untuk mempertaruhkan harta, tenaga, pikiran bahkan jiwanya melainkan untuk menggapai kebahagiaan. Tidak peduli apa profesi yang dilakoni.

Manusia yang berbuat untuk kebaikan diri, keluarga, lingkungan dan agamanya, semua itu dilakukan agar mendapat kesuksesan dan kebahagiaan. Begitu pun sebaliknya, mereka yang senantiasa melakukan pengrusakan untuk diri, keluarga, lingkungan dan agamanya, sadar atau tidak, sejatinya mereka ingin memperoleh kesuksesan dan kebahagiaan.

perbedaan dari keduanya adalah yang satu memiliki orientasi kebahagian jangka panjang (dunia akhirat), berbuat mengharapkan ridha Allah. Sedangkan yang lain berorientasi pada kesenangan sesaat. Manusia bekerja untuk memenuhi hasrat syahwat semata. tidaklah Allah swt membuat syariat (agama) serta mengutus rasulnya, untuk menjadikan kesukaran dan memberatkan manusia.

Allah menurunkan wahyunya, melalaui Al-qur’an bukan menjadikan manusia untuk sengsara. Apa yang Allah telah taklifkan kepada hambanya bukanlah untuk memberatkan atau menyiksa, tapi hakikatnya adalah untuk menghantarkan manusia pada kebagian tanpa batas, dunia dan akhirat.

selain mendapatkan kebahagian tanpa batas tersebut, Allah juga menginginkan keteraturan manusia dalan menjalankan fungsinya sebagai khalifah, pembawa kabar gembira (basyiran), menyebarkan kasih sayang pada seluruh alam (rahmatan lil ‘alamin).

Bagi yang mengaku beriman tidak perlu ada keraguan sedikitpun mensanksikan apalagi menaruh curiga, bahwa syariat ini tidak akan pernah membawa kesuksesan dan kebahagiaan pada pelakunya.

Seharusnya seseorang mukmin menjalankan aturan Allah ini dengan penuh kesadaran, maka di situlah ia akan menemukan hikmah. ia akan mendapatkan kebaikan-kebaikan yang sangat banyak dari Allah sang pemilik kebaikan.

Khasyatullah (takut kepada Allah) merupakan otak dari pada hikmah itu sendiri. Oleh karenanya, bersyukurlah seseorang yang senatiasa memelihara aturan Allah dan Allah memberikan Hikmah-Nya, itulah kesuksesan dan kebahagiaan hakiki. wallahu a’lama.

Teks : Lalu Mabrul

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts

Leave a Reply