Hidayatullah Depok Terus Kembangkan Kampus Bilingual

 0
Hidayatullah Depok Terus Kembangkan Kampus Bilingualby Redaksi Hidayatullahdepok.orgon.Hidayatullah Depok Terus Kembangkan Kampus BilingualHIDAYATULLAHDEPOK.ORG — Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Depok yang menyelenggarakan pendidikan dari tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga perguruang tinggi (PT) memiliki cita-cita besar, yaitu menjadi kampus bilingual yang diantaranya ditandai dengan telah diluncurkannya program English Community Hidayatullah atau ECH dan Jam’iyah Allughotul Arabiyah. “Untuk mewujudkan itu semua, pelaksanaan ECH dirintis dari awal sekali. Mulai […]
Kelompok ibu guru

Kelompok ibu guru

Kelompok bapak-bapak

Kelompok bapak-bapak

Semangat menuntut ilmu

Semangat menuntut ilmu

Semua berfastabiqul khairat untuk menjadi lebih baik

Semua berfastabiqul khairat untuk menjadi lebih baik

HIDAYATULLAHDEPOK.ORG — Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Depok yang menyelenggarakan pendidikan dari tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga perguruang tinggi (PT) memiliki cita-cita besar, yaitu menjadi kampus bilingual yang diantaranya ditandai dengan telah diluncurkannya program English Community Hidayatullah atau ECH dan Jam’iyah Allughotul Arabiyah.

“Untuk mewujudkan itu semua, pelaksanaan ECH dirintis dari awal sekali. Mulai pemilihan narasumber, tutor, hingga pembuatan grup,” kata staf pengajar di lingkungan Pesantren Hidayatullah Depok, Ibu Neny Setiawati.

Ibu Neny menerangkan, narasumber utama ECH sendiri digawangi oleh praktisi pendidikan, Bapak Romeo Rissal Panjialam, yang terbukti sukses menyelenggarakan pola pengembangan bahasa yang sama di Global Village di Bukittinggi miliknya. Romeo dalam instrukturisasi pola pengembangan bahasa ini dibantu oleh 2 tenaga ahli.

“Sedangkan tutor-tutornynya dipilih langsung guru yang memiliki latar belakang bahasa Inggris yang bagus,” jelas mantan kepala sekolah SD Integral Hidayatullah Depok ini.

Diterangkan Ibu Neny bahwa semua elemen di lingkungan kampus dan stakeholders dilibatkan dalam proyek pengembangan kampus bilingual ini. Bahkan siswa-siswi SDI Hidayatullah Depok pun terlibat full time dengan sistem pengelompokan. Hingga saat ini pola ini terus berjalan dengan baik, terstruktur, massif, dan sistematis,

“Sebagai permulaan, tiga hari pertama mereka berlatih meski di bulan Ramadhan. Tutor mendapatkan ilmu dari pagi sampai Zuhur. Kemudian Zuhur sampai Ashar. Lalu para tutor mentransfer ilmu mereka ke group siswa ECH,” imbuh dia.

Siswa yang dilibatkan sementara ini siswa adalah kelas 4, 5, dan 6 SD Integral Hidayatullah, dan kelas 8, 9, 11, 12 SMP-SMA Integral Hidayatullah Depok.

Adpaun persiapan ECH ini akan dilakukan selama 3 bulan ke depan. Sedangkan untuk Jam’iyatul Lugoh Arabiyyah akan dimulai setelah Idul Adha tahun ini dengan sistem yang sama. “Insyaa Allaah,” ujar Neny optimis.

Selain dunia nyata, dibentuk pula grup bahasa di dunia maya berupa grup Whatsapp (WA).

“Dan ternyata, banyak juga dari mereka yang memiliki kemampuan dua bahasa. Bisa ala biasa. Bisa karena dipaksa,” imbuh dia.

“Semoga cita-cita besar ini dapat terwujud dan istiqomah. Diharapkan bagi orang lain yang ingin mewujudkan Komunitas Bahasa ini dapat saling mendukung,” harap dia memungkasi.

Selain pengembangan bahasa, Hidayatullah Depok juga secara konsisten menerapkan sistem akreditasi untuk kemampuan baca Al Qur’an bagi seluruh guru, khususnya pembina tahsin untuk murid SD, SMP, SMA, dan juga mahasiswa.

Saat ini metode pendalaman ilmu Al Qur’an yang digunakan adalah metode UMMI dan metode lughawi Grand MBA yang dikembangkan oleh Departemen Dakwah Pimpinan Pusat (PP) Hidayatullah. Upaya-upaya terkecil tersebut diniatkan semata-mata untuk membangun budaya ilmu. Semoga kita semua diberikan kemudahan dan keberkahan dalam mengemban amanah ini dalam rangka membangun peradaban Islam yang mulia. (ybh/hio)

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts

Leave a Reply