Saat Bahan Konsumsi Menipis, Cukuplah Mengandalkan Allah Ta’ala sebagai Penolong

 0
Saat Bahan Konsumsi Menipis, Cukuplah Mengandalkan Allah Ta’ala sebagai Penolongby Redaksi Hidayatullahdepok.orgon.Saat Bahan Konsumsi Menipis, Cukuplah Mengandalkan Allah Ta’ala sebagai PenolongBEBERAPA hari lalu, atau tepanya hari Rabu pekan ini (19/11/2014), mungkin sejumlah donatur tetap Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, menerima SMS dari yayasan yang menginfokan bahwa ketersediaan bahan konsumsi santri di dapur umum sedang menipis. Memang tidak keliru, pemberitahuan dengan SMS itu benar dari kami. Dan, Alhamulillah, mendapat respon yang sangat luar biasa dari Bapak/Ibu […]

BEBERAPA hari lalu, atau tepanya hari Rabu pekan ini (19/11/2014), mungkin sejumlah donatur tetap Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, menerima SMS dari yayasan yang menginfokan bahwa ketersediaan bahan konsumsi santri di dapur umum sedang menipis.

Memang tidak keliru, pemberitahuan dengan SMS itu benar dari kami. Dan, Alhamulillah, mendapat respon yang sangat luar biasa dari Bapak/Ibu sekalian. Berikut ini isi SMS yang kami sampaikan kepada donatur tersebut:

Yth. Donatur Yayasan Marhamah Hidayatullah Depok (PPAS).
Dengan sangat berat hati kami infokan bahwa saat ini stok beras untuk anak-anak santri sedang menipis.

Stok yang sejak Ramadhan lalu diprediksi bisa digunakan hingga 6 bulan ternyata tidak cukup untuk dikonsumsi 150 anak santri dari tingkat SD, SMP, dan SMA.

Untuk itu, kami mengharapkan uluran bantuan dari Bapak/Ibu untuk membantu meringankan kebutuhan mereka. Donasi dapat disalurkan langsung ke Yayasan Marhamah Depok atau ke Rekening BNI 0117187577a/n Yayasan Marhamah.

Bisa juga donasi kami jemput di rumah atau di kantor Bapak/Ibu. Informasi dan konfirmasi ke +6285210295610 atau 021-77835356. Syukron.

——————

Ya, begitulah keadaannya. Kami selaku yang diamanahi sebagai pengurus juga manusia biasa yang tidak bisa sepenuhnya memastikan ketersediaan bahan konsumsi untuk anak-anak kita selalu siap sedia. Sehingga keadaan yang terjadi pada akhir-akhir ini pun berlanjut pada SMS seperti di atas yang mungkin bapak/ibu telah terima.

Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Depok yang telah dirintis dan berdiri sejak tahun 1980-an, kini atas rahmat dan kuasa Allah Subhanahu Wata’ala, telah menyelenggarakan layanan pendidikan mulai dari tingkat PAUD, SD, hingga peguruan tinggi. Ada juga KB-TK dan Baby House yang diselenggarakan secara reguler.IMG-20140907-WA0002

Atas realitas yang tentu menggemberikan tersebut, tidak sedikit yang beranggapan bahwa yayasan ini telah mandiri secara ekonomi dengan baik karena melihat semakin bertumbuhnya lembaga pendidikan yang ada di dalamnya. Juga adanya layanan lain seperti koperasi dan fasilitas lainnya.

Sesungguhnya tidaklah demikian. Meskipun kami telah membuka layanan pendidikan selain layanan dakwah dan sosial, kemandirian ekonomi belumlah tercipta. Salah satu buktinya seperti yang terjadi akhir akhir ini di mana ketersediaan bahan konsumsi anak-anak menipis. Yayasan tentu saja tidak bisa sepenuhnya menanggulangi masalah tersebut karena keterbatasan yang dimiliki.

Alhamdulillah, beban bulanan yang menjadi tanggungan yayasan dapat teratasi atas bantuan dan dukungan Anda semua. Berkat bantuan dan dukungan penuh para donatur baik dari kalangan orangtua murid maupun donatur reguler atau temporer yang senantiasa istiqamah memberikan donasi dan perhatiannya yang sangat tinggi, yayasan pun dapat terbantu mengatasi masalah tersebut.

Insya Allah, kami di yayasan selalu berkomitmen bahwa perhatian kepada para binaan dan seluruh santri merupakan prioritas utama. Tidak ada yang lain. Ketersediaan bahan konsumsi di dapur umum boleh saja berkurang, tetapi komitmen kami pasti bahwa para santri harus tetap bersekolah. Mereka harus tetap makan 3 kali sehari. Dan lebih dari itu, mereka harus terus mendapatkan kepengasuhan yang penuh kasih sayang dan perhatian.

Subsidi Silang
Selama ini penyelenggaraan Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok sangat terbantu dengan sistem subsidi silang yang diterapkan di lembaga-lembaga pendidikannya mulai dari Paud, KB-TK, SD, SMP, dan SMA.

Sebagaimana tradisinya, Hidayatulllah secara nasional dan terkhusus Yayasan Hidayatullah Depok, tidak pernah menolak calon santri atau siswa yang tidak mampu. Kecuali dengan alasan tertentu yang telah diregulasi dan dengan kesepahaman bersama. Sebab kami sadari betul bahwa setiap anak berhak mendapatkan pembimbingan dan pendidikan yang layak.

Makannya duduk agar berkah

Makannya duduk agar berkah

Cuci piring sendiri setelah makan untuk melatih kedisiplinan

Cuci piring sendiri setelah makan untuk melatih kedisiplinan

Yuk, lauknya dibagi rata. Yang mau nambah, silahkan.

Yuk, lauknya dibagi rata. Yang mau nambah, silahkan.

Nikmatnya makan malam bersama teman-teman

Nikmatnya makan malam bersama teman-teman

Biaya sekolah yang mahal saat ini membuat banyak orang, khususnya keluarga miskin, tidak bisa menyekolahkan anaknya. Untuk itulah, Hidayatullah telah berkomitmen untuk memberikan kepeduliaan terhadapa masalah ini. Pendidikan yang relatif mahal harus beriring dengan kualitas dan output pendidikan yang kapabel.

Mungkin ada pertanyaan, jadi kalau anak tidak mampu masuk ke pendidikan Yayasan Hidayatullah Depok gratis, dong? Jawabannya, tidak. Mereka yang tidak mampu atau miskin tetap bayar. Hanya saja, ini yang harus dipahami, pembiayaan para santri yatim, piatu, miskin, dan terlantar ini diambil dari pembayaran siswa dari kalangan yang mampu. Inilah yang disebut subsidi silang yang diterapkan oleh Hidayatullah Depok. Yang kaya membantu yang miskin.

Sehingga secara tidak langsung Anda para orangtua dan donatur yang telah rela dan ikhlas membayar biaya pendidikan anak-anaknya di lembaga pendidikan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, sejatinya telah berinfak kepada anak-anak miskin yang tidak mampu yang tinggal berasrama di pesantren ini. Anda telah memberi menafkahi anak-anak yang memang butuh dibelaskasihani.

Kita harus menyadari bahwa untuk mengatasi biaya pendidikan yang tidak terjangkau oleh masyarakat miskin dan tidak dapat pula ditangani dari anggaran pendidikan pemerintah semata, maka diterapkanlah format subsidi silang ini yang dengan demikian akan menyasar lebih banyak lagi kalangan dhuafa yang disantuni.

Dalam mekanisme pendidikan nasional kita tekah diejawantah bahwa salah satu upaya yang harus ditempuh dalam mencerdaskan kehidupan bangsa adalah memberikan layanan pendidikan bermutu kepada semua warga negara, antara lain melalui pengaturan biaya pendidikan melalui subsidi silang bagi mereka yang tidak mampu.

Subsidi silang adalah subsidi yang diberikan oleh peserta didik yang mampu secara finansial kepada peserta didik yang tidak mampu secara finansial. Tujuannya adalah untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berperan membantu pendanaan pendidikan bagi peserta didik yang tidak mampu secara finansial tetapi mampu secara akademik. Juga agar terselenggara pelayanan pendidikan yang bermutu bagi peserta didik yang tidak mampu secara finansial.

Nah, dalam lingkup Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok yang di dalamnya tercakup kegiatan dakwah, sosial, dan pemberdayaan sumber daya manusia, maka subsidi silang ini tidak saja pada menyasar level pembiayaan pendidikan semata, tapi juga berusaha menjamin subsidi untuk keberlangsungan aktifitas dan kehidupan santri di asrama seperti tempat tinggal, pakaian, bahan konsumsi, dan lain-lain.

Tidak itu saja, warga dan masyarakat sekitar kampus yang menggantungkan pendapatan untuk nafkah dengan mengabdikan diri di lembaga ini pun berasal dari kontribusi subsidi silang ini. Diantaranya yang ada yang bertukang, satpam, tenaga administrasi, kebersihan, dan lain sebagainya.

Sampai di sini, barangkali sudah cukup jelas. Bahwa skema pembiayaan di Yayasan Hidayatullah Depok memang menjangkau banyak aspek. Tidak saja memperhatikan hak-hak para karyawan seperti guru di sekolah dan tenaga pembantu di Yayasan Hidayatullah Depok, tetapi juga memperhatikan kebutuhan santri hingga kebutuhan air besih bagi mereka.

Namun tentu saja tetap ada kekurangan. Subsidi dari SD jelas tidak akan mampu untuk memenuhi semua kebutuhan penyelenggaraan yayasan setiap bulannya. Termasuk yang dari SMP dan SMA yang di mana santrinya tinggal berasrama (student housing) dengan pola kepesantrenan. Tetapi, Insya Allah, Allah Ta’ala selalu mengetahui apa yang dibutuhkan oleh makhluk-Nya. Meski tidak cukup, Insya Allah akan dicukupkan oleh-Nya.

Akhirnya, kami ingin mengucapkan terimakasih sebesarnya kepada seluruh donatur, orangtua siswa, dan pihak-pihak terkait yang terus mendukung program sosial Yayasan Hidayatullah Depok. Kami sadar betul bahwa tanpa kepedulian Anda semua, tentu saja mustahil yayasan ini dapat terus bertumbuh dan memberikan pelayanan untuk anak-anak generasi muda kita yang tinggal dan menuntut ilmu di sini.

Karena donasi dan bantuan Anda-lah, mereka dapat terus makan dan menempuh tradisi kepesantrenan untuk kemudian menempa mereka menjadi generasi Rabbani. Beras-beras yang Anda kirimkan untuk mereka merupakan sedekah yang hanya bisa dibalas kebaikannya oleh Allah Ta’ala sebagai amal jariyah yang pahalanya tidak akan terputus.

MUHAMMAD IRWAN
Ketua Yayasan Marhamah
Pondok Pesantren Hidayatullah Depok

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts

Leave a Reply