Portal Hidayatullah Depok sebagai Media Informasi Terintegrasi

Portal Hidayatullah Depok sebagai Media Informasi Terintegrasiby Redaksi Hidayatullahdepok.orgon.Portal Hidayatullah Depok sebagai Media Informasi TerintegrasiSekretaris Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Jawa Barat, Ustadz Lalu Mabrul, mengatakan Pesantren Hidayatullah Depok sebagai lembaga dakwah, pendidikan, dan sosial terdepan di Kota Depok dituntut untuk terus berbenah dan memperbaiki kualitas diri baik aspek institusi maupun sumber daya insani. Hal itu disampaikan Ustadz Lalu Mabrul saat memberikan pengantar pada acara focus group discussion (FGD) […]

dunia virtualSekretaris Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Jawa Barat, Ustadz Lalu Mabrul, mengatakan Pesantren Hidayatullah Depok sebagai lembaga dakwah, pendidikan, dan sosial terdepan di Kota Depok dituntut untuk terus berbenah dan memperbaiki kualitas diri baik aspek institusi maupun sumber daya insani.

Hal itu disampaikan Ustadz Lalu Mabrul saat memberikan pengantar pada acara focus group discussion (FGD) sharing tentang teknologi internet media sosial (social media) seperti web/blog digelar kerjasama dengan Departemen Pendidikan Pesantren Hidayatullah Depok (DP2HD).

Beliau mengungkapkan, portal Hidayatullah Depok harus dimaksimalkan sebagai media informasi dan silaturrahim dan salah satu jalur komunikasi Hidayatullah Depok yang bisa diakses publik.

“Ke depan, pembaharuan informasi tentang yayasan, pesantren, dan unit-unit lain yang ada di dalamnya ditampilkan di website ini. Harapannya agar masyarakat secara luas dapat memanfaatkan informasi yang ada untuk kemaslahatan baik untuk yayasan maupun khalayak luas,” imbuhnya.

Di portal www.HidayatullahDepok.org selain memuat informasi tentang profil, program, agenda, dan kegiatan pengembangan dan layanan kemasyarakan berupa dakwah dan sosial, juga akan menampilkan informasi pendidikan dan kabar Hidayatullah secara nasional.

Semangat tersebut, jelasnya, sejalan dengan komitmen Hidayatullah untuk terus berkontribusi positif terhadap pembangunan sumber daya manusia dan bangsa melalui mainstream gerakan yang selama ini telah digalakkan. Karenanya Hidayatullah Depok berupaya terus melakukan inovasi peningkatan kualitas dengan selalu mengacu pada target strategis organisasi, baik dalam konteks peningkatan akses, peningkatan mutu, maupun penguatan tata kelola.

Diiharapkan dengan kehadiran portal ini, pembaca dapat mengikuti perkembangan yang terjadi dalam konteks pembangunan pendidikan dan dakwah Islam, vitalisasi layanan sosial dan kiprah-kiprah Hidayatullah khususnya di Depok.

“Sebab, Hidayatullah sebagai bagian dari elemen organisasi masyarakat menjadi bagian yang terintegrasi dengan sistem pembangunan nasional,” pungkas ustadz ramah dan murah senyum yang bisa dihubungi via email: lalu@hidayatullah.sch.id ini.

Mainstream Media
Pada kesempatan tersebut, Ainuddin Chalik dari SibawaSystems, sebuah layanan berbasis internet untuk menganalisa lalu lintas dan distribusi konten virtual, memaparkan media online saat ini telah menjadi arus utama (mainstream).

“Apa yang kita baca di media cetak hari ini, baik itu koran maupun majalah, adalah akumulasi isu dan fakta-fakta yang telah terdistribusi sekian hari yang lalu. Istilahnya, koran yang kita baca hari ini merupakan kumpulan catatan sejarah,” imbuh dia.

Karenanya, ungkap dia, lembaga dan yayasan Islam harus memanfaatkan kemajuan dan perkembangan dunia virtual yang ada untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja. Ia mendorong pemanfaatan teknologi informasi yang massif, aktif, dan positif.

Ia menambahkan, Hidayatullah Depok yang kini mengelola yayasan yatim piatu terlantar serta sejumlah unit lembaga pendidikan berpotensi membangun komunitas users portal www.HidayatullahDepok.org dengan, tentu saja, secara rutin melakukan update informasi dan sharing pengetahuan kepada pengunjung.

Kendati demikian, ia menambahkan, membangun komunitas pembaca/ users sebuah portal memang tidak sederhana. Membutuhkan konsistensi dan kesabaran yang tinggi. Untuk itu, ia mendorong dibangunnya budaya literasi yang mengedepankan etos kerja Ilahiyah yakni ikhlas untuk berbagi.

Ainuddin menilai, budaya literasi Islam di Indonesia relatif masih rendah. Yakni sebuah kultur masyarakat internet yang secara konsisten aktif berbagai konten Islami khususnya dalam bidang menulis. Tren berbagai konten Islami di satu sisi memang bertumbuh dengan baik dengan kehadiran media sosial, namun fenomena itu tidak berbanding lurus dengan budaya menulis.

“Sebagai seorang Muslim, kita harus membangun budaya literasi. Sebab, para ulama dan orang shaleh-shaleh terdahulu ternyata sangat menjaga budaya ini. Coba kita telisik, hampir semua ulama masa lalu adalah penulis ulung,” ujarnya.

Tradisi literasi, jelas Ainuddin, adalah budaya keberaksaraan di mana sosoknya adalah manusia yang cinta menulis dan gemar membaca. Dengan membangun tradisi ini, kelak menumbuhkan kebiasaan berfikir diikuti proses membaca dan menulis yang pada akhirnya akan melahirkan buah karya.

“Menulis saja, apa pun itu. Subjektif saja. Sebab kita semua pasti akan mati. Dan yang hidup tersisa hanyalah catatan-catatan yang kita tulis,” pungasknya.

Ustadz Lalu Mabrul, yang menggagas acara ini, menyampaikan dalam sambutannya bahwa disadari bahwa pemanfaatan teknologi internet di lingkungan pesantren relatif masih belum maksimal.

Karenanya, dia menilai, Hidayatullah Depok yang telah memiliki laman di www.hidayatullahdepok.org harus dimanfaatkan semaksimal mungkin guna membangun pola kerja yang efektif dan efesien sehingga waktu yang ada benar-benar termanfaatkan secara berkualitas.

Beliau berharap, website yayasan ini kelak dapat menjadi media utama sebagai saluran informasi, komunikasi, dan media silaturrahim antar sesama. Para orangtua murid, juga dapat secara aktif menjadikan portal yayasan ini sebagai sumber informasi tentang kegiatan yayasan, sekolah, kepesantrenan, dan berbagai menu lainnya seperti kajian keislaman.

“Harapannya, dengan adanya portal ini akan semakin memudahkan kita dalam saling keterhubungan antara yayasan dengan masyarakat secara luas khususnya orangtua santri dan para pemerhati,” imbuhnya.(ybh/dsd)

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts

Comments are closed.