PANDU Hidayatullah Depok Bangun Budaya Disiplin Santri

 0
PANDU Hidayatullah Depok Bangun Budaya Disiplin Santriby Redaksi Hidayatullahdepok.orgon.PANDU Hidayatullah Depok Bangun Budaya Disiplin SantriTIGA puluhan siswa Madrasah Aliyah Hidayatullah (MAHID) Pesantren Hidayatullah, Kota Depok, Jawa Barat, tampak semringah. Mereka baru saja memenangi lomba cerdas cermat kepramukaan di Lapangan Kartika, Komplek Lapangan Tembak Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) TNI, Cilodong, Kota Depok, awal bulan November lalu. Anggota Pasukan Baris Berbaris (PBB) MA Hidayatullah Depok ini berhasil meraih juara […]

20140822_142635 DSC_0047TIGA puluhan siswa Madrasah Aliyah Hidayatullah (MAHID) Pesantren Hidayatullah, Kota Depok, Jawa Barat, tampak semringah. Mereka baru saja memenangi lomba cerdas cermat kepramukaan di Lapangan Kartika, Komplek Lapangan Tembak Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) TNI, Cilodong, Kota Depok, awal bulan November lalu.

Anggota Pasukan Baris Berbaris (PBB) MA Hidayatullah Depok ini berhasil meraih juara 1 dan juara 3 lomba cerdas cermat kepramukaan yang diikuti oleh sedikitnya 130 siswa dari 9 sekolah SMA sederajat se-Kota Depok.

Instruktur Pandu Hidayatullah Depok, Muhammad Triyono, yang mendampingi anak-anak tersebut, mengatakan selain memberikan materi praktik kepramukaan seperti baris berbaris, pihaknya juga memaparkan teori dan pengetahuan dunia kepramukaan. Pandu Hidayatullah bertanggungjawab membangun polanya mulai dari tata tertib, instrukturisasi, dan pemeringkatan.

“Selain cerdas cermat, kita juga sudah beberapa kali memenangi lomba baris berbaris baik untuk tingkat SD, SMA, maupun SMA. Jadwal latihan memang rutin,” kata Triyono ditemui media ini di Kampus Hidayatullah Depok, awal November lalu.

Dijelaskan Triyono, Hidayatullah Depok aktif menyelenggarakan programkepramukaan ini dengan mensinergikannya dengan Pandu Hidayatullah. Kegiatan kepanduan ini telah digalakkan mulai dari tingkat sekolah dasar sampai menengah atas. Pandu Hidayatullah sendiri adalah salah satu sub organisasi di dalam persyarikatan Hidayatullah berada di bawah koordinasi Departemen Pendidikan PP Hidayaullah.

Kepanduan Terpadu
Pandu Hidayatullah tidak berbeda dengan Pramuka, bahkan sepenuhnya mengambil spirit Gerakan Pramuka Indonesia dalam rangka membangun mental kemandirian dan keuletan.

Hanya saja, dalam Pandu Hidayatullah lebih terpadu dengan menyisipkan pula nilai-nilai keislaman dalam setiap kegiatannya seperti sirah nabawi dan akhlak. Sehingga tak heran kegiatan pramuka atau Pandu Hidayatullah selalu memisahkan antara peserta laki-laki dan perempuan.

Ketua Instruktur Nasional Pandu Hidayatullah, Asep Syamsul Fuad, menyebutkan Pandu Hidayatullah mulai dirintis sejak tahun 2000 dan kemudian berdiri secara resmi pada tahun 2011. Kini Pandu Hidayatullah telah diselenggarakan hampir di semua kampus pendidikan Hidayatullah se-nusantara.

Sebelum ditetapkan memakai nama Pandu Hidayatullah, lembaga ini sempat bergant-ganti nama seperti Pandu Hidayatullah, Kepanduan, Kelasykaran Hidayatullah, dan sekarang akhirnya resmi menggunakan nama di awal.

“Persis. Lingkup programnya sama dengan pramuka. Namun secara ideologis juga mengambil spirirt Hidayatullah. Selain PBB, ada juga manhaj SNW, Sirah Nabawi, adab dan akhlakul muslim,” kata Asep Syamsul dalam perbincangan dengan media ini, awal November lalu.

Pandu Hidayatullah juga memberikan pelatihan ketangkasan yang digabungkan dengan skil pencarian dan penyelamatan. Sebab, kata Asep, para peserta didik ini nantinya diharapkan dapat menjadi kader tim Search and Rescue (SAR) pra sekolah yang kelak dapat terjun melakukan pencarian dan pencarian di lokasi-lokasi bencana alam.

Tak lupa Pandu Hidayatullah pun menanamkan kepada segenap peserta untuk membangun spirit bela negara untuk ketahanan nasional. Yakni kerelaan bela negara dari segala sesuatu yang ingin merongrong banga ini dari luar.

“Seorang muslim yang baik adalah ketika muslim dan orang lainnya tidak mendapat gangguan dari yang lain. Itu salah satu bentuk prinsip dasar bahwa kita harus menjaga hak hak orang lain apalagi dalam lingup sebuah negara,” katanya menegaskan.

Selain mengembangkan layananannya pada lembaga pendidikan Hidayatullah bagi laki-laki, Pandu Hidayatullah juga telah melakukan kepelatihan bagi Pandu Hidayatullah Putri. Pelatihan instruktur angkatan pertama Pandu Hidayatullah Putri telah digelar bertajuk Training for Teacher (TFT), akhir Oktober lalu di Cilember, Bogor. Pelatihan ini diikuti oleh guru guru putri yang mengabdi di SD, SMA, dan SMA di lingkungan Hidayatullah.

Kegiatan pelatihan instruktur Pandu Hidayatullah Putri ini dibuka resmi oleh Ketua PP Mushida, Reni Susilowaty M.Pd.I. yang berlangsung dari tanggal 23 sampai 26 Oktober dengan jumlah peserta 55 orang yang berasal dari Aceh hingga Timika, Papua.

Lebih jauh Asep menjelaskan, kegiatan Pandu Hidayatullah adalah sebagaimana Kepramukaan. Yaitu merupakan proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti luhur.

“Kegiatan Pandu Hidayatullah bertujuan membentuk siswa kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, berkecakapan hidup, sehat jasmani, dan rohani,” ujar Asep.

Dia menuturkan, ke depan Pandu Hidayatullah akan terus dikembangkan dan diselenggarakan di setiap sekolah-sekolah mulai dari tingkat dasar, menengah, dan atas, di seluruh layanan pendidikan ormas Hidayatullah. Dengan harapan dari Pandu Hidayatullah akan lahir generasi umat yang disiplin, ulet, relijius, berakhlak mulia, serta bermanfaat bagi agama, nusa, dan bangsa.

* Artikel ini telah dimuat di majalah Hidayatullah edisi November 2014

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts

Leave a Reply