Senyum Tulusmu Lahirkan Berkah dan Kebahagiaan

 0
Senyum Tulusmu Lahirkan Berkah dan Kebahagiaanby Redaksi Hidayatullahdepok.orgon.Senyum Tulusmu Lahirkan Berkah dan KebahagiaanOleh Rifka Rahma Wardati* SENYUM. Satu kata yang mudah tuk diucapkan. Senyum satu-satunya cara untuk membuat orang tampil menarik dengan cuma-cuma. Secara tidak sadar senyum bisa membuat orang lebih menarik karena ada faktor daya tarik tertentu dan membuat seseorang terlihat lebih baik dibanding mengerutkan kening, cemberut, atau meringis. Untuk tersenyum orang tak perlu merogoh kocek […]
Siswa SDI Hidayatullah Depok tersenyum / ilustrasi

Siswa SDI Hidayatullah Depok tersenyum / ilustrasi

Oleh Rifka Rahma Wardati*

SENYUM. Satu kata yang mudah tuk diucapkan. Senyum satu-satunya cara untuk membuat orang tampil menarik dengan cuma-cuma.

Secara tidak sadar senyum bisa membuat orang lebih menarik karena ada faktor daya tarik tertentu dan membuat seseorang terlihat lebih baik dibanding mengerutkan kening, cemberut, atau meringis.

Untuk tersenyum orang tak perlu merogoh kocek meski sedang bokek. Dengan senyum kecantikan kan terpancar meski paras wajar, karena dengan senyum wajah lebih elok tuk ditengok.

Senyum, hal kecil yang sering kita anggap sepele dan kita abaikan, padahal ternyata memiliki nilai yang berharga. Terkadang, senyum tidaklah diabaikan, tetapi menjadi sulit bagi sebagian orang.

Mungkin karena kelindan masalah yang membuat gundah, ataukah perlu pembiasaan semata, namun benar bahwa untuk senyum saja terkadang memerlukan latihan.

Menurut penelitian, tersenyum lebih sedikit menarik otot wajah dibanding cemberut. Beberapa ahli menyatakan dibutuhkan 43 otot untuk cemberut dan hanya 17 otot untuk tersenyum. Beberapa peneliti lainnya menyebutkan dibutuhkan 62 otot untuk cemberut dan hanya 26 otot untuk tersenyum.

Tersenyum bisa meningkatkan kesehatan seseorang dan membuat hidupnya lebih menyenangkan. Dikutip dari laman DetikHealth, Merry Wahyuningsih menuliskan hasil penelitian para ahli di Wayne State University, Michigan, yang mempelajari 230 foto pemain liga utama bisbol yang dicetak dalam Baseball Register pada tahun 1952.

Dalam laporan itu dikatakan para peneliti kemudian membandingkan foto dengan masa hidup setiap pemain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 184 pemain yang sekarang sudah meninggal, mereka berada di kategori “tidak tersenyum”, dan memiliki kehidupan rata-rata 72,9 tahun.

Mereka yang tersenyum sebagian, lanjut riset itu, memiliki umur rata-rata lebih dari 75 tahun. Dan lebih mencengangkannya lagi dalam penelitian ini ditemukan bahwa mereka yang tersenyum lebar memiliki kehidupan rata-rata hingga 79,9 tahun.

Orang yang murah senyum sebagai tanda perasaan bahagia, ternyata lebih panjang umurnya selama tujuh tahun dibandingkan dengan mereka yang suka marah. Tersenyum bisa mengelabui tubuh sehingga membantu seseorang mengubah suasana hatinya menjadi lebih baik.

Dari segi kesehatan, senyum juga memiliki peran yang penting untuk ikut menjaga kebugaran tubuh. Berikut ini beberapa manfaat dari tersenyum yang penulis rangkum dari beberapa sumber ilmiah:

  • Senyum mengeluarkan endorphins (pereda rasa sakit secara alami) dan serotonin. Beberapa studi telah menunjukkan bahwa senyum dapat merangsang pengeluaran endorphin, pereda rasa sakit yang alami, serta serotonin. Senyum memang obat yang alami.
  • Senyum dapat melenturkan kulit wajah dan membuat anda terlihat lebih muda. Otot-otot yang digunakan untuk tersenyum ikut membuat anda terlihat lebih muda. Jika anda ingin sesuatu yang beda, maka berikan senyum anda sepanjang hari, maka anda akan terlihat lebih muda dan merasa lebih baik.
  • Ketika anda tersenyum, maka tekanan darah anda akan menurun dengan sendirinya. Bukankah kita sering menjumpai orang yang gampang marah-marah memiliki tekanan darah tinggi? Karena marah berlawanan kutub dengan senyum.
  • Tersenyum bisa membantu sistem kekebalan tubuh untuk bekerja lebih baik. Ketika seseorang tersenyum maka fungsi imun meningkat yang membuat seseorang merasa lebih rileks dan terhindar dari penyakit seperti flu dan pilek.
  • Senyum bisa membantu orang untuk lebih positif dan mengurangi pikiran negatif, sehingga mengurangi depresi, stres, dan khawatir. Karena efek itulah kesehatan seseorang juga akan meningkat dan menghindarinya dari berbagai risiko penyakit.

Selaras Akhlak Islam

Ketika kita membuka lembaran sejarah kehidupan Rasulullah SAW, kita tidak akan pernah berhenti kagum melihat kemuliaan dan kebesaran pribadi beliau. Sisi kebesaran itu terlihat dari sikap seimbang dan selaras dalam setiap perilakunya.

Sikap beliau dalam menggunakan segala sarana untuk meluluhkan qalbu setiap orang dalam setiap kesempatan. Rasulullah SAW telah meluluhkan hati siapa saja dengan senyuman. Beliau mampu “menyihir” hati dengan senyuman.

Beliau menumbuhkan harapan dengan senyuman. Beliau mampu menghilangkan sikap keras hati dengan senyuman. Dan beliau mensunnahkan dan memerintahkan umatnya agar menghiasi diri dengan akhlak mulia ini. Bahkan beliau menjadikan senyuman sebagai lahan berlomba dalam kebaikan. Beliau bersabda:

“Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah.” (HR Tirmidzi).

Senyum dalam ajaran Islam bernilai ibadah. Seulas senyuman yang disunggingkan kepada seseorang setara dengan nilai bersedekah. Senyum merupakan sedekah yang paling mudah. Dengan senyum seseorang dianggap menjadi pribadi yang ramah dan hangat.

Senyum, ibadah mudah yang sarat makna ini, selalu dicontohkan oleh Rasulullah SAW dalam kesehariannya. Seorang sahabat, Abdullah bin Harits, pernah menuturkan tentang Rasulullah SAW, “Tidak pernah aku melihat seseorang yang lebih banyak tersenyum daripada Rasulullah SAW.” (HR Tirmidzi).

Dalam kisah lain dicontohkan, Rasulullah SAW menyelesaikan masalah dengan tersenyum. Dari sahabat, Anas bin Malik, sebagaimana diriwayatkan at-Tabrani, dia mengisahkan:

”Suatu hari aku dan para sahabat berjalan bersama-sama Rasulullah SAW. Ketika itu baginda memakai selimut dari daerah Najran yang hujungnya agak kasar.

Tiba-tiba, baginda bertemu dengan seorang Badui (Arab Pedusunan). Tanpa disangka, lelaki Badui itu langsung menarik selimut Rasulullah SAW dengan kuat sehingga aku melihat kesan merah di bahu baginda.

Lelaki Badui itu dengan kasar berkata, “Suruh orangmu memberi harta Allah kepadaku yang engkau simpan sekarang juga!”. Kelakuan kasar dan sombong si Badui tersebut membuat para sahabat sangat marah dan ingin mengajarnya.

Namun Rasulullah melayani sikap kasar lelaki Badui itu dengan senyuman dan berkata kepada kami dengan senyum manis pula, “Berilah lelaki ini makanan apa saja yang dia mau”. Kami lantas memberi si Badui makanan yang dia minta. Dan kami tidak jadi mengajar si Badui kerana senyuman Rasulullah SAW.”

Kebaikan senyum tulus memang tiada ruginya. Para ilmuwan yang meneliti lebih dari 1.700 orang selama sepuluh tahun menemukan bahwa orang-orang dengan kecemasan dan depresi lebih mungkin menderita penyumbatan arteri dan tekanan darah tinggi.

Sejumlah riset ilmiah juga menyimpulkan bahwa orang yang stres bisa terlihat dari wajahnya, tapi dengan tersenyum bisa mencegah seseorang tampak letih dan lelah. Maka, jika sedang stres, cobalah ambil waktu untuk tersenyum, karena bisa mengurangi stres sehingga lebih mampu mengambil tindakan.

Orang yang tersenyum akan terlihat lebih percaya diri sehingga lebih dipromosikan. Selain itu pasang senyum di setiap pertemuan akan memiliki reaksi yang berbeda, hingga tersenyum bisa membuat orang terlihat sukses.

Percaya atau tidak, senyum itu menular. Seseorang yang tersenyum akan membuat suasana menjadi ceria sehingga mengubah mood orang lain disekitarnya menjadi ikut senang. Orang yang murah senyum akan membawa kebahagiaan bagi orang lain. Senyuman yang tulus dari seseorang memberikan refleksi kejiwaan positif kepada orang lain.

Studi yang dilakukan oleh Scharlemann dkk (2001) menemukan bahwa senyuman dapat meningkatkan kepercayaan sebanyak 10 persen. Dengan senyum pun orang bisa menambah teman, karena lebih dipercaya orang lain. Itulah mengapa setiap muslim selalu diajarkan agar memiliki sifat ikhlas dan senantiasa terbuka menebar senyum kepada orang lain.

Lebih jauh tentang makna senyuman, seorang muslim yang tersenyum saja, sama dengan telah menebarkan kegembiraan dan kasih sayang melalui senyumannya. Sejalan dengan misi Islam menebarkan keceriaan di muka bumi ini sebagai rahmatan lil’aalamiin.

Betapa kita sangat membutuhkan penyadaran diri dari petunjuk Rasulullah SAW dengan niat pendekatan diri kepada Allah SWT- lewat senyuman. Senyum dapat dimulai dari diri kita, rumah kita, bersama suami-istri kita, anak-anak kita, dan teman sekantor kita. Dan kita tidak pernah merasa rugi sedikit pun.

Bahkan kita akan rugi, rugi dunia dan agama, ketika kita menahan senyuman, menahan sedekah ini, dengan selalu bermuka masam dan cemberut dalam kehidupan. Orang yang selalu cemberut tidaklah menyengsarakan kecuali dirinya sendiri.

Lalu, sudahkah kita tersenyum tulus hari ini?!

___________
RIFKA RAHMA WARDATI, penulis adalah guru di SD Integral Hidayatullah Depok. Penulis dapat dihubungi di alamat kontak email: rifka@hidayatullah.sch.id

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts

Leave a Reply