Misran Anak Kampung Pasar Sudu yang Membanggakan

 0
Misran Anak Kampung Pasar Sudu yang Membanggakanby Redaksi Hidayatullahdepok.orgon.Misran Anak Kampung Pasar Sudu yang MembanggakanDI LINGKUNGAN lembaga pendidikan Yayasan Pondok Pesantren HIdayatullah Kota Depok, Jawa Barat, setiap guru tidak saja menjadi pengajar. Tapi mereka sekaligus berperan sebagai pembina, pengasuh, pendamping, dan pendidik multi aspek. Singkatnya, mereka adalah orangtua bagi para siswa atau santri. Itulah spirit pendidikan integral yang selalu ditanamkan ke segenap civitas guru di kampus HIdayatullah Depok. Inilah […]

10623986_950417511643649_1294986757225426194_o DI LINGKUNGAN lembaga pendidikan Yayasan Pondok Pesantren HIdayatullah Kota Depok, Jawa Barat, setiap guru tidak saja menjadi pengajar. Tapi mereka sekaligus berperan sebagai pembina, pengasuh, pendamping, dan pendidik multi aspek. Singkatnya, mereka adalah orangtua bagi para siswa atau santri.

Itulah spirit pendidikan integral yang selalu ditanamkan ke segenap civitas guru di kampus HIdayatullah Depok. Inilah yang kemudian membuat banyak guru mendapatkan banyak kesan mendalam berinteraksi dengan anak-anak yang sarat dengan hikmah dan ketergugahan.

Hal itu seperti yang dikisahkan oleh ibu Sarah Zakiyah, Lc. Guru yang mengabdi di lingkungan Sekolah Dasar Integeral (SDI) HIdayatullah Depok ini mendapatkan pelajaran sekaligus rasa bangga setelah melihat perkembangan salah satu anak didik tercintanya.

Sarah, begitu beliau biasa disapa, adalah salah satu guru di SD HIdayatullah Depok pengguna situs jejaring sosial. Beliau juga aktif menulis tentang banyak hal khususnya topik kependidikan dan tema tertentu lainnya. Di banyak status yang dibagikannnya, beliau selalu membagi hikmah dan kisah-kisah inspiratif.

Beberapa waktu lalu ibu Sarah menceritakan kisah sosok Misran Abdullah, siswa SDI HIdayatullah Depok, Jawa Barat, di akun jejaring sosial Facebook miliknya, yang memang selama ini anak tersebut memang menjadi siswa yang rutin dipantau dan didampinginya.

Berikut ini kami posting kembali catatan ibu Sarah Zakiyah dengan beberapa penyesuaian frase yang disingkat dan paragraf agar lebih mudah dibaca. Berikut ini catatannya:

================

HARI INI aku belajar banyak dari anak-anak. Aku bangga menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Misran Abdullah, siswa yang berasal dari sebuah tempat bernama Pasar Sudu, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Daerah pedalaman yang berjarak 7 kilo meter dari Tana Toraja ini harus ditempuh dengan ojek berbiaya 300.000 atau malah lebih dari kabupaten.

Awal dia masuk sekolah di SDI HIdayatullah Depok, tak satu pun kalimat bisa dia baca, tak satu pun kata dia bisa tulis. Bahasa Duri Enrekang yang masih kental membuatnya pun terbengong-bengong mendengar penjelasan yang diberikan padanya.

Namun kegigihannya belajar menjadikannya berubah. Dibimbing setia oleh adikku, Neny Setiawaty, yang meluangkan waktunya untuk Misran di sela-sela padatnya jadwal mengajar.

Waktu terus berjalan. Umur Misran yang lebih tua dari teman-teman sebayanya di kelas satu, membuat guru-guru berusaha keras menemukan kelebihannya.

Saat dia sudah dapat merangkai kata, pekerjaannya sehari-hari adalah duduk di perpustakaan sekolah. Hampir semua jenis buku dia lahap setiap pekan. Pengetahuannya berkembang pesat, aku dan guru-guru lainnya dibuatnya terharu.

Sampai-sampai, kami harus pun memilah dan memeriksa judul-judul buku yang dia akan baca.10960304_950417571643643_737726025113183837_o

Misran Abdullah kini menjadi kebanggaan kami. Bukan karena deretan piala yang ia raih, bukan pula ranking satu yang menghiasi raportnya. Tapi jiwa kepemimpinan dan tanggungjawab yang ia tunjukkan pada kami. Kami bahagia memilikinya.

“Lihatlah Misran, bang.. Bagaimana dia belajar, bertahan hidup, beradaptasi, dan berprestasi,” pesanku selalu untuk anak sulungku teman sekelasnya.

Misran Abdullah, hari ini Kamis (05/02/2015) menjadi salah satu tutor dalam kegiatan Outbound Jejak Rosul yang diadakan oleh SD Hidayatullah Depok yang dihadiri seratusan anak TKA di Kalimulya dan sekitarnya.

Dia fasih bercerita fase-fase awal yang dialami Rosulullah Muhammad-shollalahu alaihi wa sallam- sebelum masa kenabian tiba. Anak-anak TK antusias mendengarkannya berkisah. Selalu seperti itu keadaan yang ditemui jika ia bercerita pada teman dan adik-adik kelasnya.

Misran Abdullah…

Kami memanggilnya dengan sapaan Ustadz Misran Abdullah, karena kedewasaannya dan hikmah yang kami selalu dapatkan dari tindak tanduk dan tutur katanya.

Aku, kami semua bangga memilikumu, Nak. Kelak kamu menjadi pemimpin ummat membawa Enrekang dan umat ini bersinar bersamamu. Insya Allah. (Sarah Zakiyah)

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts

Leave a Reply