Membangun Tradisi Disiplin Santri Melalui Ibadah Shalat

 0
Membangun Tradisi Disiplin Santri Melalui Ibadah Shalatby Redaksi Hidayatullahdepok.orgon.Membangun Tradisi Disiplin Santri Melalui Ibadah ShalatTIDAK dinafikkan lagi, ibadah shalat adalah kewajiban setiap umat Islam. Karenanya, ibadah ini harus diilmui sebelum betul-betul dapat diamalkan dengan baik dan dengan penuh kekhusyuan. Shalat yang main-main dan tidak khusyuk karena berawal dari pengenalan yang dangkal dan apa adanya. Berangkat dari kesadaran tersebut, Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Depok, Jawa Barat, sangat menekankan pentingnya […]

ibadah  (2)TIDAK dinafikkan lagi, ibadah shalat adalah kewajiban setiap umat Islam. Karenanya, ibadah ini harus diilmui sebelum betul-betul dapat diamalkan dengan baik dan dengan penuh kekhusyuan. Shalat yang main-main dan tidak khusyuk karena berawal dari pengenalan yang dangkal dan apa adanya.

Berangkat dari kesadaran tersebut, Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Depok, Jawa Barat, sangat menekankan pentingnya shalat wajib bahkan di lingkungan pesantren tidak dibenarkan dan sebuah pelanggaran syariat yang fatal apabila ada santri atau warga yang tidak shalat berjamaah di masjid tanpa ada alasan syar’i.

Karenanya, anak siswa di SD Integral Hidayatullah Depok pun diwajibkan untuk menjaga shalat 5 waktu. Jika berada di lingkungan sekolah yang memang berada di komplek Pesantren Hidayatullah yang terpadu, para siswa mendapatkan pendampingan atau kontrol langsung dari pihak sekolah.

Bahkan lebih dari itu, guna untuk mulai menanamkan kesadaran kewajiban ibadah shalat Jum’at di masjid bagi laki-laki, pihak pengelola SD Integral Hidayatullah Depok juga mewajibkan setiap anak siswa mulai dari kelas 4 sampai dengan kelas 6 SD untuk ikut shalat Jum’at di masjid bersama orang dewasa.

Pengurus DKM Ummul Quro Hidayatullah Depok, Abdullahe, mengatakan anak-anak siswa SD Integral Hidayatullah relatif tertib saat ibadah Jum’at berlangsung. Mereka memang tidak ditempatkan pada areal tertentu di dalam masjid tapi dibiarkan membaur dengan jamaah dewasa lainnya agar tidak bergerombol yang bisa memicu mereka untuk saling usil yang bisa membuat gaduh suasana.

“Alhamdulillah, mudah ditertibkan karena jamaah dewasa juga bisa memahami keberadaan mereka yang sedang dalam tahap edukasi apalagi memang masih anak-anak. Seharusnya setiap masjid memang harus ramah terhadap anak agar mereka betah berlama-lama di masjid daripada game online. Dan, saya rasa masjid ramah anak harus dimulai dari jamaahnya,” katanya.

Dia menambahkan, lingkungan sekolah yang baik serta Islami adalah sekolah yang berusaha mendekatkan anak didiknya dengan masid. Sebab itu, kata dia, memang seharusnya sekolah membangun relasi yang berkesinambungan dengan masjid.

Masjid Ummul Quro Hidayatullah Depok memang berdampingan sekali dengan sekolah. Hal ini sangat membantu tumbuh kembang anak untuk lebih dekat kepada penciptan-Nya yang tentu dengan pandampingan guru yang tulus ikhlas mendidik.

Realitas ini juga diamini oleh Sekretaris Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Ustadz Lalu Mabrul, yang selalu ramah dan tidak menjaga jarak dengan santri-santrinya.ibadah  (1)

Pria yang telah lama menjadi pendamping atau pengasuh santri ini mengatakan bekal terbaik seorang pengasuh selain ketegasan dan keteladanan, adalah doa. Beliau menegaskan, seorang pengasuh tidak boleh lupa untuk selalu mendoakan anak anak dan santrinya di asrama agar mereka menjadi anak yang shaleh dan berbudi pekerti.

Lebih jauh beliau selalu mendorong kepada pengasuh untuk menanamkan kesabaran dalam setiap aktifitas. Sebab karakter santri bermacam-macam, tabiatnya pun demikian. Ada yang “bandel”, ada yang usil, dan tentu saja ada juga yang penurut. Sehingga dengan adanya kesabaran akan selalu menumbuhkan optimisme bahwa kita sedang mempersiapkan generasi umat sebaik dan semampu kita.

“Insya Allah, akan ada kebahagiaan yang akan kita didapatkan dari peran-peran mulia yang dijalankan dengan sabar dan doa tersebut. Mungkin tidak sekarang kita lihat hasilnya, bisa jadi 15 atau 20 tahun yang akan datang bahkan setelah kita tiada. Tapi yakinlah, bahwa mengurus manusia itu tidak ada ruginya,” pesan beliau pada kali waktu kepada pengasuh. (an/cha)

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts

Leave a Reply