Seruan Ramadhan Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok

 0
Seruan Ramadhan Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depokby Redaksi Hidayatullahdepok.orgon.Seruan Ramadhan Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah DepokWAHAI bulan Ramadhan yang suci, bulan penuh keberkahan, bulan yang selalu dirindu. Marhaban ya Ramadhan! Demikianlah ungkapan kebahagian menyambut bulan Ramadhan. Suatu ungkapan yang sebenarnya belum dapat sepenuhnya mewakili letupan hati kebahagian atas kedatangannya. Ramadhan bulan yang penuh rahmat dan pengampunan. Sebuah bulan yang teramat dirindu oleh para mencari keridhaan Allah Ta’ala. Hadir dengan membawa […]
Oleh Ustadz Drs Wahyu Rahman

Oleh Ustadz Drs Wahyu Rahman

WAHAI bulan Ramadhan yang suci, bulan penuh keberkahan, bulan yang selalu dirindu. Marhaban ya Ramadhan!

Demikianlah ungkapan kebahagian menyambut bulan Ramadhan. Suatu ungkapan yang sebenarnya belum dapat sepenuhnya mewakili letupan hati kebahagian atas kedatangannya.

Ramadhan bulan yang penuh rahmat dan pengampunan. Sebuah bulan yang teramat dirindu oleh para mencari keridhaan Allah Ta’ala. Hadir dengan membawa harapan baru dan pintu terbuka lebar untuk menjamu setiap perindu yang mendambakan hidangan amaliyah yang berlipat ganjaran.

Betapa tidak, kita telah bergumul dengan berbagai kesibukan selama sebelas bulan. Selama rentang waktu tersebut wajar terasa ada karat di hati, ada kelesuhan jiwa, serta penurunan kualitas ibadah dan pengorbanan.

Di saat rasa kegersangan itu melanda, semoga kita, Insya Allah, ditakdirkan menikmati Ramadhan tahun 1436 hijriyah ini. Sebab, momentum Ramadhan selalu membawa solusi dengan menyirami hati lewat dzikrullah, membangkitkan jiwa dengan puasa dan bacaan Al-Qur’an, memompa kesadaran iman dengan tarawih dan Qiyamurramadhan serta menyentuh kesadaran berkorban dengan infaq dan zakat.

Begitu luasnya karuniah Allah. Sehingga, tak satupun orang yang meminta ampun dengan penuh kesungguhan di bulan Ramadhan yang tidak disambut dengan ampunan-Nya. Kkarena Dialah Al-Ghafur – Yang Maha Pengampun. Begitu pula dengan permohonan lainnya, Allah mengijabahnya sebagaimana firman-Nya:

Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat, Aku kabulkan permohonan orang yang bermohon apabila dia bemohon kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi perintah-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenran (QS:Al-Baqorah : 186)

Demikian besar keistimewaan dan kemuliaan bulan Ramadhan, sehingga Rasulullah SAW dengan para sahabatnya jauh sebelumnya telah melakukan persiapan menyambutnya dengan berdoa; “Allahumma barik lana fi Rajab wa Sya’ban wa ballighna ila Ramadhan” (Imam Ahmad dalam musnadnya (1/259), Ibnu Suniy dalam ’Amalul Yaum wal Lailah, Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman (3/1399), An Nawawi dalam Al Adzkar (245)).

Pengkondisian mental yang dilakukan oleh Rasulullah SAW menunjukkan betapa pentingnya melakukan perencanaan agar Ramdhan kita sukses.

Orang yang merencanakan suatu pekerjaan dengan baik ataupun melakukan persiapan jauh sebelumnya, hasilnya akan lebih baik. Berbeda dengan orang yang mengerjakan sesuatu tanpa persiapan maka hasilnya pun berantakan. Begitulah pula dengan ibadah Ramadhan.

Sehingga, dalam meraih sukses di bulan Ramadhan membutuhkan persiapan mental spiritual dan aspek penting lainnya dengan matang untuk menyedot energi arasy. Sebagaimana yang tergambar dalam Sirah Nabawiyah bahwa Rasulallah SAW di bulan Rajab telah menguatkan dirinya dengan memperbanyak puasa sunnah, demikian pula dengan shalat tahajjud.

Dengan persiapan yang sedemikian rupa menyambut bulan Suci Ramadhan membuat hati kita sangat klop disaat Ramadhan tiba. Ibaratnya pertemuan antara dua insan yang sudah sekian lama saling merindukan.

Dengan mengerjakan berbagai bentuk amalan di bulan Ramadhan mampu mengembalikan posisi manusia kepada awal mula kejadiannya yakni fitrah (suci). Sebab, dengan menemukan jati dirinya sebagai manusia, meluruskan orientasi hidupnya, akan melahirkan visi hidup yang benar.

Hati yang fitrah akan menapaki bahwa hidup ini adalah washilah untuk mendapatkan ke-ridhaan-Nya semata, bukan semata hidup untuk hidup. Karena disadari betul oleh orang beriman yang lulus sekolah Ramadhan bahwa hidup adalah rentetan kegiatan sebagai bentuk penyembahan kepada-Nya. Sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT: “Tidaklah Aku ciptakan manusia dan jin kecuali untuk menyembah-Ku” (QS; Adz-Dzariat : 56).

Kebangkitan diri yang baru (baca: fitrah) hanya akan diperoleh jika dalam menjalankan amalan di bulan Ramadhan didasari atas iman dan ihtishab kepada Allah SWT.

Dengan puasa selama sebulan dengan menjaga sunnah-sunnahnya ditambah dengan Qiyamurramadhan, tartil Qur’an, berzakat dan banyak berinfaq, mampu membersihkan seluruh noda dan dosa yang selama sebelas bulan sebelumnya ada dalam diri kita.

Maka dengan hati yang bersih akan melahirkan jiwa yang tenang (muthmainnah) dan pada akhirnya menjadi sumber kebahagiaan yang tak terbatas, yakni kebahagiaan dunia-akhirat.

Berbeda halnya jika kebahagiaan itu bersumber dari materi, sifatnya semu dan sangatlah terbatas. Kebahagiaan model tersebut dapat dinikmati disaat hanya ketika harta masih di tangan, jabatan dan pangkat masih disandang. Namun, setelah semuanya telah tiada, maka hidupnya menjadi hampa karena imannya kerontang.

“Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat”. (QS : Al-Baqarah : 12).

Akan tetapi banyak juga orang berpuasa namun yang diperoleh tidak lain hanyalah lapar dan dahaga. Puasa Ramadhan yang sia-sia seperti ini karena motivasinya yang keliru dan tetap mengerjakan perilaku yang dilarang Allah Ta’ala. Maka memurnikan dan menjaga niat adalah suatu keniscayaan agar seluruh aktivitas yang dilakukan bernilai ibadah di sisi-Nya.

Akhir kata, mewakili keluarga besar Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Depok, Jawa Barat, saya mengucapkan selamat menyongsong bulan suci Ramadhan 1436 H tahun ini yang tak lama lagi kita suai. Semoga kita dimampukan dan ditakdirkan untuk sampai ke bulan ini dengan memanfaatkannya dengan penuh kesungguhan.

Dan, semoga tri sukses Ramadhan Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok yang telah kita canangkan yaitu Sukses Ibadah, Sukses Program, dan Sukses Pelayanan, dapat bersama-sama kita wujudkan dengan sebaik-baiknya seraya mengharapkan ridha dan pahala di sisi Allah Rabbul ‘Aalamiin. Aamiin.

 ____________

USTADZ DRS. WAHYU RAHMAN, MM, penulis adalah Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts

Leave a Reply