Santri Ponpes Hidayatullah Depok Ikuti Murajaah Al Qur’an

 0
Santri Ponpes Hidayatullah Depok Ikuti Murajaah Al Qur’anby Yacong B Halikeon.Santri Ponpes Hidayatullah Depok Ikuti Murajaah Al Qur’an  DALAM rangka evaluasi dan mengikuti ketentuan pra libur Idul Fitri 1436, santri tingkat SMP dan SMA Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Jawa Barat, mengikuti program murajaah Al Qur’an yang berlangsun sehari penuh di AUla Hidayatullah Training Center (HiTC) Kota Depok, beberapa waktu lalu. Murajaah Al Qur’an dimaksudkan sebagai proses evaluasi pemantapan kemampuan hafal Al Qur’an […]

murajaah sekolah pemimpin 3   DALAM rangka evaluasi dan mengikuti ketentuan pra libur Idul Fitri 1436, santri tingkat SMP dan SMA Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Jawa Barat, mengikuti program murajaah Al Qur’an yang berlangsun sehari penuh di AUla Hidayatullah Training Center (HiTC) Kota Depok, beberapa waktu lalu.

Murajaah Al Qur’an dimaksudkan sebagai proses evaluasi pemantapan kemampuan hafal Al Qur’an para santri. Dengan adanya murajaah akan diketahui sejauh mana tingkat hafalan dan kemampuan para santri dalam menjalankan ketentuan ini.

Murajaah sejatinya sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah. Adapun kemudian hafalan yang lancar dan kuat adalah hasil. Karenanya, di saat belum bisa menikmati hasil, nikmatilah ibadah dan dzikir Al Quran. Demikianlah pesan yang selalu ditekankan kepada para santri.

Sesusngguhnya diantara indikasi keikhlasan adalah lebih menikmati kebersamaan dengan Allah daripada hasil murajaah itu sendiri. sehingga hasil yang belum ideal tidak akan melemahkan kita dalam ibadah dan dzikir dengan Al Quran.

Kepada para santri Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok selalu diingatkan makna mendalam daripada murajaah ini. Mereka juga didorong untuk menerapkan tips untuk menjaga hafalan Al-Qur’an yang diantaranya sebagai berikut:

Optimalkam Waktu
Santri harus pandai mengatur waktu dengan demikian ia akan dapat membantunya menghafal Al-Qur’an dalam memelihara hafalannya. Mengatur waktu untuk mengulang-ulang hafalan yang senantiasa terus berkelanjutan, harus terus dilakukan oleh seorang penghafal Al-Qur’an. Mereka diingatkan untuk membiasakan jangan melewatkan waktu tanpa melakukan hal-hal yang bermanfaat.

Dalam proses murajaah hafalan, seorang penghafal Al-Qur’an harus menyediakan waktu khusus, misalnya sebelum atau sesudah subuh, sebelum tidur, sebelum dan sesudah shalar fardhu. Siapapun dia, bila mana murajaah sekolah pemimpin 2sedang menekuni suatu pekerjaan dan memberikan porsi waktu yang khusus, maka dia akan mendapatkan hasil yang tidak akan mengecewakannya.

Wirid Al-Qur’an
Selain menyediakan waktu khusus, seorang penghafal Al-Qur’an harus memperbanyak tilawah, dia harus memiliki wirid Al-Qur’an yang rutin dia lakukan setiap hari.
Usahakan dapat membaca Al-Qur’an minimal satu juz setiap hari, sehingga dalam waktu tiga puluh hari/ satu bulan kita akan mengkhatamkan tilawah Al-Qur’an. Sering membaca Al-Qur’an akan dapat memudahkan seseorang dalam menghafal Al-Qur’an.

Menjadi Imam Shalatmurajaah sekolah pemimpin 4
Hafalan akan selalu melekat dalam ingatan apabila selalu dibaca dalam shalat, khususnya saat shalat malam atau qiyamullail. Terlebih saat menjadi imam shalat tarawih seperti sekarang ini di suatu masjid yang antara pengurus jamaah meresa tidak keberatan bila mana sang iman membaca satu juz untuk setiap malamnya.

Karenanya setiap santri Hidayatullah Depok didorong untuk sedapat mungkin mendirikan shalat malam. Bisa sendiri-sendiri atau berjamaah.

Selain itu, tips yang lain adalah mengajarkan Al Qur’an kepada orang lain. Sebab
Salah satu cara yang paling efektif dalam menjaga hafalan adalah mengajarkan orang lain, karena pada saat mendengarkan hafalan muridnya, maka secara tidak langsung dia sedang mengulang-ulang hafalan.

Selain itu adalah menyimak atau mendengarkan bacaan orang lain. Banyak mendengar akan memudahkan kita menghafal, cepat hafal, selain sering membaca juga karena seringmurajaah sekolah pemimpin 5 mendengar bacaan orang lain. Untuk memberikan motivasi dan semangat baru maka penghafal Qur’an juga harus membaca perjalanan para ulama dan orang-orang yang menghafal Al-Qur’an, anda akan dapat mengambil pelajaran dari pengalaman mereka serta dapat memperbaharui semangat anda.

Para penghafal Qur’an juga hendaknua membiasakan membaca tanpa melihat mushaf. Karena bila mana membaca hafalan selalu melihat mushaf maka akan ada ketergantung selalu ingin melihatnya. Kecuali apa bila anda sudah tidak dapat melanjutkan bacaan, maka boleh anda melihat mushaf.

Dan yang terpenting dari itu semua adalah menjauhi kemaksiatan. Jiwa yang selalu berlumuran kemaksiatan dan dosa, sulit untuk menerima cahaya Al-Qur’an, hati yang tertutup disebabkan dosa-dosa yang senantiasa dilakukannya, tidak mudah menerima kebaikan, mentadaburi ayat-ayat Al-Qur’an.

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an ataukah hati mereka terkunci?” (Q.S. Muhammad : 24)

Dalam sejarah tercatat bahwsantri hidayatullah depoka Imam Syafi’i rahimuhullah tergolong ulama yang memiliki kecepatan dalam menghafal, bagaimana dia mengadu kepada gurunya, Waki’, suatu hari dia mengalami kelambatan dalam menghafal. Maka gurunya lalu memberikan obat mujarrab, yaitu agar dia meninggalkan perbuatan maksiat dan mengosongkan hati dari setiap penghalang antara dia dan Tuhannya.

Imam Syafi’i rahimahullah berkata :
Aku mengadu kepada (guruku) Waki’ atas buruknya hafalanku. Maka diapun memberiku nasihat agar aku meninggalkan kemaksiatan. Dia memberitahuku bahwa ilmu itu adalah cahaya. Dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada orang yang bermaksiat. (dbs/hio)

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts

Leave a Reply