Santri Hidayatullah Depok Jaga Tumbuhan Berbuah untuk Dinikmati Semua

 0
Santri Hidayatullah Depok Jaga Tumbuhan Berbuah untuk Dinikmati Semuaby Yacong B Halikeon.Santri Hidayatullah Depok Jaga Tumbuhan Berbuah untuk Dinikmati SemuaSIAPA yang tak tergoda menikmati buah rambutan ranum yang tergantung di pohonnya. Bisa dipastikan siapa saja tertartik menikmatinya, tak terkecuali bagi santri di lingkungan Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Jawa Barat. Inilah “isu” yang baru-baru ini kembali “dihangatkan” oleh pihak yayasan melalui Ustadz Lalu Mabrul selaku sekretaris yayasan Pesantren Hidayatullah Depok. Dengan nada bergurau, beliau […]

Santri Pesantren Hidayatullah Depok Jaga Tumbuhan Berbuah Agar Dapat Dinikmati SemuaSIAPA yang tak tergoda menikmati buah rambutan ranum yang tergantung di pohonnya. Bisa dipastikan siapa saja tertartik menikmatinya, tak terkecuali bagi santri di lingkungan Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Jawa Barat.

Inilah “isu” yang baru-baru ini kembali “dihangatkan” oleh pihak yayasan melalui Ustadz Lalu Mabrul selaku sekretaris yayasan Pesantren Hidayatullah Depok. Dengan nada bergurau, beliau mengaku sering kebingungan kenapa kok sejumlah titik tumbuhan buah seperti rambutan dan mangga di komplek pesantren seringkali tak bertahan lama.

“Apakah santri yang mengamankan buahnya, wallahu ‘alam. Tapi memang buah rambutan di sini walaupun masih mentah tapi manis-manis,” kata Ustadz Lalu Mabrul yang disambut senyum kemenangan para santri saat menyampaikan pengumuman di atas mimbar masjid pesantren.

Tampaknya Ustadz Lalu Mabrul tahu saja kalau para santrilah yang menggasak buah-buah sebelum tiba ranumnya itu. Apalagi memang pohon-pohon tumbuhan itu berada di sekitar asrama santri yang tentu cukup merepotkan kalau harus ditungguin setiap waktu oleh pengasuh.

Beberapa kali Ustadz Lalu kerap mendapati langsung dengan mata telanjang santri yang memanjat pohon rambutan bahkan seringkali tanpa sisa, yang mentah pun ikut dipotek. Karena memang seperti yang dibilang tadi; manis rasanya dan siapapun suka.

Bahkan pernah ada santri sampai patah lengan karena jatuh saat memanjat pohon rambutan karena memaksakan diri ingin menggapai buah yang berada di pucuk ranting. Jika sudah begini tentu akan semakin merepotkan.

Karena itu, pihak yayasan pun menghimbau kepada para santri dan juga mahasiswa untuk bersama-sama menjaga pohon buah yang berada di lingkungan pesantren. Di komplek pesantren ini ada beberapa pohon mangga dan pohon rambutan yang rupanya cukup aktif berbuah. Saban tahun ada yang sampai 2 kali bertunas. Tapi sayangnya buah-buah itu seringkali telah tandas lebih dulu sebelum masa panen tiba.

“Kalau kita sama-sama menjaga, misalnya dengan memberikan tanggungjawab satu pohon dijaga oleh halaqah dua. Maka kelompok ini bertanggungjawab penuh menjaga pohon tersebut sampai buahnya bisa dipanen. Hasilnya panen itu akan bisa dinikmati oleh semua warga kampus, Insya Allah,” pesan beliau.

Sejatinya memang tidak ada larangan dan sama sekali tak ada pengharaman terhadap buah-buah yang dimakan dari pohon di lingkuangan pesantren. Santri dan siapa saja bisa menikmatinya. Hanya saja, agar lebih terkoordinir dan dapat dinikmati lebih baik, maka dibuatlah ketentuan untuk bersama-sama menjaga kerindangan pohon yang ada sebagai nikmat dari Allah Ta’ala.

Alhamdulillahm, di saat musim penghujan ini tampak pohon-pohon di lingkungan pesantren kembali menghijau. Termasuk pohon-pohon rambutan dan mangga mulai memekarkan tunas-tunas yang sedang beranjak menjadi buah. Pohon-pohon tersebut kini lebih terawat. Santri-santri pun akan saling mengingatkan kalau ada yang coba-coba melakukan “tindakan” di luar prosedur.

Selamat menanti masa panen!

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts

Leave a Reply