Foto Bareng Murid Madrasah Aliyah Hidayatullah Depok Pasca Ujian Nasional

 0
Foto Bareng Murid Madrasah Aliyah Hidayatullah Depok Pasca Ujian Nasionalby Yacong B Halikeon.Foto Bareng Murid Madrasah Aliyah Hidayatullah Depok Pasca Ujian NasionalAlhamdulillah, murid-murid Madrasah Aliyah Hidayatullah Depok, Jawa Barat, telah telah selesai menjalani ujian nasional (UNAS) yang digelar selama 3 hari 2 pekan lalu. Ujian Nasional UN tingkat SMA/SMK digelar pada tanggal 4 April-6 April 2016. Setelah selesai UN, para santri tidak segera berhura-hura atau menggelar party layaknya pelajar pada umumnya. Mereka segera mendaftarkan diri menjadi […]

11 12 13Alhamdulillah, murid-murid Madrasah Aliyah Hidayatullah Depok, Jawa Barat, telah telah selesai menjalani ujian nasional (UNAS) yang digelar selama 3 hari 2 pekan lalu. Ujian Nasional UN tingkat SMA/SMK digelar pada tanggal 4 April-6 April 2016.

Setelah selesai UN, para santri tidak segera berhura-hura atau menggelar party layaknya pelajar pada umumnya. Mereka segera mendaftarkan diri menjadi peserta dauroh hafalan Al Qur’an 30 Juz yang digelar intensif selama 40 hari di Depok.

Selain itu mereka juga mengikuti kegiatan seminar wirausaha yang digelar oleh Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah.

Dauroh Al Qur’an 40 hari ini adalah program yang digulirkan pertama kali oleh Yayasan Ruhama Hidayatullah Bogor. Dalam porgram ini peserta diberi waktu 5 hari untuk menerjemahkan surat al-Baqarah dengan perkata atau per-lafadz. Setiap peserta harus menyetor artinya tanpa menggunakan atau membaca al-Qur’an terjemah.

“Dari referensi yang kami dapat, jika seseorang mampu menerjemahkan kosakata juz 1 saja, maka ia mampu menguasai 60% kosakata dalam al-Qur’an, dan jika bisa menerjemahkan perkata surat al-Baqarah, maka ia mampu menguasai 80% kosakata dalam al-Quran. Jadi tinggal 20%, nah yang 15% itu ada dalam juz 30, 29 dan 27 sedang 5% tersebar dalam juz lainnya,” papar Ahmad Nur Sholeh, penggagas program ini.

Dari situ, kata Sholeh, para peserta diberikan tugas untuk menerjemahkan surat al-Baqarah dan jika mereka tidak selesai dalam waktu 5 hari maka akan dinyatakan gugur.

“Setelah itu, baru kemudian para peserta menghafal al-Quran, dengan menggunakan metode yang berslogan ‘Mau menghafal al-Qur’an 30 juz lupakan metodenya!’,” ujar Sholeh.

Apa itu lupakan? Sholeh menjelaskan yaitu lupakan kesibukan masing-masing, lupakan seluruh alat elektronik (tidak dikembalikan kecuali setelah selesai 30 juz dan 60 hari waktu daurah,) dan lupakan kemampuan diri masing-masing sebab peserta harus yakin jika al-Qur’an adalah mukjizat dan Allah Subhanallah Wa Ta’ala itu Maha Kuasa sehingga peserta pasti bisa mudah untuk menghafalkan.

“Jika persiapan itu sudah dipenuhi, para peserta barulah menghafal menggunakan metode lupakan,” imbuh Sholeh.

Lupakan sendiri menurut Sholeh memiliki kepanjangan yang mana L itu lihat, jadi sebelum mengahafal peserta harus melihat halaman dan memahami artinya. Setelah itu, U yaitu ucapkan lafadz al-Qur’an dengan suara yang didengar oleh telinga, ulangi beberapa kali, ulangi dengan “merem-melek” yaitu memejam dan membuka mata, ulangi dengan memejamkan mata saja hingga benar-benar hafal dan yang terakhir ulangi dengan fokus melihat pada satu benda hingga hafal 1halaman. Sementara untuk PA yaitu pahamilah terjemahannya, KA yaitu kaitkan ayat satu dengan ayat lainnya, kemudian N yaitu “nyetor” kepada muhafidznya dan yang terakhir nikmatilah dalam sholat.*(ybh/hio)

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts

Leave a Reply