Selesai Ujian Nasional, Santri Madrasah Aliyah Hidayatullah Depok Aksi Peduli Kemanusiaan

 0
Selesai Ujian Nasional, Santri Madrasah Aliyah Hidayatullah Depok Aksi Peduli Kemanusiaanby Yacong B Halikeon.Selesai Ujian Nasional, Santri Madrasah Aliyah Hidayatullah Depok Aksi Peduli KemanusiaanUmumnya pelajar usai mengikuti Ujian Nasional atau UN langsung menggeral aksi hura-hura guna melepaskan kegembiraan menyelesaikan ujian. Hal positif justru ditunjukkan oleh murid-murid Madrasah Aliyah Hidayatullah Depok. Para remaja baligh ini melakukan aksi peduli kemanusiaan yakni menggalang donasi untuk warga Aleppo, Suriah, yang sedang dalam getir karena dihimpit perang berkepanjangan. Krisis Suriah rupanya turut menggerakkan […]

Selesai Ujian Nasional, Santri Madrasah Aliyah Hidayatullah Depok Aksi Peduli Kemanusiaan Selesai Ujian Nasional, Santri Madrasah Aliyah Hidayatullah Depok Aksi Peduli Kemanusiaan2 Selesai Ujian Nasional, Santri Madrasah Aliyah Hidayatullah Depok Aksi Peduli Kemanusiaan3 Selesai Ujian Nasional, Santri Madrasah Aliyah Hidayatullah Depok Aksi Peduli Kemanusiaan4Umumnya pelajar usai mengikuti Ujian Nasional atau UN langsung menggeral aksi hura-hura guna melepaskan kegembiraan menyelesaikan ujian. Hal positif justru ditunjukkan oleh murid-murid Madrasah Aliyah Hidayatullah Depok.

Para remaja baligh ini melakukan aksi peduli kemanusiaan yakni menggalang donasi untuk warga Aleppo, Suriah, yang sedang dalam getir karena dihimpit perang berkepanjangan.

Krisis Suriah rupanya turut menggerakkan hati anak-anak muda ini untuk berperan serta mengajak masyarakat melakukan donasi untuk kemanusiaan seraya turut menyerukan penghentian diskriminasi yang ditimpakan kepada warga Aleppo yang tak berdosa.

Aksi anak-anak Madrasah Aliyah Hidayatullah Depok ini dilakukan bekerjasama dengan dengan PP Syabab Hidayatullah yang bergandengan tangan dengan lembaga swadaya masyarakat, Sahabat Suriah.

Sekretaris Jenderal PP Syabab Hidayatullah, Soehardi Soekiman, dalam keterangannya di Jakarta, Ahad (8/5/2016), mengatakan, warga Aleppo, Suriah, hingga saat kini masih dalam ketercekaman yang dibayang-bayangi kematian yang bisa terjadi kapan saja. Bahkan ratusan nyawa telah menjadi korban kebiadaban dari sebuah otoritarianisme rezim represif.

“Perlu aksi nyata untuk turut menghentikan krisis berkepanjangan ini sehingga mengecam saja tidak cukup. Hati kita hancur menyaksikan ratusan nyawa tak berdosa lenyap bertumbangan seperti disiarkan media. Rasa kemanusiaan kita benar-benar dicabik-cabik,” kata Soehardi di sela aksi.

Suhardi menyebutkan, selama sembilan hari, sejak 22 April 2016, rezim Suriah yang dikendalikan oleh Basyar Al-Asad didukung oleh Iran dan Rusia, lakukan lebih dari 260 serangan udara, 110 artileri, 18 peluru kendali, 68 bom, membantai lebih dari 200 warga, serta lukai ratusan lainnya.

Data yang dikemukakan Soehardi tersebut sebagaimana laporan satuan tugas kedaruratan warga, Syria Civil Defence, yang dikenal secara internasional bertugas menolong korban-korban serangan militer yang sudah berlangsung selama lebih dari lima tahun.

Akibat gempuran dan agresi militer itu, untuk pertama kalinya dalam kurun lebih dari 1 milenium (1000 tahun), masjid-masjid Aleppo tidak melakukan solat Jum’at pada 29 April 2016. Demikian dilaporkan kantor-kantor berita diantaranya Asy-Syarqul Awsath.

Aleppo Media Center, sebuah kantor berita yang didirikan oleh warga kota, juga berbagai media internasional seperti Aljazeera, menyiarkan foto-foto dan video-video penghancuran Rumah Sakit Al-Quds di kota itu. Tidak kurang dari 50 orang dokter, paramedis, karyawan, dan pasien dilaporkan terbunuh akibat serangan yang terjadi Jum’at 29 April 2016. Sebuah rekaman kamera CCTV di rumah sakit itu hari ini disiarkan oleh stasiun televisi Inggris Channel 4.

Soehardi mengatakan, penderitaan yang dialami warga Suriah harus dihentikan melalui keterlibatan aktif masyarakat dunia dan pentingnya mendesak penghentian invasi yang dilakukan sekutu rezim represif yang tidak lagi memiliki legitimasi.

“Pemuda harus terus menunjukkan bahwa kerelawanan global senantiasa melekat dalam jatidiri anak-anak bangsa Indonesia. Ini penting terus disuarakan karena bangsa ini menolak penjajahan dan kekerasan yang memerikan rasa kemanusiaan,” ujar Soehardi.

Sebab itu, lanjur dia, Syabab Hidayatullah sebagai bagian entitas komunal bangsa Indonesia yang inheren dengan identitasnya sebagai penjaga perdamaian dan anti-penjajahan, ingin turut serta mengambil peran positif dalam mengatasi krisis Suriah.

Soehardi mengakui tentu upaya pihaknya ini masihlah sangat minimal yang tak lekas mengubah situasi menjadi lebih baik. Tapi setidaknya, lanjut dia, penggalangan dana untuk masyarakat Suriah ini menjadi aksentuasi bahwa spirit keswadayaan bangsa Indonesia untuk dunia tidak pernah berhenti.

“Semangat kerelawanan harus terus ditumbuhkan di kalangan pemuda. Sebab inilah watak kita. Tabiat keswadayaan yang menjadi kekhasan bangsa ini. Melalui aksi ini kita ingin menunjukkan bahwa Indonesia tidak pernah kekurangan figur luhur yang terus beramal bakti untuk umat dan kemanusiaan secara universal,” kata Soehardi.

Soehardi mengatakan, perolehan penggalangan dana yang dilakukan pihaknya ini sepenuhnya akan diserahkan kepada Sahabat Suriah selaku lembaga swadaya masyarakat perkumpulan keluarga-keluarga Indonesia yang bekerja sukarela membantu keluarga-keluarga Suriah menghadapi ujian dan penderitaan karena terjadinya fitnah besar di negeri itu.

Ketua Departemen Dakwah PP Syabab Hidayatullah, Ahmad Muzakky, yang menginisiasi gerakan ini menambahkan, aksi penggalangan dana telah dilakukan di sejumlah titik di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Dalam aksinya di beberapa titik di di Jabodetabek, Syabab Hidayatullah turut menggandeng mahasiswa Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) yang tergabung dalam komunitas El-Mahalli, murid-murid Sekolah Pemimpin (SP) Hidayatullah Depok, serta tak ketinggalan PW Syabab Hidayatullah Jabodebek yang sekaligus mengkoordinatori aksi ini.

Lebih lanjut dikatakan Ahmad Muzakky, Sahabat Suriah, mitra Syabab Hidayatullah dalam proyek amal ini, merupakan lembaga swadaya nasional yang tidak berafiliasi pada kelompok atau organisasi manapun, namun siap berkhidmat (melayani) dan berta’awun (saling tolong) dengan pihak manapun, baik individu maupun kelompok, yang ber-aqidah ahlussunnah wal jama’ah, dan mencita-citakan terwujudnya Al-Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam dan manusia.

Seluruh dana yang disumbangkan oleh masyarakat lewat Sahabat Suriah dan Sahabat Al-Aqsha | secara total disampaikan kepada rakyat Suriah dan Palestina. Tidak ada yang dipotong untuk operasional. Seluruh anggaran operasional lembaga Sahabat Al-Aqsha | Sahabat Suriah di seluruh Indonesia menggunakan dana pribadi para relawannya, termasuk untuk perjalanan baik dalam maupun luar negeri.

Donatur yang secara khusus mengikhlaskan sumbangannya untuk mendukung operasional Sahabat Al-Aqsha | Sahabat Suriah disarankan mengirimkannya ke rekening khusus “donasi operasional” yang tertera di website resmi Sahabat Al-Aqsha | Sahabat Suriah. (ybh/hio)

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts

Leave a Reply