Hidayatullah Depok Gelar Seminar Parenting Tandai Dimulainya Rangkaian Acara MEF 1438

 0
Hidayatullah Depok Gelar Seminar Parenting Tandai Dimulainya Rangkaian Acara MEF 1438by Yacong B Halikeon.Hidayatullah Depok Gelar Seminar Parenting Tandai Dimulainya Rangkaian Acara MEF 1438Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Depok menggelar acara seminar parenting yang diikuti oleh wali murid PAUD dan KB-TKA Hidayatullah Depok, pada Sabtu (02/10/2016). Acara yang berlangsung di Aula SD Integral Hidayatullah Depok mengusung tema “Mendidik Adab Pada Anak Usia Pra Baligh”. Seminar parenting ini adalah merupakan sesi pertama dari 2 kegiatan seirisan. Sesi kedua kedua […]

hidayatullah-depok-gelar-seminar-parenting-tandai-dimulainya-rangkaian-acara-mef-14383 hidayatullah-depok-gelar-seminar-parenting-tandai-dimulainya-rangkaian-acara-mef-14382 hidayatullah-depok-gelar-seminar-parenting-tandai-dimulainya-rangkaian-acara-mef-1438Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Depok menggelar acara seminar parenting yang diikuti oleh wali murid PAUD dan KB-TKA Hidayatullah Depok, pada Sabtu (02/10/2016).

Acara yang berlangsung di Aula SD Integral Hidayatullah Depok mengusung tema “Mendidik Adab Pada Anak Usia Pra Baligh”. Seminar parenting ini adalah merupakan sesi pertama dari 2 kegiatan seirisan.

Sesi kedua kedua Insya allah akan dilaksanakan pada tanggal 29 Oktober 2016 sekaligus menandai penutupan MEF tahun ini.

Pada kesempatan seminar pertama ini menghadirkan pembicara praktisi pendidikan yang juga Direktur Posdai Hidayatullah, Ust Sunaryo Ahmad Suhail, S.Pd.

Ahmad Suhail dalam pemaparannya menjelaskan tentang keutamaan adab. Suhail mengatakan, penuntut ilmu harus memperhatikan adab dalam menuntut ilmu. Bukan saja murid, penyelenggara pendidikan dalam hal ini pendidik atau guru juga harus memahami adab.

Beliau menjelaskan, pemisahan aspek ukhrawi dan aspek duniawi dalam menuntut ilmu akan mengakibatkan kekacauan ilmu. Ilmu yang kacau melahirkan pelajar yang jahil.

“Kejahilan itu bukan sekedar kekurangan ilmu, akan tetapi kacaunya ilmu dan kerusakan ilmu. Kekacauan ilmu terjadi ketika informasi-informasi yang salah dipelajari kemudian diyakini sebagai kebenaran,” tambahnya.

Lebih jauh beliau mengemukakan ilmu menjadi kacau ketika kehilangan bimbingan adab dan kemasukan konsep materialisme. Ilmu-ilmu yang telah tercampur dengan konsep ‘asing’ itu hakikatnya bukan ilmu lagi, akan tetapi sesuatu yang menyamar sebagai ilmu.

Karena itu beliau mengingatkan bahwa orang-orang yang mencari ilmu dan mengamalkannya adalah sebaik-baiknya ciptaan (walladzīna yakhsyawna Allaha hum khoyrul bariyyah).

Kata “yakhsyawna” disematkan kepada ulama’ (innama yakhsya Allaha min ‘Ibādihi l-ulamā’), sedangkan kata “ulama” merupakan jama’ predikat dari orang-orang yang berilmu dan beramal shaleh (dari kata Alim).

Disamping itu juga, para civitas akademika muslim adalah para penerus tampu perjuangan para nabi (waratsatu l-ambiyā’), tiada derajat lebih tinggi daripada derajat pewaris para nabi.

Ahmad Suhail menutup penjelasannya dengan menegaskan bahwa adab harus diajarkan sejak kecil bahkan sebelum si anak lahir. Adab diajarkan melalui sikap, tingkah laku, dan doa-doa kita yang kita munajatkan kepada Allah Ta’ala. Karena Allah Ta’ala yang menguasai sepenuhnya mereka. (ybh/hio)

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts

Leave a Reply