Ketua Yayasan Hidayatullah Depok Kunjungi Situs Bersejarah di Turki

 0
Ketua Yayasan Hidayatullah Depok Kunjungi Situs Bersejarah di Turkiby Yacong B Halikeon.Ketua Yayasan Hidayatullah Depok Kunjungi Situs Bersejarah di TurkiKETUA Yayasan Hidayatullah Depok Jawa Barat, Ustadz Lalu Mabrul, berkesempatan mengunjungi situs peninggalan bersejarah di Kota Istanbul, Republik Turki. Kunjungan tersebut merupakan rangkaian perjalanan umroh yang diikuti beliau bersama salah satu jasa tour travel di Kota Depok. Berikut ini kisah perjalanan beliau. Alhamdulillah. Allah Ta’ala memberikan kesempatan untuk berziarah di negeri Muhammad Al Fatih, “sang Penakluk […]

KETUA Yayasan Hidayatullah Depok Jawa Barat, Ustadz Lalu Mabrul, berkesempatan mengunjungi situs peninggalan bersejarah di Kota Istanbul, Republik Turki.

Kunjungan tersebut merupakan rangkaian perjalanan umroh yang diikuti beliau bersama salah satu jasa tour travel di Kota Depok. Berikut ini kisah perjalanan beliau.

Alhamdulillah. Allah Ta’ala memberikan kesempatan untuk berziarah di negeri Muhammad Al Fatih, “sang Penakluk Konstantinopel yang sekarang berubah nama menjadi Turki.

Kota Istanbul, Turki, juga dikenal juga dengan kota Seribu masjid. Khusus di kota ini, tidak kurang dari 3.000 masjid berdiri yang rata-rata terbangun pada masa kekuasaan khilafah Turki Usmani eksis dan berjaya.

Salah satu masjid yang sangat monumental adalah masjid Sultan Ahmed. Dengan arsitekturnya yang indah dan apik serta konstruksi yang kokoh. Pada usianya yang ratusan tahun sampai saat ini dapat disaksikan kemegahannya.

Sekilas tentang masjid agung ini. Masjid Sultan Ahmed (bahasa Turki: Sultanahmet Camii) adalah sebuah masjid di Istanbul, kota terbesar di Turki dan merupakan ibukota Kesultanan Utsmaniyah (dari 1453 sampai 1923).

Masjid ini dikenal dengan juga dengan nama Masjid Biru karena pada masa lalu interiornya berwarna biru. Sejarah Masjid ini dibangun antara tahun 1609 dan 1616 atas perintah Sultan Ahmed I, yang kemudian menjadi nama masjid tersebut. Ia dimakamkan di halaman masjid.

Masjid ini terletak di kawasan tertua di Istanbul, di mana sebelum 1453 merupakan pusat Konstantinopel, ibukota Kekaisaran Bizantin/Bizantium. Berada di dekat situs kuno Hippodrome. Serta berdekatan juga dengan apa yang dulunya bernama Gereja Kristen Kebijaksanaan Suci (Hagia Sophia) yang sekarang diubah fungsinya menjadi museum.

Jaraknya cukup dekat dengan Istana Topkapı, tempat kediaman para Sultan Utsmaniyah sampai tahun 1853 dan tidak jauh dari pantai Bosporus. Dilihat dari laut, kubah dan menaranya mendominasi cakrawala kota Istanbul.

Masjid ini dikenal dengan nama Masjid Biru karena warna cat interiornya didominasi warna biru. Akan tetapi cat biru tersebut bukan merupakan bagian dari dekor asli masjid, maka cat tersebut dihilangkan.

Sekarang, interior masjid ini tidak terlihat berwarna biru. Arsitek Masjid Sultan Ahmed, Sedefhar Mehmet Aga, diberi mandat untuk tidak perlu berhemat biaya dalam penciptaan tempat ibadah umat Islam yang besar dan indah ini.

Struktur dasar bangunan ini hampir berbentuk kubus, berukuran 53 kali 51 meter. Seperti halnya di semua masjid, masjid ini diarahkan sedemikian rupa sehingga orang yang melakukan Salat menghadap ke Makkah, dengan mihrab berada di depan.* (ybh/hio)

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts

Leave a Reply