Ponpes Hidayatullah Depok Peserta Ijtima Nasional 2017 BKSPPI di Bogor

 0
Ponpes Hidayatullah Depok Peserta Ijtima Nasional 2017 BKSPPI di Bogorby Yacong B Halikeon.Ponpes Hidayatullah Depok Peserta Ijtima Nasional 2017 BKSPPI di BogorKetua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok Jawa Barat, Ust Lalu Mabrul, S.Pd.I, M.Pd.I, menjadi peserta Ijtima Nasional Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKSPPI) di aula Masjid Az Zikra Sentul Bogor, Jawa Barat, selama dua hari, Sabtu-Ahad 18-19 Maret 2017. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan hadir membuka Ijtima Nasional Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia ini. Dalam […]

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok Jawa Barat, Ust Lalu Mabrul, S.Pd.I, M.Pd.I, menjadi peserta Ijtima Nasional Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKSPPI) di aula Masjid Az Zikra Sentul Bogor, Jawa Barat, selama dua hari, Sabtu-Ahad 18-19 Maret 2017.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan hadir membuka Ijtima Nasional Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia ini.

Dalam sambutannya, lelaki yang akrab disapa Kang Aher itu mengatakan ada empat komponen yang harus dipersiapkan agar umat Islam bisa lebih maju ke depannya.

Pertama, kata Kang Aher, harus ada sekelompok umat yang menjadi pemikir.

“Dengan rumus menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk mengelola sumber daya alam (SDA) kita harus punya blue print cara mengelola negara dalam berbagai bidang. Inilah yang harus dipikirkan para ahli,” ujarnya.

Kedua, harus muncul para ahli-ahli dalam berbagai bidang profesional. Saat ini misalnya di era informasi, itu harus muncul para ahli dibidang media.

“Insyaallah akan sangat berguna di bidang dakwah. Era informasi ini membuka peluang dakwah seluas-luasnya, tetapi ini juga tantangan, karena pihak yang bersebranga juga menggunakan fasilitas yang sama,” kata Aher.

Oleh karena itu, lanjut dia, mari kita manfaatkan dan menangkan, suarakan terus kebenaran untuk menghentikan kebatilan. Sebarkan terus informasi positif bagi masyarakat.

Kemudian yang ketiga, untuk menguasai ekonomi, umat itu harus berdagang.
“Allah buka pintu rezeki itu dari 10 pintu, 9 pintunya dari aktivitas berdagang. Jadi inilah yang harus diperjuangkan bersama, secara ekonomi makro pengusaha kita juga harus banyak yang muncul,” ungkapnya.

Lalu yang terakhir, keempat, adalah soal kepemimpinan. Menurut Kang Aher, harus ada kader umat Islam yang menjadi pemimpin.

“Karena itulah pesantren harus hadir menjawab masalah kepemimpinan ini. Dan untuk menciptakan peradaban itu diperlukan pesantren,” tandas Aher.

Acara yang bertema “Meneguhkan Kemandirian Pondok Pesantren, Membangun Kerjasama Ekonomi Umat dengan Semangat 212” itu dihadiri sekitar 300 pimpinan pondok pesantren dari berbagai wilayah Indonesia.

Wakil Ketua Umum BKSPPI KH Cholil Ridwan mengatakan, ponpes harus melahirkan santri-santri yang kedepan bisa memegang jabatan politik.

“Belum lama ini muncul yayasan peduli pesantren yang dibentuk Hari Tanoe, ini membuat kita miris dan banyak pimpinan ponpes yang menolak. Kita pernah kumpulkan lebih dari 390 pimpinan ponpes di kantor Dewan Dakwah dan semua sepakat menolak itu, artinya kita masih punya rasa sensitif dengan kondisi ini,” ujarnya.

Dari kondisi itulah, Kyai Cholil mengaku tersentak dan akhirnya BKSPPI harus lebih semangat lagi pergerakannya. Menurutnya ponpes harus lebih peduli dalam masalah kepemimpinan.

Ia berharap, mudah-mudahan Ijtima Nasional BKSPPI ini menghasilkan pemikiran-pemikiran yang bisa merubah keadaan umat Islam agar lebih baik kedepannya.

Selain Kyai Cholil banyak ulama yang hadir antara lain KH Maruf Amin (Ketua Umum MUI), Prof Dr KH Didin Hafidhuddin (Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI) dan lainnya. Acara tersebut juga dihadiri dan dibuka oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin menceritakan bagaimana cintanya Rasulullah kepada umatnya.

“Ada tanggungjawab keumatan, ini yang dirisaukan Rasulullah menjelang wafatnya. Saat itu berkali-kali Rasul menyebut ummati, ummati, ummati,” ungkap Kyai Ma’ruf sambil menangis.

Menurutnya, tanggungjawab inilah yang diwariskan kepada ulama. “Ulama sebagai pewaris Nabi punya tanggung jawab besar dalam menjaga dan mengawal umat,” katanya.

“Dan umat sekarang itu banyak mengalami tantangan, ada gerakan penyesatan, pengkafiran atau gerakan pemurtadan yang terjadi dimana-mana. Juga ada gerakan penyesatan berfikir, gerakan pengrusakan moral, serta gerakan pelemahan secara ekonomi,” tambahnya.

Oleh karena itulah, kata Kyai Ma’ruf, disinilah peran ponpes menjadi strategis sebagai wadah untuk melahirkan generasi umat terbaik yang mempu membawa perubahan di tengah-tengah masyarakat. (ybh/hio)

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts

Leave a Reply