Nasihat Pra-Nikah Mubarokah

 0
Nasihat Pra-Nikah Mubarokahby Moh Khomainion.Nasihat Pra-Nikah Mubarokah“Sudah nadhor dan ta’aruf dengan calon istri? “,  tanyaku kepada 7 dari 12 calon pengantin yang nge-teh pagi di rumah.” Beluuuuum!! ” jawabnya kompak, laksana paduan suara, yang mengguncang ruang tamu di rumah.” Itulah yang bikin kami penasaran ustadz”,  celetuk salah satu mereka. Saya tersenyum. Mereka berkeringat, setelah di minta nyangkut-ngangkut barang dirumah, sebagai bagian […]

“Sudah nadhor dan ta’aruf dengan calon istri? “,  tanyaku kepada 7 dari 12 calon pengantin yang nge-teh pagi di rumah.” Beluuuuum!! ” jawabnya kompak, laksana paduan suara, yang mengguncang ruang tamu di rumah.” Itulah yang bikin kami penasaran ustadz”,  celetuk salah satu mereka. Saya tersenyum. Mereka berkeringat, setelah di minta nyangkut-ngangkut barang dirumah, sebagai bagian dari pendidikan pra nikah.

“Tolong kami di nasihati sebelum nikah, ustadz”,  pintanya. “Insya Allah,  silahkan dimakan kuenya,”,  walah ternyata sudah habis.

Kemudian saya mulai cerita. “Pernikahan itu akan menggenapkan separuh dien antum, sehebat apapun sebelum menikah, masih belum komplit keber-Islaman kita. Nikah itu sunatullah. Mumpung antum belum ketemu calon istri, perbanyak ibadah, qiyamul lail, antum akan dipertemukan oleh Allah SWT pasangan yang sekufu dengan antum,”

saya pandangi satu persatu dari mereka, nampak serius memperhatikan.
“Namun bisa jadi pasangan yang antum dapatkan, tidak sesuai dengan yang antum bayangkan. Tidak sama dengan kriteria yang antum idan-idamkan, sebagaimana di buku-buku yang pernah antum baca, atau ceramah-ceramah yang pernah antum dengar. Sikapilah itu sebagai pemberian terbaik dari Allah untuk antum. Tidak usah protes, jangan mengeluh,”  mereka semakin memperhatikan.

“Pernikahan itu menyatukan dua makhluk Allah yang berbeda. Laki-laki sangat didominasi oleh logika. Sementara wanita, lebih mengemuka perasaannya. Belum lagi latar belakang keluarga, pendidikan, lingkungan dan lain sebagainya, jadi jarang atau mustahil, dalam pernikahan itu langsung cocok, persis. Selalu saja ada kurangnya.”

Calon pengantin semakin menyimak.

“Tugas suami itu mengayomi istri. Buat istri  nyaman dengan kehadiran antum. Suami itu imam dirumah. Makanya dia yang paling tahu kemana arah rumah tangganya di bawa. Suami bersama istri harus bisa merumuskan visi keluarganya dibawah kemana. Tentu, semua merujuk kepada Al Quran dan As Sunnah. Ada aturan main yang rigid disana. Antum harus belajar dari situ, “

semakin mengernyitkan dahi

” Suami itu juga mempunyai kewajiban memberi nafkah lahir batin terhadap keluarga. Sehingga suami, sebagai tulang punggung keluarga, harus mencari rejeki yang halal buat keluarga. Istri, sebagai manager yang mengelola keuangan keluarga. Bukan soal banyak atau sedikit, namun yg lebih utama adalah berkahnya. Sebab dengan keberkahan, kebutuhan keluarga akan tercukupi. Secara batin, suami harus menciptakan rasa aman dan nyaman di keluarga, sekaligus menjadikan keluarga qura’ani. Disisi lain suami, juga wajib memberikan nafkah biologis kepada istrinya. Semuanya harus imbang, dan saling pengertian serta memahami.

” Olehnya, jadikanlah istrimu laksana bidadari surga, Insya Allah antum akan diperlakukan sebagai Raja. Jangan hardik dan kasari istrimu. Baik secara fisik maupun kata-kata. Sebab istri itu selalu ingat, apa yang dilakukan suaminya terhadap dirinya. Ingat, mereka lebih mengedepankan perasaan dibanding logika. Mungkin bagi lelaki itu hal sepeleh, namun bagi wanita tidak,”

Teh di teko tertuang habis di gelas

“Panggillah istrimu dengan nama kesayangan, yang hanya kalian berdua yang faham.  Misalnya cinta, cantik mawar, melati dlsb”, mereka mulai tersenyum salah satu dari mereka nyeletuk, “Bunga Bangkai,”

Semua tertawa lebar.

“Dalam membangun rumah tangga, tidak selalu berjalan mulus.  Selalu ada saja masalah. Kadang itu hanya sepele. Tetapi jangan digampangkan. Sekecil apapun masalah, harus diselesaikan dengan baik, jika tidak bisa jadi akan membesar. Karena setan, akan ikut bermain di situ. Dan senantiasa menghembus-hembuskan fitnah, untuk membuat kacau. Bicarakan berdua, dengan tenang. Cari waktu dan tempat, yang membuat nyaman. Jangan sampai masalahmu, orang lain yang lebih tahu duluan. Apalagi ngumbar curhat di Medsos. Sehingga sebagai imam, antum harus berusaha menyelesaikan semua masalah itu dengan adil dan penuh kasih sayang. Jika ternyata belum bisa selesai juga, mintalah nasihat kepada murrabi, atau ustadz yang faham tentang syariah. Selain itu, bekalilah dirimu dengan membaca Fiqh Munakahat, biar faham tentang pernikahan itu.

“Insya Allah sebentar lagi antum memasuki pintu gerbang pernikahan. Antum telah menggenapkan separoh Dien. Jadilah suami sekaligus Imam. Yang akan membawa keluarga tidak hanya bahagia di dunia. Namun yang akan terus berkumpul di jannah-Nya kelak,”

Semua mengangguk-angguk tanda setuju.  Lalu pamit, untuk mengikuti pembekalan yang sudah di atur oleh panitia.
Semoga mereka mendapat jodoh terbaik yang akan membawa kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Pembina Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok
Asih Subagio https://twitter.com/Asih_Subagyo
Commuter Line, 25/4/2017

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts

Leave a Reply