Menetapi Keimanan dan Mengukuhkan Istiqamah

 0
Menetapi Keimanan dan Mengukuhkan Istiqamahby Yacong B Halikeon.Menetapi Keimanan dan Mengukuhkan IstiqamahSETIAP manusia pasti memiliki tujuan hidup. Karena dengan adanya tujuan tersebut manusia akan memiliki gairah dan arah yang jelas. Untuk mendapatkan tujuan yang jelas maka dibutuhkan petunjuk yang jelas agar kiranya manusia tetap berada pada jalan yang benar, lurus, serta sampai pada tujuan yang dicita-citakan. Tujuan utama manusia hakikatnya adalah menuju pada keridhaan Allah (mardatillah), […]

SETIAP manusia pasti memiliki tujuan hidup. Karena dengan adanya tujuan tersebut manusia akan memiliki gairah dan arah yang jelas.

Untuk mendapatkan tujuan yang jelas maka dibutuhkan petunjuk yang jelas agar kiranya manusia tetap berada pada jalan yang benar, lurus, serta sampai pada tujuan yang dicita-citakan. Tujuan utama manusia hakikatnya adalah menuju pada keridhaan Allah (mardatillah), ibadah kepada Rabb-Nya.

Salah seorang sahabat Nabi, Sufyan bin Abdullah Assaqafi meminta nasehat kepada Rasulullah SAW tentang ajaran Islam mulia ini.

Maka, beliu mengatakan “katakanlah, aku beriman kepada Allah dan Istiqamahlah”.

Jawaban yang singkat dan padat ini memberikan dua pesan inti untuk mendapatkan kesuksesan dunia dan akherat, yaitu pesan iman dan istiqamah.

Pesan pertama yang diwasiatkan Rasulllah SAW kepada Sufyan bin Abdullah adalah Iman. Iman merupakan ketetapan hati yang tulus untuk membenarkan atau mengingkari sesuatu, lalu direfleksikan dalam perkataan dan perbuatan.

Buah dari keimanan yang benar akan menghasilkan amal sholeh. Atau amal sholeh akan dapat dilahirkan dari keimanan yang benar. Sebagaimana buah akan dapat dinikmati dari pohon yang baik dan tidak mungkin adanya buah tanpa ada pohon sebagai sumber lahirnya buah.

Allah SWT memberi perumpamaan tentang keimanan yang kuat dan kokoh seperti sebuah pohon yang kokoh, dimana pohon yang baik itu akarnya menancap ke dasar bumi dan rantingnya menjulang ke langit.

Pohon itu menghasilkan buah pada setiap waktu dengan seizin Rabbnya. Begitupun sebaliknya, pohon yang buruk tidak akan dapat tetap tegak sedikitpun (QS. Ibrahim/14: 24-26).

Pesan kedua adalah istiqomah. Istiqomah menurut Ibnu Rajab adalah menempuh jalan yang lurus (benar) dengan tidak berpaling ke kiri maupun ke kanan.

Istiqomah itu mencakup pelaksanaan semua bentuk ketaatan (kepada Allah) lahir dan batin, dan meninggalkan semua larangan-Nya. Adapun pengertian istiqomah menurut Imam Nawawi dalam kitabnya, Riyadush Shalihin, istiqomah adalah senantiasa berada dalam ketaatan kepada Allah.

Allah telah berfirman dalam Al-Qur’an tentang keistiqamahan. Di antara firman Allah tentang keistiqomah adalah sebagai berikut:

“Maka tetaplah istiqmah, sebagaimana engkau telah diperintah” (Q.S. Hud: 112).

Dan sesungguhnya Allah pasti akan memberikan hidayah kepada orang yang beriman kepada jalan-Nya yang lurus.

Istiqamah adalah usaha maksimal manusia untuk taat kepada Allah. Namun demikian pasti ada kekurangannya. Oleh kerenanya, Allah SWT juga memerintahkan untuk selalu memohon ampunan. Sebagaimana dalam Q.S. Fushilat ayat 6, fastaqimuu lahuu was-tagfiruuhu (QS. Fushilat: 6)

Buah istiqamah adalah Allah akan memberikan limpahan karunianya. Allah juga akan mengaruniakan kepada orang yang senantiasa istiqamah dengan diberikan rasa ketenangan dan kenyamanan dan tidak akan khawatir akan masa depannya, di dunia maupun di akhirat.

Istiqamah harus dimulai dari hati. Dan dibuktikan dalam perkataan dan juga perbuatan. Istiqmah tidak akan mungkin terwujud tanpa adanya ketetapan hati.

Untuk itulah, Allah senantiasa memerintahkan dalam setiap rakaat shalat, kita harus membaca “ihdinashshirathal mustaqiim” (tunjukilah kami jalan yang lurus) dan juga dalam do’a-do’a kita, Yaa muqallibal qulub tsabbit qalbi alaa thoo’atika.

Dengan terus munajatkan doa tersebut untuk memohon kepada Allah agar kita di bulan Ramadhan yang mulia ini, Allah memperkuat keimanan dan keistiqamahan kita untuk selalu taat terhadap perintahnya dan menjauhi larangan-Nya. Amiin.

______
Ust Lalu Mabrul, M.Pd.I, penulis adalah Ketua Yayasan Hidayatullah Depok. Artikel ini sebelumnya telah dipublikaskan di Harian Radar Depok, edisi Rabu, 7 Juni 2017.

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts

Leave a Reply