(PIDATO HUT RI KE-72) Kemerdekaan dan Tantangan Perubahan

 0
(PIDATO HUT RI KE-72) Kemerdekaan dan Tantangan Perubahanby Yacong B Halikeon.(PIDATO HUT RI KE-72) Kemerdekaan dan Tantangan PerubahanHARI INI, kita bersyukur kepada Allah Subhanahu Wata’aala. Hari kita kembali memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang sudah diraih 72 tahun yang lalu. Kita telah 72 tahun membebaskan diri dari para kolonialis penjajah. Jiwa dan raga dikorbankan oleh para pahlawan bangsa ini demi menghirup alam kedamaian, negara yang bebas dari tekanan, intimidasi dan dominasi. Kemerdekaan […]

HARI INI, kita bersyukur kepada Allah Subhanahu Wata’aala. Hari kita kembali memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang sudah diraih 72 tahun yang lalu.

Kita telah 72 tahun membebaskan diri dari para kolonialis penjajah. Jiwa dan raga dikorbankan oleh para pahlawan bangsa ini demi menghirup alam kedamaian, negara yang bebas dari tekanan, intimidasi dan dominasi.

Kemerdekaan itu sekarang sudah diraih. Kebebasan itu sudah ada dipangkuan kita. Tapi bukan berarti perjuangan dan pengorbanan berakhir.

Perjuangan generasi baru bangsa ini akan menghadapi tantangan jauh lebih berat dan lebih besar dari para pejuang kemerdekaan masa lalu yang melawan penjajah dengan bambu runcing dengan ketajaman doa dan mujahadahnya.

Tantangan masa kini tersebut juga disadari oleh proklamator bangsa ini, Bung Karno, dengan mengatakan: “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”.

Hari ini kita melawan koruptor. Hari ini kita melawan para pengkhianat keadilan. Kita melawan para penjarah. Kita melawan para penjajah makelar. Kita melawan orang yang sama sekali tidak memiliki empati dan simpati kepada mereka yg lemah.

Hari ini kita melawan para penipu bangsa. Mereka semua itu adalah orang yang lahir dan besar di negeri ini. Tapi mereka tega mengkhianati bangsa dan anak negeri ini.

Bahkan penjajah modern ini “menggadaikan” negeri yang subur ini kepada mereka yg tidak memiliki kontribusi terhadap perjuangan kemerdekaan. Ironisnya, mereka sangat keras dan lantang menyuarakan kemandirian, kebhinekaan dan persatuan.

Sepertinya, apa yang dikatakan Bung Karno tadi patut menjadi renungan anak negeri ini. Amanat pembukaan undang-undang 1945 telah menegaskan bahwa kemerdekaan adalah pintu gerbang menuju cita-cita kebangsaan dan ke-Indonesia-an yang sejati, perlu dijawab dengan langkah nyata.

Kita harus mengisi kemerdekaan bangsa kita hari ini dengan kerja keras, membangun jiwa yang berintegritas dan prestasi yang mengharumkan. Lalu bagaimana itu bisa dilalui?

Saudara-saudaraku, setanah Air Indonesia. Islam mengajarkan dan mengarahkan akan sebuah makna kemerdekaan yang hakiki. Islam mengajarkan bagaimana cita-cita itu dapat diraih dan dijunjung tinggi. Islam juga mengajarkan bagaimana kemerdekaan dapat diraih pada diri, keluarga, masyarakat bahkan bangsa.

Secara tersirat Allah Ta’aala dalam kitab suci Al Qur’an telah menggariskan bahwa meraih kemerdekaan untuk menjadi bangsa berdaulat, maju dan dan berperadaban mulia harus dengan usaha yang sungguh-sungguh.

“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” (Q.S. Arra’du: 11)

Meraih kemerdekaan di masa perlawanan kala itu adalah tidak terlepas dari keinginan kuat yang disertai kesadaran setiap jiwa anak anak bangsa, bahwa cita-cita itu akan bisa di raih dengan memulai perubahan itu dari diri sendiri.

Merdeka dari cengkraman para penjajah merupakan cita-cita bersama. Dan, sekarang itu sudah kita raih. Tetapi, merdeka dari segala bentuk dominasi diri atau jiwa akan selalu terus menjadi “musuh abadi”. Perjuangan tak pernah berhenti dan bertepi.

Oleh karenanya, momentum kemerdekaan ini harus menjadi starting point bagi kita untuk melakukan perubahan demi perubahan yang spektakuler dan bersejarah.

Momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 ini harus dijadikan sebagai wahana untuk terus menempa diri untuk menggapai cita-cita luhur setinggi-tingginya.
“Gantunglah cita-cintamu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang,” demikian kata Bung Karno.

Lalu, siapa dan bagaimana cita-cita itu bisa diwujudkan? Mulailah perubahan itu dari diri Anda.

Bacalah setiap fenomena yang Allah hidangkan di hadapan Anda -tersurat atau yang tesirat-. Renungi, tadabburi serta hayati niscaya Sang pemilik kemerdekaan ini akan menyingkapkan hikmah-hikmahNya. Niscaya Dia akan menyingkap kebodohan dan menjadikan kita paham dan berilmu.

Dan, semoga dengan wasilah itulah (al-ilmu), biiznillah, cita-cita luhur itu akan dapat dicapai. Cita-cita Indonesia merdeka yaitu kita hidup sejahtera dan makmur, jasmani dan rohaninya. Bahagia dunia dan akhirat.

Wallahu a’lam bisshowab.
Depok 17 Agustus 2017

(TEKS PIDATO Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 oleh Ketua Yayasan Hidayatullah Depok Ustadz Lalu Mabrul)

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts

Leave a Reply