Keluarga Korban Musibah Rancabuaya Terima Santunan

 0
Keluarga Korban Musibah Rancabuaya Terima Santunanby Yacong B Halikeon.Keluarga Korban Musibah Rancabuaya Terima SantunanLIMA perwakilan korban meninggal musibah Rancabuaya menerima dana asuransi santunnan dilakukan di Kabupaten Garut, Ahad (24/09/2017). Seperti diketahui, 5 dari 23 orang rombongan rihlah siswa Kelas 9 SMP Integral Hidayatullah Depok dilaporkan mengalami musibah terseret ombak pada hari Selasa, tanggal 16 Mei 2017 sekitar pukul 16.00 WIB di Pantai Rancabuaya, Kabupaten Garut. Santunan yang diberikan […]

LIMA perwakilan korban meninggal musibah Rancabuaya menerima dana asuransi santunnan dilakukan di Kabupaten Garut, Ahad (24/09/2017).

Seperti diketahui, 5 dari 23 orang rombongan rihlah siswa Kelas 9 SMP Integral Hidayatullah Depok dilaporkan mengalami musibah terseret ombak pada hari Selasa, tanggal 16 Mei 2017 sekitar pukul 16.00 WIB di Pantai Rancabuaya, Kabupaten Garut.

Santunan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Garut tersebut senilai 10 Juta untuk masing-masing korban meninggal dan diserahkan langsung oleh perwakilan resmi Pemkab kepada orangtua atau perwakilan keluarga.

Sebelumnya, Bupati Kabupareb Garut, Rudy Gunawan, telah menyatakan, lima santri Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Hidayatullah Depok yang meninggal setelah terseret ombak Pantai Rancabuaya, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mendapatkan asuransi sebesar Rp 10 juta per orang.

Bupati menuturkan, dana untuk asuransi korban tenggelam itu bersumber dari APBD Pemerintah Kabupaten Garut yang nominalnya tidak besar namun diharapkan menjadi tali asih bagi keluarga yang ditinggalkan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, Budi Gan Gan menambahkan, dana yang disiapkan untuk asuransi wisatawan korban tenggelam itu sebesar Rp 10 juta per jiwa.

Ucapan Belansungkawa dan Terimakasih

Sementara itu, Ketua Yayasan Ustadz Lalu Mabrul, M.Pd.I mewakili Keluarga Besar Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok menyampaikan rasa belasungkawa dan duka yang sangat-sangat mendalam kepada keluarga korban.

Yayasan Hidayatullah Depok menyampaikan terimakasih sebesarnya serta apresiasi yang setulus-tulusnya kepada orangtua/ wali murid dari Asy Syahiid Muhammad Faisal Ramadhana, Asy Syahiid Khalid Abdullah Hasan, Asy Syahiid Rijal Amarullah, Asy Syahiid Wisnu Dwi Airlangga, dan Asy Syahiid Muhammad Syaifullah Abdul Aziz, yang telah berbesar hati penuh ketabahan, ketegaran, dan kesabaran menghadapi ujian musibah ini.

Keluarga besar Hidayatullah Depok menyatakan dan dengan ini mempersaksikan bahwa kelima santri ini adalah orang baik, adalah para penuntut ilmu, adalah anak-anak yang shaleh. Mereka adalah para penjaga Al Qur’an dan meninggal disaat mereka sedang dalam proses menuntut ilmu. Bagi mereka adalah syurga yang mulia.

Di antara tanda wafat dalam khusnul khatimah adalah mati saat menuntut ilmu. Al-Hafizh Ibnu ‘Abdil Barr berkata:

“Siapa yang mati dalam keadaan menuntut ilmu, maka ia berada dalam tanda husnul khatimah (mati yang baik) karena ia telah mati dalam ketaatan yang sangat besar”.

Dari Abi Darda dia berkata: “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda”:

“Barang siapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga, dan sesungguhnya para malaikat membentangkan sayapnya karena ridla (rela) terhadap orang yang mencari ilmu. (H.R. Ahmad, Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majjah).

Ustadz TGB Lalu Mabrul mengatakan, kelima santri ini termasuk siswa teladan yang umumnya memiliki kemampuan baca Al Qur’an yang baik. Sebelum agenda tamasya ini dilakukan, mereka sempat mengikuti ujian tasmi’ dan tahfidzul Qur’an.

“Rata-rata hafalan Al Qur’an mereka di atas 3 Juz. Dalam pergaulan sehari-hari pun, mereka sopan dan tidak memiliki catatan pelanggaran. Termasuk dalam beribadah, mereka disiplin waktu dimana selalu shalat wajib 5 waktu di masjid,” kata Ustadz Lalu Mabrul.

Namun rupanya, Allah Subhanahu Wa’aala berkehendak lain, peristiwa musibah yang tak terduga tersebut, mengantarkan mereka menuju Rahmatullah dalam Syahid di jalan-Nya sebagai penuntut ilmu dan penjaga Al Qur’an. Insya Allah.

Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok juga menyampaikan terimakasih dan apresiasi yang tinggi juga kepada semua pihak yang telah terlibat dalam proses evakuasi hingga selesai dan segala perangkat-perangkatnya, diantaranya;

BASARNAS, TNI, Polri, Polairud, BPBD Garut, SAR Hidayatullah, Tagana, Pemerintah Kabupaten Garut, Kapolres Garut, Koramil Rancabuaya, Polsek Rancabuaya, Puskesmas Rancabuaya, Dinas Kesehatan Garut, Dinas Perhubungan Garut, Pemerintah Kota Depok, Kodim Depok, Polresta Depok, Camat Cilodong, Lurah Kalimulya Cilodong, RT 01/RW 05 Kalimulya, DPP Hidayatullah, ‎Laznas BMH Pusat, BMH Jakarta, BMH Jawa Barat, BMH Bandung, BMH Kebumen, STIE Hidayatullah, DPW Hidayatullah Jabar, DPW Hidayatullah Jabodebek, DPD Hidayatullah Tangerang, DPD Hidayatullah Bandung, DPD Hidayatullah Depok, DPD Hidayatullah Bekasi, DPD Hidayatullah Tasikmalaya, LSM Barkin Bandung, PZU Tasikmalaya, Balawista Garut, Pokmaswas, Yayasan Maribantu Tasikmalaya, Kepala Desa Purbayani, warga, tokoh masyarakat, pemuda Cidora Rancabuaya, nelayan setempat dan semua pihak yang telah terlibat memberikan dukungan luar biasa yang tidak akan cukup disebutkan satu persatu.

Pihaknya juga menyampaikan ucapan terimakasih yang tulus atas dukungan doa jamaah Hidayatullah seluruh Indonesia serta kepada semua media massa yang turut berperan aktif dalam meliput dan melakukan pembaharuan informasi selama proses evakuasi hingga selesai.

“Semoga Allah Subhanahu Wata’ala memudahkan dan memberikan maunah-Nya kepada kita, Aamiin,” pungkas Ustadz Lalu Mabrul. (ybh/hio)

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts

Leave a Reply