Dikirimi Buletin Kristiani, Ponpes Hidayatullah Depok Ajak Umat Sikapi dengan Dakwah Pencerahan

 0
Dikirimi Buletin Kristiani, Ponpes Hidayatullah Depok Ajak Umat Sikapi dengan Dakwah Pencerahanby Yacong B Halikeon.Dikirimi Buletin Kristiani, Ponpes Hidayatullah Depok Ajak Umat Sikapi dengan Dakwah PencerahanYayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok belum lama ini menerima kiriman berkas dokumen yang dikirim tanpa nama (anonim). Hanya mencantumkan sebuah nama lembaga bernama Yayasan An Nur Syiar yang beralamat Jln Balai Rakyat Utan Kayu No. 64 Jakarta Timur 13120. Entah apakah ini modus baru atau memang sengaja bermaksud ingin mengkampanyekan keimanan Kristen kepada kalangan pesantren, […]

Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok belum lama ini menerima kiriman berkas dokumen yang dikirim tanpa nama (anonim). Hanya mencantumkan sebuah nama lembaga bernama Yayasan An Nur Syiar yang beralamat Jln Balai Rakyat Utan Kayu No. 64 Jakarta Timur 13120.

Entah apakah ini modus baru atau memang sengaja bermaksud ingin mengkampanyekan keimanan Kristen kepada kalangan pesantren, pihak Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok menilai kiriman berkas dokumen tersebut memang sarat dengan ajaran keimanan Kristiani.

Kendatipun pada sampul buletin tidak secara spesifik menyebut Kekristenan, namun dokumen-dokumen tersebut memuat pesan yang sangat kental atau tepatnya ajakan untuk meyakini ajaran Kristen.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok Ust Lalu Mabrul mengaku kaget dengan adanya kiriman dokumen tersebut. Sebab, kata dia, ini merupakan modus Kristenisasi zaman now apalagi yang disasar adalah pondok pesantren yang notabene lembaga Islam.

Salah satu buletinnya berjudul “Surga atau Neraka”. Menurut Ust Mabrul, isi buletin ini intinya menegasikan Islam dan mengajak memilih yang pasti kebenaran yang dibawa oleh Yesus Kristus. Parahnya, menggunakan dalil-dalil Islam yang tendensius mendekonstruksi Islam.

“Dan celakanya menggunakan dalil-dalil Al-Quran yang ditafsiri menurut keinginan hawa nafsunya. Cukup mengagetkan,” kata Ust Lalu menyesalkan.

Selain buletin, dalam kiriman yang dikirim melalui jasa kurir itu disertakan juga dengan 2 buah buku untuk melakukan “pembodohan” kepada umat Islam.

“Kami sangat yakin, yayasan kami -yang notabenenya yayasan pendidikan Islam- bukanlah satu-satunya lembaga yg disasar untuk melakukan propaganda keyakinan,” ujar Ust Mabrul menyayangkan.

Ust Mabrul mengaku khawatir jika yang mendapatkan paket ini adalah orang/ lembaga umum yang tidak faham atau masih awam dengan agama Islam, mungkin bisa jadi akan mengusik keimanannya.

“Apa yang mereka lakukan ini sungguh sangat mengganggu dan tercela serta menciderai kebersamaan dan kerukunan dalam keberagamaan,” katanya.

Namun, Ust Lalu Mabrul mengingatkan aksi propagandis seperti di atas harus disikapi secara elok dan bijaksana dengan menyerukan dakwah pencerahan.

Sebab, terang dia, boleh jadi artikel-artikel dalam buletin tersebut pun sam sekali tak dipahami oleh pengirimnya sendiri apalagi diketahui buletin-buletin tersebut hanyalah terjemahan yang disadur dari penerbit luar negeri (Eropa). Operator lembaga itu yang di Indonesia belum tentu menguasai materinya.

Ust Lalu Mabrul pun setuju adanya upaya pencerahan balik dengan mengirimkan balik saja buku-buku kristologi ke alamat pengirim itu, atau terjemah Al Quran.

Pengasuh Ar Rohmah Ponpes Hidayatulah Malang, Ust Alimin Mukhtar, menanggapi santai kiriman dokumen-dokumen seperti itu dan menyarankan ambil sisi positifnya, yakni dengan meneliti metode mereka dalam memutarbalikkan ayat Al Quran.

“Gaya tafsir dalam pamflet-pamflet dan buku-buku begitu dangkal, seringkali dipotong semaunya, dan gak menguasai bahasa Arab. Berikan pamflet itu kepada guru yang faqih, lalu ajari santri antum untuk membantahnya,” sarannya dalam obrolan di Facebook. (ybh/hio)

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts

Leave a Reply