Ekstrakurikuler Beladiri di Lingkungan Pendidikan Hidayatullah Depok

 0
Ekstrakurikuler Beladiri di Lingkungan Pendidikan Hidayatullah Depokby Yacong B Halikeon.Ekstrakurikuler Beladiri di Lingkungan Pendidikan Hidayatullah DepokANDA pasti taghu bahwa peraih medali emas dari cabang olahraga taekwondo di Asian Games 2018 memulai karirnya dari ringkat bawah. Defia Rosmaniar, si empunya prestasi, ternyata meniti medali emas dari sebuah kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya. Defia menuturkan awal mula ketertarikannya pada olahraga beladiri itu saat mengikuti mata pelajaran tambahan saat masih duduk di Sekolah Menengah […]

ANDA pasti taghu bahwa peraih medali emas dari cabang olahraga taekwondo di Asian Games 2018 memulai karirnya dari ringkat bawah. Defia Rosmaniar, si empunya prestasi, ternyata meniti medali emas dari sebuah kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya.

Defia menuturkan awal mula ketertarikannya pada olahraga beladiri itu saat mengikuti mata pelajaran tambahan saat masih duduk di Sekolah Menengah Pertama di Bogor.

Nah, Pesantren Hidayatullah sebagai lembaga pendidikan integral terdepan di Kota Depok, pun telah lama menyelenggarakan eksrakurikuler sebagai bentuk komitmen melahirkan peserta didik yang memiliki kecerdasan multidimensional. Salah satu diantaranya materi ekskul tersebut adalah bela diri.

Kegiatan latihan eksrakurikuler bela diri sendiri memiliki banyak manfaat. Berikut manfaat berlatih bela diri bagi anak seperti yang dituturkan Ester Lianawati, Psi dari Fakultas Psikologi Universitas Kridawacana Jakarta, seperti dikutip Kompas.

Bela diri akan memuat motorik lebih kuat. Gerakan memukul, menendang, merunduk, melompat, menghindar, berputar, berlatih keseimbangan, dan lainnya kerap diterapkan saat berlatih bela diri. Belum lagi dengan gerakan-gerakan pemanasan atau gerakan untuk menguatkan otot-otot, seperti berlari, sit up, push up, berjalan jongkok, dan lainnya. Semua gerakan tersebut melatih motorik anak menjadi lebih kuat, cekatan, cepat dan tangkas.

Kegiatan latihan beladiri bisa membuat lebih bugar dan sehat. Tubuh yang secara teratur diajak berolahraga secara otomatis akan meningkatkan kebugarannya, karena otot-otot terlatih untuk bergerak, tidak kaku, dan tidak mudah keseleo atau terkilir. Dengan begitu, sistem metabolisme tubuhpun bekerja lebih baik yang membuat daya tahan tubuh meningkat, sehingga anak tidak mudah sakit. Jadi, tubuhnya akan kembali sehat.

Selain itu, ekstakurikuler ini ini akan melatih keberanian. Anak harus menghadapi segala sesuatu dengan segenap kemampuannya, berani berkata jujur dan benar, bertindak benar, berani berinisiatif, berani menolong orang, berani mempertahankan haknya, dan sebagainya.
Pasalnya berlatih beladiri bukan saja melatih jurus-jurus tetapi juga mentalnya. Sebelum atau setelah latihan, para pelatih biasanya mengajak siswanya berbincang mengenai apa yang harus siswa lakukan di luar tempat latihan, menotivasi mereka untuk berlaku benar sebagai wujud dari sikap ksatria.

manfaat lainnya, ini akan melepas energi negatif. Pada dasarnya anak memiliki energi negatif. Mungkin karena ia menyimpan kekesalan, kemarahan, kekecewaan, dan lainnya. Energi negatif ini perlu penyaluran yang tepat. Nah, berlatih bela diri adalah salah satu cara mengeluarkan energi negatifnya dengan cara positif. Ia bisa memukul bantalan karet, berguling di atas matras, melompat, berteriak, berlari, dan lainnya. Jika emosi negatifnya tersalurkan dengan baik, maka secara emosi anak akan merasa lebih nyaman dan emosinya pun bisa lebih stabil.

Bela diri juga meningkatkan kedisiplinan dan komitmen Setiap olahraga bela diri memiliki aturan masing-masing. Salah satunya adalah anak harus disiplin. Ia harus datang tepat waktu, mengikuti instruksi pelatih, harus memakai seragam, tidak boleh bermain-main, harus bekerja sama dengan siswa, saling menghormati, tidak boleh menggunakan kemampuan dengan sembarangan, menolong sesama, dan sebagainya. Latihan seperti ini akan menguatkan serta meningkatkan kedisiplinan dan komitmen anak. Tak mustahil anak juga akan menerapkan disiplin dan komitmen pada hal lain, seperti mengerjakan tugas sekolah, belajar di rumah, datang tepat waktu ke sekolah, menghormati teman, dan lainnya.

Ekstrakurikuler ini juga dapat meningkatkan kemampuan bersosialisasi. Di tempat latihan bela diri anak akan bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang: ada pelatih, siswa lain, pengurus, bahkan mungkin orangtua dari teman. Dengan begitu interaksi anak jadi lebih terbuka sehingga ia bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan kemampuan bersosialisasinya. Beberapa anak mungkin malu-malu, tugas kita lah membangun keberaniannya sehingga mampu bersosialisasi dengan baik.

Nah, so tunggu apalagi, Ayah Bunda mari daftarkan ananda tercinta pada kegiatan ekstrakurikuler bela diri dan sejenisnya. Agar kelak mereka tumbuh dinamis sebagai generasi bangsa yang bermanfaat untuk semua. (ybh//hio)

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts

Leave a Reply