Ikhtiar Kependidikan Kampus Hidayatullah Depok Lahirkan Generasi Rabbani

 0
Ikhtiar Kependidikan Kampus Hidayatullah Depok Lahirkan Generasi Rabbaniby Yacong B Halikeon.Ikhtiar Kependidikan Kampus Hidayatullah Depok Lahirkan Generasi RabbaniKATA pepatah, belajarlah sedari dini bagaikan mengukir di atas batu. Belajar di usia senja bagaikan menulis di atas air. Maknanya, transformasi ilmu akan lebih mudah melekat manakala telah dilakukan sejak muda. Sebaliknya, jika belajar baru dilakukan ketika sudah tua, akan rumit dan susah payah. Belajar dikala usia telah senja bagaikan mengukir di atas air. Lekas […]

KATA pepatah, belajarlah sedari dini bagaikan mengukir di atas batu. Belajar di usia senja bagaikan menulis di atas air. Maknanya, transformasi ilmu akan lebih mudah melekat manakala telah dilakukan sejak muda.

Sebaliknya, jika belajar baru dilakukan ketika sudah tua, akan rumit dan susah payah. Belajar dikala usia telah senja bagaikan mengukir di atas air. Lekas hilang walaupun telah susah payah ditempuh.

Tetapi tentu tak ada kata terlambat bagi siapapun yang ingin melakukan perubahan diri menjadi lebih baik. Apalagi jika sebagai ikhtiar untuk menjadi insan takwa dan beriman kepada Allah SWT. Setiap usaha yang dilakukan sungguh sungguh akan menghasilkan kebaikan.

“Man jadda wajada”, demikian kata pepatah Arab. Siapa yang berusaha akan mendapatkan kebaikan dari hasil usahanya. Setiap kesungguhan usaha akan melahirkan buah yang menggembirakan.

Allah SWT dalam Al Qur’an Surah Ar Rahman ayat 60 pun menjanjikan kemuliaan dan kegembiraan kepada mereka yang berbuat kebaikan. “Hal jaza ul ihsani illal ihsaan”, tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan. Demikianlah janji Allah SWT dalam Al Qur’an. Begitulah mekanismenya.

Karena itulah, Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok selalu memandang penting dan substantif pendidikan adab mendasar sejak dini untuk pembangunan karakter dan wawasan keislaman. Sebab aspek inilah yang kelak sangat dibutuhkan oleh anak anak kita agar menjadi Insan Kamil.

Keyakinan tersebut tak lain merupakan ejawantah dari usaha-usaha yang sungguh-sungguh untuk melahirkan generasi Rabbani. Generasi rabbani adalah adalah harapan dan idaman kita. Bahkan mereka sendiri berharap bisa menjadi generasi rabbani itu sendiri. Karena semua sadar, bahwa label ‘rabbani’ menggambarkan generasi emas umat Islam.

Ditinjau dari tinjauan bahasa, Ibnul Anbari menjelaskan bahwa, kata ‘rabbani’ diambil dari kata dasar Rabb, yang artinya Sang Pencipta dan Pengatur makhluk, yaitu Allah.

Kemudian diberi imbuhan huruf alif dan nun (rabb+alif+nun= Rabbanii), untuk memberikan makna hiperbol. Dengan imbuhan ini, makna bahasa ‘rabbani’ adalah orang yang memiliki sifat yang sangat sesuai dengan apa yang Allah harapkan. Kata ‘rabbani’ merupakan kata tunggal, untuk menyebut sifat satu orang. Sedangkan bentuk jamaknya adalah rabbaniyun.

Dikutip dari telaah yang dilakukan oleh Ust Ammi Nur Ba’its dalam At Tauhid edisi VII/16 yang dilansir Muslim.or.id (21/4/2011), disebutkan terdapat beberapa riwayat, baik dari kalangan sahabat maupun tabi’in, tentang definisi istilah: “rabbani”. Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib radliallahu ‘anhu, beliau mendefinisikan “rabbani” sebagai berikut: Generasi yang memberikan santapan rohani bagi manusia dengan ilmu (hikmah) dan mendidik mereka atas dasar ilmu. Sementara Ibnu Abbas radliallahu ‘anhuma dan Ibnu Zubair mengatakan: Rabbaniyun adalah orang yang berilmu dan mengajarkan ilmunya.

Qatadah dan Atha’ mengatakan: Rabbaniyun adalah para fuqaha’, ulama, pemilik hikmah (ilmu).

Imam Abu Ubaid menyatakan, bahwa beliau mendengar seorang ulama yang banyak mentelaah kitab-kitab, menjelaskan istilah rabbani: Rabbani adalah para ulama yang memahami hukum halal dan haram dan menegakkan amar ma’ruf nahi munkar.

Semoga kita, para santri dan segenap pemangku amanah Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok menjadi generasi rabbani, atau setidaknya berada dalam barisan terselamatkan tersebut. Aamiiin. (ybh/hio)

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts

Leave a Reply