Seminar Parenting Abah Zain, Ajak Merenungi Makna “Bermain Dunia Anak”

 0
Seminar Parenting Abah Zain, Ajak Merenungi Makna “Bermain Dunia Anak”by Yacong B Halikeon.Seminar Parenting Abah Zain, Ajak Merenungi Makna “Bermain Dunia Anak”WALI MURID memadati ruangan acara Seminar Parenting yang diselenggarakan oleh TK Yaa Bunayya Hidayatullah Depok bekerjama dengan Komite pada hari Sabtu (13/10/2018). Acara ini digelar di Aula Utama Gedung SD Integral Hidayatullah Depok. Ternyata tak hanya wali murid TK Yaa Bunayya. Seminar ini juga diikuti tidak sedikit oleh walimurid SD dan SMP lingukungan pendidikan Hidayatullah […]

This slideshow requires JavaScript.

WALI MURID memadati ruangan acara Seminar Parenting yang diselenggarakan oleh TK Yaa Bunayya Hidayatullah Depok bekerjama dengan Komite pada hari Sabtu (13/10/2018). Acara ini digelar di Aula Utama Gedung SD Integral Hidayatullah Depok.

Ternyata tak hanya wali murid TK Yaa Bunayya. Seminar ini juga diikuti tidak sedikit oleh walimurid SD dan SMP lingukungan pendidikan Hidayatullah Depok. Acara ini menghadirkan narasumber yaitu KH Drs Zainuddin Musaddad, yang dikenal sebagai praktisi parenting.

Dalam pemaparannya, pemateri yang karib disapa dengan panggilan Abah Zain ini menekankan pentingnya pendidikan Al Qur’an bagi anak-anak sejak usia dini.

Abah Zain mengingatkan, dunia anak memang dunia bermain. Namun bukan berarti selama masa usia dini sebelum masuk SD tersebut sepenuhnya merupakan permainan.

Sebetulnya, kata dia, bermain adalah dunia anak merupakan paradigma yan kurang tetap. Sebab jika dipahami demikian tanpa mengeksplorasinya maka khawatirnya anak akan tumbuh menjadi liar.
Dalam hal ini, kata Abah Zain, guru guru TK di sekolah terlebih lagi orangtua harus mampu menerjemahkan secera substantif tentang apa yang disebut dengan “permainan” itu.

Dengan demikian, peran profesionalisme guru dalam pendidikan khususnya di masa pendidikan anak usia dini (PAUD) seperti TK akan menentukan anak-anak kita tumbuh menuju generasi emas. Setiap murid apalagi di usia dini mengharapkan sosok guru pendidik yang memperhatikan dan mengerti dunia mereka sebagai anak-anak.

Harus dipahami bahwa dunia anak-anak memang merupakan dunia bermain. Karena itu cara terbaik mendidik anak harus juga dengan cara bermain. Bukan dengan cara kekerasan seperti membentak.

Guru atau orangtua harus dapat mendidik anak dengan melibatkan peran serta aktif anak, baik secara fisik, psikologis, maupun keduanya sekaligus. Karena itu setiap orangtua atau guru harus juga menjadi seorang pendongeng, penyanyi, bahkan pesulap sebab anak selain bertumbuh secara fisik, dia juga berkembang secara psikologis, kreatif dan suka meniru.

Yang tak kalah penting, Abah Zain menekankan urgensi peran orangtua dalam kependidikan atau di masa-masa “permainan” anak tersebut. Karena itu orangtua bahkan jangan mengabaikan komunikasi verbal walaupun anak mungkin belum paham apa yang orangtua utarakan.

“Anak boleh jadi tidak bisa mengikuti apa yang kita katakan. Tapi anak tidak pernah gagal meniru apa yang kita lakukan,” pesan beliau.

Dalam pada itu, sejatinya setiap anak mengalami perkembangan tumbuh kembang mengikuti fase fase tertentu, anak kecil membutuhkan permainan guna melatih kemampuan berfikir dan menghayati kehidupan.

Bermian bagi anak merupakan satu kebutuhan. Maka didiklah mereka dengan beragam permainan tanpa melupakan pentingnya menyertai masa-masa tersebut dengan nilai-nilai keagungan Al Qur’an. (ybh/hio)

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts

Leave a Reply