Rapat Kerja Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok Teguhkan Kiprah Pendidikan dan Gerakan Nawafil

 0
Rapat Kerja Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok Teguhkan Kiprah Pendidikan dan Gerakan Nawafilby Yacong B Halikeon.Rapat Kerja Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok Teguhkan Kiprah Pendidikan dan Gerakan NawafilAlhamdulillah, telah selesai dilaksanakan Rapat Kerja Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok tahun anggaran 2019 yang digelar selama tiga hari di di Villa & Hotel Aries Biru, Cisarua, Bogor, Jawa barat, Jum’at-Ahad (20-23/12/2018). Kegiatan berjalan dengan baik dan lancar. Semoga apa yang telah dihasilkan dapat dilaksanakan dan bermanfaat untuk lembaga dan umat. Diantara yang menjadi pembahasan […]

This slideshow requires JavaScript.

Alhamdulillah, telah selesai dilaksanakan Rapat Kerja Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok tahun anggaran 2019 yang digelar selama tiga hari di di Villa & Hotel Aries Biru, Cisarua, Bogor, Jawa barat, Jum’at-Ahad (20-23/12/2018). Kegiatan berjalan dengan baik dan lancar. Semoga apa yang telah dihasilkan dapat dilaksanakan dan bermanfaat untuk lembaga dan umat.

Diantara yang menjadi pembahasan adalah peningkatan kualitas mutu pendidikan serta pemantapan layanan dakwah guna memanifestasikan muatan-muatan utama yang direkomendasikan dalam acara Silaturrahim Nasional Hidayatullah yang digelar pada bulan November lalu di Balikpapan.

Yang tak kalah penting adalah upaya peneguhan nilai-nilai kelembagaan yakni Gerakan Nawafil Hidayatullah yang musti menjadi perhatian segenap pengurus, pendidik, kader, jamaah dan simpatisan Hidayatullah.

Seperti diketahui, ormas Hidayatullah meluncurkan gerakan nasional yang disebut Gerakan Nawawil Hidayatullah (GNH). Program nasional yang disebut juga sebagai Piagam Gunung Tembak itu disampaikan oleh Ketua Umum DPP Hidayatullah, Ustaz Nashirul Haq pada penutupan Silaturahmi Nasional (Silatnas) Hidayatullah, Ahad (25/11) .

Adapun poin Gerakan Nawafil Hidayatullah mencakup enam hal, yakni setiap kader Hidayatullah wajib memakmurkan masjid dengan cara shalat fardhu berjamaah dan shalat sunnah Rawatib; membaca kitab suci Alquran setiap hari minimal satu juz; rutin mendirikan shalat malam; membaca wirid pagi dan petang; dan dakwah fardiyah setiap hari Sabtu atau hari lain sepekan sekali.

Tidak kalah pentingnya, berinfak setiap hari. “Meskipun hanya Rp 1.000 atau Rp 2.000 per hari, yang penting konsisten. Para kader Hidayatullah harus membiasakan diri berinfak setiap hari,” ujar Nashirul pada acara penutupan Silatnas Hidayatullah di Masjid Agung Ar Riyadh Hidayatullah, Gunung Tembak, Balikpapan, Ahad (25/11).

Alumnus Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia, itu menyebutkan bahwa pelaksanaan atau realisasi dari semua poin yang menjadi komitmen seluruh kader Hidayatullah itu sebenarnya mudah, namun yang berat adalah konsistensi atau istiqomahnya. “Mari kita membangun komitmen untuk bersama-sama mewujudkan komitmen itu,” tuturnya.

Ia meminta kepada jamaah Hidayatullah untuk membiasakan dan menyiasati amalan Nawafil tersebut. “Misalnya dalam membaca Alqur’an satu juz satu hari, bisa mempergunakan kesempatan sebelum dan sesudah shalat fardhu hingga mampu menyelesaikan satu juz sehari,” ucapnya.

Nashirul mengungkapkan, sebelum diluncurkan secara nasional, GNH sudah dilaksanakan terlebih dahulu oleh jajaran pengurus DPP Hidayatullah sejak Syawal 1439 H (sekitar lima bulan lalu). “Setelah itu, baru kami luncurkan secara nasional untuk dilaksanakan oleh seluruh kader Hidayatullah,” ujarnya.

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts

Leave a Reply