Usai Liburan, Anak-anak Pintar SD Integral Hidayatullah Ikuti Kegiatan Reorientasi

 0
Usai Liburan, Anak-anak Pintar SD Integral Hidayatullah Ikuti Kegiatan Reorientasiby Yacong B Halikeon.Usai Liburan, Anak-anak Pintar SD Integral Hidayatullah Ikuti Kegiatan ReorientasiUSAI menjalani liburan panjang sekolah yang bertepatan dengan libur Natal dan tahun baru, murid murid pintar Pintar SD Integral Hidayatullah Depok menjalani kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan reorientasi ini merupakan agenda rutin yang dilakukan oleh siswa setiap awal semester yang pada kali ini digelar selama 3 hari mulai tanggal 2 sampai dengan 4 […]

USAI menjalani liburan panjang sekolah yang bertepatan dengan libur Natal dan tahun baru, murid murid pintar Pintar SD Integral Hidayatullah Depok menjalani kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Kegiatan reorientasi ini merupakan agenda rutin yang dilakukan oleh siswa setiap awal semester yang pada kali ini digelar selama 3 hari mulai tanggal 2 sampai dengan 4 Januar 2019.

Adapun tujuan MPLS diadakan untuk mengenalkan linkungan dan budaya sekolah pada murid. MPLS diselenggarakan dalam 2 kategori yaitu kelas bawah (kelas 1-3) dan kelas atas (kelas 4-6).

Pembiayaan pelasanaan MPLS dibiayai oleh sekolah dimana dalam kegiatan ini Wali kelas mengenalkan lingkungan sekolah pada murid, Wali kelas dan guru kelas mengenalkan budaya sekolah, wali kelas dan guru kelas mengenalkan SOP yang berlaku di sekolah dan mengenalkan tata tertib dan aturan- aturan yang berlaku di sekolah.

MPLS sendiri penting untuk menjaga ritme belajar anak-anak peserta didik agar tetap terjaga dengan baik.

Semua orang suka liburan, apalagi libur panjang. Namun, ada satu hal yang paling tidak menyenangkan dari liburan. Ya, saat liburan harus berakhir. Bawaannya pun jadi murung dan uring-uringan. Andai bisa memutar waktu, tentu Anda ingin sekali kembali ke masa liburan dan memperpanjangnya?

Jika Anda atau anak-anak merasa kaget, murung, bahkan depresi setelah liburan, bisa jadi Anda terkena sindrom post holiday blues. Yaitu kondisi emosional yang dirasakan setelah menikmati liburan.
Yang menjadi penyebab anak-anak merasa murung bisa jadi karena dua hal, yaitu merasa liburannya sangat menyenangkan atau hanya ingin ada di masa liburan daripada kembali bekerja.

Sindrom ini mirip dengan seasonal affective disorder (SAD), yaitu gangguan emosional yang terjadi pada waktu-waktu tertentu, sama halnya dengan sindrom setelah menikah yang merasa ‘kaget’ saat euforia pernikahan berakhir. Maka, tak heran banyak dari Anda yang merasakan murung atau depresi setelah liburan.

Dikutip dari The New Daily, menurut Dr. Melissa Weinberg, seorang psikolog dari San Fransisco, saat kita atau anak-anak mengalami liburan yang menyenangkan, sebenarnya itu hanyalah ilusi yang dibuat oleh otak. Seburuk apapun pengalaman liburan Anda atau anak-anak Anda, otak hanya akan merekam bagian yang Anda nikmati ketimbang pengalaman buruk.

Entah anak-anak atau Anda menikmati atau tidak masa liburan Anda, otak Anda akan tetap menerima bahwa liburan sudah Anda lewati.
Pasalnya, otak dirancang untuk merekam berbagai kegiatan yang dilakukan secara konsisten, seperti kebiasaan bekerja yang sehari-hari Anda lakukan. Termasuk saat berlibur, kondisi emosional Anda akan terbiasa untuk menikmati istirahat.

Karena itu, MPLS diharapkan dapat mengembalikan normalitas keadaan anak-anak dan membantu para orangtua mengondisikan psikologi mereka yang mungkin mengalami suasana yang pada awalnya tiba tiba bagi mereka sedikit berbeda.

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts

Leave a Reply