Halaqah Jama’i Pekanan Dorong Lakukan Pembiasaan dalam Amal Kebaikan

 0
Halaqah Jama’i Pekanan Dorong Lakukan Pembiasaan dalam Amal Kebaikanby Yacong B Halikeon.Halaqah Jama’i Pekanan Dorong Lakukan Pembiasaan dalam Amal KebaikanSETIAP HARI JUM’AT, digelar kegiatan halaqah jama’i SMP Integral Hidayatullah Depok yang materinya seputar penguatan visi, motivasi dan evaluasi bersama pekanan. Kali ini kegiatan dipandu oleh Wakil Kepala Sekolah (Waka) Bagian Kurikulum SMP Integral Hidayatullah Depok, Ust La Ilman, S.HI, MM. Ustadz La Ilman dalam kesempatan itu berpesan kepada anak-anaknya untuk selalu berusaha maksimal melakukan […]

SETIAP HARI JUM’AT, digelar kegiatan halaqah jama’i SMP Integral Hidayatullah Depok yang materinya seputar penguatan visi, motivasi dan evaluasi bersama pekanan.

Kali ini kegiatan dipandu oleh Wakil Kepala Sekolah (Waka) Bagian Kurikulum SMP Integral Hidayatullah Depok, Ust La Ilman, S.HI, MM.

Ustadz La Ilman dalam kesempatan itu berpesan kepada anak-anaknya untuk selalu berusaha maksimal melakukan kebaikan demi kebaikan. Insya Allah, kata dia, jika kita terbiasa melakukan kebaikan amal akan menjadi kebiasaan.

Bagi santri atau seorang murid. kebaikan bermacam-macam bentuknya. Diantaranya misalnya, bangun tepat waktu, ke masjid tepat waktu, belajar tepat waktu, dan semua teratur dalam ritme yang terpola dengan baik.

Untuk sukses mencapai cita-cita, kuncinya adalah kedisiplinan. Yaitu, bagaimana mengondisikan diri dalam ketekunan dan keuletan. Semua harus dijalani dengan sungguh-sungguh.

Saking pentingnya kedisiplinan, Allah SWT di dalam firman-Nya Surah Al Ashr, bersumpah dengan atas nama waktu. Artinya, waktu itu teramat penting. Jangan melaluinya tanpa kebaikan dalam rangka menguatkan keimanan dan sabar dalam setiap prosesnya. Merugilah orang-orang yang melalaikan waktu.

Bersungguh-sungguh bukan berarti tidak ada waktu bermain. Justru dengan sungguh-sungguh itulah, semua aktifitas kebaikan dilakoni seolah bermain karena dijalani dengan riang dan gembira. Bukan karena ada peraturan atau karena paksaan. Itulah pembiasaan (habituation).

Menanamkan nilai-nilai utama tentang adab dan pembangunan karakter sejak dini memang harus terus dilakukan. Tidak saja di ruang kelas, namun di semua kesempatan menginternalisasi spirit kejuangan sebagai seorang muslim.

Dengan pembiasan pengembangan karakter positif semacam itu, kita berharap akan lahir kder-kader ulama putra terbaik bangsa yang akan meneruskan warisan para pendahulu negeri ini untuk terus menyebarkan Islam sebagai rahmat untuk alam semesta.

Dengan demikian, cita cita dari konsep pendidikan Islam berbasis Tauhid akan terwujud. Yakni lahirnya generasi yang beriman, berilmu, serta beramal shaleh untuk kemaslahatan baik untuk agama, umat, bangsa, negara tercinta bahkan dunia. Aaamiin.

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts

Leave a Reply