Santri SMP Hidayatullah Depok Ikuti Latihan Dasar Hidroponik

 0
Santri SMP Hidayatullah Depok Ikuti Latihan Dasar Hidroponikby Yacong B Halikeon.Santri SMP Hidayatullah Depok Ikuti Latihan Dasar HidroponikSedikitnya 30 santri SMP Integral Hidayatullah Depok mengikuti program pendidikan dan pelatihan (diklat) pengelolaan kebun Hidroponik yang menghadirkan instruktur dari Tim Hidroponik Laznas Baitul Maal Hidayatullah (Lazbas BMH), Jum’at, 18 Okt 2019. Kepala Sekolah SMP Integral Hidayatullah Depok Ust Muhammad Ishak, mengatakan pelatihan dasar hidroponik bertujuan untuk menumbuhkan jiwa entrepreneurship santri. “Harapannya supaya santri selain […]

Sedikitnya 30 santri SMP Integral Hidayatullah Depok mengikuti program pendidikan dan pelatihan (diklat) pengelolaan kebun Hidroponik yang menghadirkan instruktur dari Tim Hidroponik Laznas Baitul Maal Hidayatullah (Lazbas BMH), Jum’at, 18 Okt 2019.

Kepala Sekolah SMP Integral Hidayatullah Depok Ust Muhammad Ishak, mengatakan pelatihan dasar hidroponik bertujuan untuk menumbuhkan jiwa entrepreneurship santri.

“Harapannya supaya santri selain mempunyai kemanpuan ilmu keagamaan atau dasar Ulumuddin dan tahfidz bagaimana santri juga memiliki kemampuan wirausaha (life skill) merupkan salah satu tujuan SMP Integral Hidayatullah. Supaya santri bisa memenuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri pada saatnya,” kata Ust Ishak.

Dia menerangkan, pelatihan ini dalam rangka menumbuhkan kesadaran pentingnya berdikari serta mengenalkan dunia usaha di bidang pertanian (agribisnis) dan perkebunan (agroindustri) sejak dini.

Selain itu, kata beliau, berkebun juga termasuk aktivitas fisik yang sangat baik untuk mengasah kemampuan motorik anak.

Saat berkebun yang areanya outdoor, anak banyak terlibat dalam kegiatan yang melibatkan otot dan koordinasi tubuhnya. Menggali tanah dengan sekop, menyiram air, dan memindahkan pot merupakan contoh kecil tindakan yang dapat merangsang kemampuan motoriknya.

Anak yang kemampuan motoriknya terus dirangsang akan tumbuh menjadi anak yang aktif. Dengan begitu, sirkulasi darah, pernapasan, dan postur tubuh pun menjadi semakin baik.

Bahkan, jelasnya, aktifitas berkebun ini juga dapat merangsang kemampuan motorik anak juga membantu meningkatkan kreativitas dan kecerdasan anak secara keseluruhan.

Beliau menerangkan, kegiatan pelatihan dan pendidikan ini juga untuk memastikan peserta didik tidak saja menerima asupan ilmu dari ruang kelas dengan beragam peraga perangkat teknologi yang menyertainya. Juga agar anak-anak didiknya terbiasa berinteraksi dengan realitas riil di masyarakat.

“Pertanian saat ini cenderung ditinggalkan oleh generasi muda milenial. Karena itu, kami ingin agar sektor agribisnis juga didalami oleh santri-santri kita. Sehingga kelak mereka tidak saja mahir mengaji tetapi juga cakap bertani, apalagi kita adalah negara agraria dengan segala potensinya,” katanya.

Saat ini kita hidup di era digital di mana komputer dan gawai (gadget) merupakan bagian tidak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sejak usia dini, anak-anak telah terpapar teknologi dan membetuk persepsi mereka tentang dunia yang sangat berbeda dengan generasi sebelumnya. Teklonogi juga mempengaruhi mereka dalam merencanakan masa depan termasuk karier.

Anak muda di Indonesia bahkan di dunia saat ini kurang memiliki ketertarikan untuk bekerja di bidang pertanian.

Meskipun kegiatan pertanian menjadi kontributor utama bagi negara ini, bidang pertanian menjadi kurang menarik dibandingkan bekerja di tengah perkotaan karena adanya kesan bahwa menjadi petani bukanlah pekerjaan yang bergengsi.

“Semoga kegiatan ini kelak melahirkan para wirausahawan yang menghidupkan pertanian,” katanya.

Pada kesempatan tersebut pihaknya menyampaikan terimakasih dan apresiasi yang tinggi kepada pihak Laznas BMH yang telah memberikan pendidikan dan pelatihan secara gratis ini. (ANDI)

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts

Leave a Reply