Kepengasuhan SMP INTEGRAL HIDAYATULLAH PUTRI DEPOK tercatat sebagai anggota dari KOMPARASI

 0
Kepengasuhan SMP INTEGRAL HIDAYATULLAH PUTRI DEPOK tercatat sebagai anggota dari KOMPARASIby Administratoron.Kepengasuhan SMP INTEGRAL HIDAYATULLAH PUTRI DEPOK tercatat sebagai anggota dari KOMPARASIRabu, 29 Januari 2020, alhamdulillah kami, para guru dan pengasuh dapat mengikuti silaturahim bulanan Komunitas Pengasuh Asrama se-Indonesia (KOMPARASI). Silaturahim kali ini bertempat di aula masjid Al-Insan, Dompet Dhuafa Pendidikan. Menjadi agenda rutin bulanan, silaturahim ini selalu diisi dengan pembekalan kepengasuhan, seminar, ataupun training dengan mendatangkan pakar-pakar pendidikan dan parenting. Ketua Komparasi dan juga pengasuh […]

Rabu, 29 Januari 2020, alhamdulillah kami, para guru dan pengasuh dapat mengikuti silaturahim bulanan Komunitas Pengasuh Asrama se-Indonesia (KOMPARASI). Silaturahim kali ini bertempat di aula masjid Al-Insan, Dompet Dhuafa Pendidikan. Menjadi agenda rutin bulanan, silaturahim ini selalu diisi dengan pembekalan kepengasuhan, seminar, ataupun training dengan mendatangkan pakar-pakar pendidikan dan parenting.

Ketua Komparasi dan juga pengasuh sekolah SMART Ekselensia , bapak Hodam Wijaya pada sambutannya menyampaikan bahwa niat dari silaturahim bulanan ini adalah untuk membangun soliditas dan menambah wawasan kepengasuhan.

Pada silaturahim kali ini, pemerhati pendidikan dan juga penulis buku “Fitrah Based Education” bapak Harry Santosa berkenan memberikan pada lebih dari 50 peserta silaturahim tentang bagaimana mengembalikan fitrah orang tua dan anak untuk menemukan misi hidup dan membangun peradaban.

Fokus pada pendidikan anak pre aqil baligh, beliau membuka sessi pertama dengan mengatakan “kesalahan fatal bagi orang tua dan pendidik ketika tidak pernah meluangkan waktu untuk merefleksikan sendiri hakikat, misi, dan visi ideal dikaitkan dengan tujuan penciptaan dan misi kehidupan.”

Akibatnya, ungkap beliau, kita hanya ikut-ikutan, lalu bingung ketika anak-anak kita lulus dari sekolah sebagai pribadi yang kerdil dan tidak tahu tujuan hidup mereka. Kita mampu menciptakan robot-robot berpendidikan tinggi, tapi jauh dari memahami hakikat penciptaan mereka.

Beliau mengungkapkan bahwa banyak pondok pesantren saat ini hanya menjadi “tempat cuci piring”, tarbiyah yang menjadi kewajiban orang tua kepada anak belum dituntaskan, akibatnya, pondok/mahad yang seharusnya sebagai tempat menuntut ilmu dan pencetak kader-kader dakwah yang memiliki ghiroh Islam tinggi, hanya sekadar menunaikan kewajiban sebagai pengasuh anak-anak manja dan pelaksana tuntutan keinginan orang tua wali santri.

Pada kesempatan itu, beliau juga menyinggung tentang hilangnya figur ulama di banyak pondok Islam terpadu di Indonesia, padahal kata beliau, anak-anak didik sangat membutuhkan seorang figur yang tidak hanya menjadi pengajar bagi mereka, tapi juga sebagai murobbi yang menanamkan nilai-nilai Islam sehingga adab yang merupakan buah dari aqidah dapat dinikmati.

Komparasi yang didirikan pada 29 Maret 2009 ini adalah wadah komunikasi dan sharing antar pengasuh asrama dari berbagai boarding school/mahad/pondok pesantren. Wadah untuk berbagi kebaikan antarpengasuh ini bagaikan aliran daya yang memenuhi baterai kosong. Mendapat siraman ilmu dari berbagai sumber menjadikan semangat untuk mendidik bangkit lagi.

Sessi kedua yang diisi dengan tanya jawab adalah waktu untuk mendapatkan pencerahan bagi masalah-masalah yang dihadapi oleh guru dan pengasuh di asrama.

Acara yang dimulai dari pukul 08.00 ini berakhir saat adzan dzuhur berkumandang. InsyaAllah silaturahim komparasi selanjutnya akan diadakan di kota Bandung, tutup MC mengakhiri acara tersebut.

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts

Leave a Reply