Wabah, Pembelajaran Online, dan Spirit Insan Bertauhid

 0
Wabah, Pembelajaran Online, dan Spirit Insan Bertauhidby Administratoron.Wabah, Pembelajaran Online, dan Spirit Insan BertauhidSudah hampir satu bulan lamanya (21 Maret 2020), sejak diterbitkan surat edaran YPPH Depok tentang pemulangan dan pembelajaran murid dan santri agar belajar di rumah, sampai hari ini murid-murid SMP Integral Hidayatullah Putri Depok masih meninggalkan ma’had/pondok/asrama, tempat mereka menuntut ilmu. Tidak hanya ma’had kami yang memulangkan murid/santrinya ke rumah, tapi hampir semua pondok di […]

Sudah hampir satu bulan lamanya (21 Maret 2020), sejak diterbitkan surat edaran YPPH Depok tentang pemulangan dan pembelajaran murid dan santri agar belajar di rumah, sampai hari ini murid-murid SMP Integral Hidayatullah Putri Depok masih meninggalkan ma’had/pondok/asrama, tempat mereka menuntut ilmu.

Tidak hanya ma’had kami yang memulangkan murid/santrinya ke rumah, tapi hampir semua pondok di pulau Jawa melakukan hal yang sama. Sekolah-sekolah, tempat-tempat bimbingan belajar, perkantoran, bahkan tempat-tempat ibadah dikosongkan.

Mungkin baru di masa ini sepanjang sejarah pembelajaran di sekolah, seluruh dunia memberlakukan libur panjang karena wabah penyakit yang menyebar sangat cepat, tidak hanya di tempat asal penyebarannya, tapi ke seluruh dunia.

Tulisan-tulisan tentang pandemi Coronavirus disease (Covid-19) dengan berbagai penafsiran yang dipandang dari berbagai sisi, bertebaran di media sosial. Berita-berita tentang penyebaran dan korban-korban yang meninggal karenanya tak kalah ramai menghiasi media informasi, luring maupun daring.

Social Distancing alias menjaga jarak hubungan sosial diberlakukan demi mencegah tersebarnya virus mematikan ini. Karena alasan mengurangi interaksi sosial inilah, pembelajaran jarak jauh tanpa tatap muka langsung dijadikan alternatif belajar saat pandemi Covid-19, sebagaimana pemberlakuan WFH (Work from Home) bagi para karyawan perkantoran.

Hal ini mendorong anggaran belanja pendidikan banyak tersedot pada paket data, pembelajaran jarak jauh (secara online) dan WFH menjadikan peningkatan penggunaan internet di Indonesia meningkat 40% dibandingkan sebelumnya, sebagaimana dilansir oleh CNN Indonesia.

Online Belajar Online Berpikir

Pembelajaran jarak jauh juga dilakukan oleh SMP Integral Hidayatullah Putri Depok. Meskipunsaat para murid pulang, sekolah telah membekali mereka jadwal dan target-target pembelajaran yang harus mereka capai di rumah masing-masing.

Namun kondisi semakin membaik kala belajar online diterapkan, melalui media aplikasi hubungan jarak jauh, dari yang hanya komunikasi di grup whatsapp, tatap muka melalui aplikasi zoom, teamlink, atau hanya sekadar v-call whatsapp.

Dua pekan perjalanan belajar jarak jauh kami lakukan, kemudian turun surat edaran dari kementerian pendidikan, bahwa UN ditiadakan, penilaian pembelajaran jarak jauh bersifat kualitatif, bukan kuantitatif.

Maka, memasuki pekan ketiga belajar di rumah, dengan tetap mengontrol hapalan mereka secara rutin, kami memberikan proyek yang harus dikerjakan bersama orang tua kepada murid-murid kami. Proyek tersebut berupa karya tulis dengan tema Covid-19 yang mencakup semua mata pelajaran, dari mata pelajaran diniyah dan akademik.

Tujuan dari proyek ini, selain sebagai tugas literasi juga agar murid mencari informasi yang benar tentang wabah, dan yang terpenting, mereka dapat mengambil ibroh/pelajaran dari adanya wabah ini. Makalah yang terintegrasi ini harus berpijak pada ayat 1-2 dari QS. Al-Mulk yang dijadikan sebagai dasar tauhid. Ibarat kata, belajar online, berpikir pun harus online, artinya silakan maksimalkan internet sebagai sarana pendukung meraih kecerdasan yang dibutuhkan.

Kurikulum Berbasis Tauhid

Kurikulum berbasis tauhid merupakan kurikulum unggulan Sekolah Integral Hidayatullah.

Dua ayat yang dijadikan dasar tauhid dari tema makalah tentang Covid-19 tersebut adalah sebagai berikut.

تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (1) الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ (2
“Maha barokah Dzat yang kekuasaan berada di tangan-Nya, dan Dia berkehendak atas segala sesuatu. Dzat yang menciptakan kehidupan dan kematian untuk menguji kalian, siapa di antara kalian yang paling baik amalan/kerjanya.” (Q.S Al-Mulk [67] :1-2).

Kami mengharapkan, makalah sederhana yang mereka tulis memberikan mereka pelajaran penting bahwa apapun yang Allah SWT tetapkan kepada manusia menjadikan mereka orang-orang yang lulus ujian dengan predikat hamba yang paling baik amalannya.

Proyek ini adalah tugas baru bagi murid/santri kami, karena sekolah kami adalah sekolah baru yang juga baru memiliki satu kelas. Penulisan makalah, walaupun dalam struktur penulisan yang sederhana adalah sesuatu yang sulit bagi sebagian besar murid/santri kelas VII.

Karenanya, kami membagi mereka dalam beberapa kelompok dengan satu pendamping di setiap kelompoknya.

Semoga ikhtiar kami sebagai guru dan pendidik memberikan jejak yang tidak terhapus dalam hati-hati mereka, semoga mereka juga mendapatkan pengalaman belajar yang berharga dalam pengerjaan proyek ini bersama orang tua mereka.

Sebab, hal yang paling penting untuk melangkah ke depan adalah tidak melupakan peristiwa yang benar-benar bersejarah. Wabah Covid-19 ini adalah pelajaran agung dari Allah yang harus ditangkap makna, maksud, dan pelajaran yang terkandung di dalamnya, baik yang tersirat, maupun tersurat.

Mengapa Korea Selatan sangat sigap dan dapat menekan angka penyebaran, ternyata mereka mencatat, mendokumentasikan bagaimana cara mengatasi wabah-wabah yang terjadi sebelumnya. Kemudian menerapkannya sebagai sebuah pendekatan awal. Dan, ternyata hasilnya cukup efektif. Mengapa tidak kita melakukan hal kecil ini yang siapa tahu kelak akan bermanfaat besar bagi peradaban manusia. Allahu a’lam.*

Oleh: Sarah Zakiyah (Kepala Sekolah SMP Integral Hidayatullah Putri Depok)

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts

Leave a Reply