Perjuangan F Menunaikan Amanah

 0
Perjuangan F Menunaikan Amanahby Administratoron.Perjuangan F Menunaikan AmanahOleh: Sarah Zakiyah Pembelajaran jarak jauh yang dilakukan oleh murid-murid SMP Integral Hidayatullah Putri yang berlangsung sejak akhir Maret lalu tidak menghilangkan kebiasaan yang telah terbangun dengan baik di ma’had. Tentu sebuah kebahagiaan bagi kami, para pendidik, sebab amanah ilmu melekat kuat dalam karakter mereka. Salah satu kebiasaan itu adalah program juziyyah setiap bulan, atau […]

Oleh: Sarah Zakiyah

Pembelajaran jarak jauh yang dilakukan oleh murid-murid SMP Integral Hidayatullah Putri yang berlangsung sejak akhir Maret lalu tidak menghilangkan kebiasaan yang telah terbangun dengan baik di ma’had.

Tentu sebuah kebahagiaan bagi kami, para pendidik, sebab amanah ilmu melekat kuat dalam karakter mereka.

Salah satu kebiasaan itu adalah program juziyyah setiap bulan, atau setoran hapalan satu juz sekali duduk bagi murid yang telah menyelesaikan satu juz hapalannya.

“Alhamdulillah, selama masa pembelajaran jarak jauh ini, kami telah melaksanakan 2 penjadwalan juziyyah yang diikuti oleh 15 murid dengan ragam juz yang mereka selesaikan,” ungkap Ustadzah Hapseni menyiratkan kesyukuran.

Program ini tetap dapat dilaksanakan karena pendampingan hapalan dalam halaqoh-halaqoh Al-Quran juga tetap dilaksanakan. Walaupun tidak saling tatap muka, para santri tetap saling berlomba dalam menyelesaikan target hapalan mereka.

Rintangan

Dari 15 murid tersebut, ada satu suasana yang membuat guru dan teman-temannya terharu, dan yang lebih penting, hal itu menjadi motivasi untuk murid-murid lainnya. Adalah seorang murid yang berinisial F, pulang ke rumah orang tuanya di Bengkulu. Jadwal juziyyah telah dibagikan dan setiap murid yang terjadwal harus menyetorkan hapalannya melalui V-Call Whatsapp.

Waktu untuk F tiba, namun lewat 10 menit dari jadwal, F belum dapat dihubungi. Dua nomor telepon yang digunakan untuk berkomunikasi tidak menjawab. Guru yang bertugas mendengarkan hapalannya tetap setia menunggu jawaban. Tiba-tiba sebuah chat masuk dan menyatakan mohon maaf, karena masih di jalan menuju tempat yang lebih tinggi.

Guru yang bertugas belum memahami alasan permohonan maaf tersebut, sampai F menjelaskan bahwa dia dengan diantar oleh ibunya, harus ke tempat yang lebih tinggi untuk mendapatkan koneksi internet agar dapat melakukan v-call. Sebuah kebun sawit tempat kerja ayahnya menjadi pilihan mereka.
Jadilah F melaksanakan juziyyah di tengah hamparan rumput di dekat perkebunan sawit. Tak terasa, air mata haru guru yang melihat keadaan dan suasana juziyyah tersebut mengalir deras diiringi lantunan doa kebaikan untuk F dan ibunya.

Sebuah foto hasil screenshot yang dibagikan oleh guru tersebut akhirnya menuai doa dan simpati untuk F, menjadi motivasi dan contoh akhlak baik yang harus ditiru oleh teman-temannya.

“Ternyata dunia internet bagi sebagian masyarakat harus dicari dengan penuh perjuangan. Subhanallah,” ungkap Ustadzah Hapseni.

Nilai sebuah Wafa

F telah mengajarkan kepada kita, terutama guru dan teman-temannya akan nilai wafa, yang berarti menjaga dan menuanaikan amanah, sebagaimana pandemi covid-19 yang menjadi ujian dunia telah membuka mata manusia untuk mengetahui siapa pemimpin yang memiliki nilai wafa dan siapa yang tidak. Siapa yang ikhlas dalam penunaian amanahnya dan siapa yang mencari muka demi langgengnya jabatan yang ia duduki.

F bisa saja tidak melakukan usaha untuk menjawab chat yang mengingatkannya untuk juziyyah, bisa saja dia memberikan alasan dengan mengatakan tidak mendapatkan koneksi internet karena sinyal yang lemah untuk menghidari kewajibannya menyetorkan hapalannya, tapi F tidak melakukannya. Justru dia berusaha agar dia dapat menunaikan kewajibannya dengan baik, walaupun harus menyetorkan hapalannya di tempat yang pasti tidak nyaman.

Inilah pelajaran besar dari hal kecil yang harus ditanamkan dan dirawat dalam jiwa anak-anak dan murid-murid kita. Agar mereka sadar bahwa amanah adalah beban berat yang membutuhkan usaha keras dan maksimal untuk ditunaikan.

Amanah adalah tanggung jawab yang penunaiannya tidak saja dinilai oleh manusia, tapi dihitung cermat oleh malaikat, dan diberi balasan kebaikan yang berlipat oleh Allah SWT.

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk menunaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kalian menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kalian menetapkannya dengan adil. Sungguh Allah sebaik-baik Yang memberi pengajaran, sungguh Allah Maha Mendengar, Maha melihat.” (QS. An-Nisa [4]: 58).

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts

Leave a Reply