Latihan Manasik Kenalkan Ibadah Haji Sejak Usia Dini

 0
Latihan Manasik Kenalkan Ibadah Haji Sejak Usia Diniby Redaksi Hidayatullahdepok.orgon.Latihan Manasik Kenalkan Ibadah Haji Sejak Usia DiniSEDIKITNYA 400 siswa Taman Kanak-kanak (TK) se Kota Kota Depok, mengikuti latihan Manasik Haji sebagai bagian dari memperkenalkan pelajaran Ibadah Haji. Lengkap dengan pakaian Ihram, anak-anak TK se Kota Depok dan Cibinong, Bogor, pada Kamis (10/10/2014) lalu mengikuti latihan Manasik Haji, sebagai bagian untuk belajar dan sekaligus memperkenalkan Ibadah Haji dengan segala kelengkapan tahapan-tahapannya. Mulai dari […]
Jamaah dari Jepang sedang mendapat arahan dari pimpinan rombongan

Jamaah dari Jepang sedang mendapat arahan dari pimpinan rombongan

Agak susah memang mengatur anak-anak, tapi disitulah asyiknya. Nikmati saja, bu.

Agak susah memang mengatur anak-anak, tapi disitulah asyiknya. Nikmati saja, bu.

Acara ini juga dipadati oleh pendamping atau orangtua murid

Acara ini juga dipadati oleh pendamping atau orangtua murid

Tampak guru dan murid relatif kompak sebelum difoto

Tampak guru dan murid relatif kompak sebelum difoto

Berfoto bersama usai "berhaji"

Berfoto bersama usai “berhaji”

Kepala Sekolah Yaa Bunayya Hidayatullah Depok, Ibu Ruspayanti

Kepala Sekolah Yaa Bunayya Hidayatullah Depok, Ibu Ruspayanti

SEDIKITNYA 400 siswa Taman Kanak-kanak (TK) se Kota Kota Depok, mengikuti latihan Manasik Haji sebagai bagian dari memperkenalkan pelajaran Ibadah Haji.

Lengkap dengan pakaian Ihram, anak-anak TK se Kota Depok dan Cibinong, Bogor, pada Kamis (10/10/2014) lalu mengikuti latihan Manasik Haji, sebagai bagian untuk belajar dan sekaligus memperkenalkan Ibadah Haji dengan segala kelengkapan tahapan-tahapannya.

Mulai dari pembagian kelompok terbang (kloter) karena Ibadah Haji memang tidak hanya dijalankan umat muslim di Indonesia saja, tetapi juga diikuti ribuan umat muslim lainnya dari berbagai negara lain di dunia. Kloter-kloter itu kemudian ditandai dengan bendera dari masing-masing negara.

Tidak hanya melengkapi diri dengan mengenakan pakaian Ihram, peserta latihan Manasik Haji yang digelar di kompleks Pesantren Hidayatullah Kota Depok, Jawa Barat, ini juga diajak mengenal tahapan-tahapan pelaksanaan Ibadah Haji.

“Memang sengaja kegiatan ini digelar bertepatan dengan momentum hari Raya Qurban untuk memahamkan kepada anak-anak agar memahami makna haji dan hari raya Qurban sedari dini,” kata ketua panitia penyelenggara yang juga Kepala Sekolah TKA Yaa Bunayya Hidayatullah Depok, Ruspayanti.

Ruspayani menerangkan, selain selain bertemu dengan sahabat-sahabat dan suasana baru pembelajaran outdoor, anak-anak juga diperkenalkan dengan tahapan-tahapan dalam Ibadah Haji. Mulai dari Sa’i (lari kecil), Tawaf (mengelilingi Ka’bah), melempar Jumrah (melempar batu), membayar Dam (memotong hewan kurban) hingga memotong rambut bagi laki-laki dilakukan bocah-bocah tersebut. Bahkan mereka juga diperkenalkan dengan Kloter.

Dan untuk memberikan kesan atau gambaran visual bagaimana Ibadah Haji dijalankan, di lokasi latihan Manasik Haji, dilengkapi berbagai replika.

Diantaranya replika Kabah, gurun pasir, serta pedagang kambing untuk visualisasi membayar Dam. Dengan demikian, diharapkan anak-anak memiliki bayangan bagaimana Ibadah Haji itu dijalankan.

Ketua Departemen Pendidikan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok (DP2HD), Iwan Ruswanda, S.Ag, dalam kesempatan memberikan sambutan dan membuka acara tersebut, mengemukakan pendidikan agama bagi anak-anak usia dini seperti penyelenggaraan haji adalah merupakan tahap edukasi yang sangat baik.

Selain mereka bertemu dengan teman teman baru, para peserta manasik TKA TPA ini juga akan mengalami sendiri bagaimana suasana haji di Baitullah. Sehingga tuntunan dan pendampingan bagi anak-anak usia ini harus tetap terperhatikan agar anak-anak bisa memahami betul hikmah ibadah haji, demikian kata Iwan.

Tak lupa pada kesempatan yang dihadiri juga oleh orangtua wali siswa tersebut, Iwan Ruswanda, menyampaikan kegiatan dan amal-amal usaha Pesantren Hidayatullah Depok yang kini menyelenggarakan pendidikan mulai dari tingkat Baby House, Paud, TK, hingga perguruan tinggi dan ma’had Aly.

“Pesantren Hidayatullah Depok adalah kampus terpadu yang di dalamnya kita ingin membangun miniatur peradaban Islam dengan mewajibkan kepada semua warganya shalat berjamaah di masjid dan menjunjung tinggi ukhuwah islamiyah dan berahlak mulia,” kata Iwan.

Iwan Ruswanda yang merupakan pakar pendidikan di DP2HD Pesantren Hidayatullah Depok ini menerangkan bahwa Pesantren Hidayatullah mengusung dan akan terus mengembangkan pendidikan berbasis Tauhid yang selama ini menjadi mainsteram pendidikan di Hidayatullah. Dia juga mengaku bersyukur karena semangat tersebur mulai diadopsi oleh lembaga pendidikan lainnya. (ybh/hio)

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts

Leave a Reply