Inilah Para Juara MEF 2014 Hidayatullah Depok

 0
Inilah Para Juara MEF 2014 Hidayatullah Depokby Redaksi Hidayatullahdepok.orgon.Inilah Para Juara MEF 2014 Hidayatullah DepokMUHARRAM EDUCATION FAIR 2014 atau disingkat MEF telah usai digelar. Helatan akbar yang terselenggara atas kerjasama unsur pendidikan dan Yayasan Pesantren Hidayatullah Depok ini berjalan dengan sukses. Bahkan praktisi pendidikan mengharapkan MEF menjadi agenda nasional yang perlu mendapat dukungan semua pihak terlebih pemerintah. Selain menyisakan pengalaman yang tak terlupakan khususnya bagi peserta lomba dan kreasi seni […]
Futsal adalah salah satu cabang lomba yang dipertandingkan pada Muharram Education Fair (MEF) 2014 lalu / dok

Futsal adalah salah satu cabang lomba yang dipertandingkan pada Muharram Education Fair (MEF) 2014 lalu / dok

MUHARRAM EDUCATION FAIR 2014 atau disingkat MEF telah usai digelar. Helatan akbar yang terselenggara atas kerjasama unsur pendidikan dan Yayasan Pesantren Hidayatullah Depok ini berjalan dengan sukses. Bahkan praktisi pendidikan mengharapkan MEF menjadi agenda nasional yang perlu mendapat dukungan semua pihak terlebih pemerintah.

Selain menyisakan pengalaman yang tak terlupakan khususnya bagi peserta lomba dan kreasi seni dan akademis, acara ini juga menobatkan beberapa nama dari lembaga pendidikan Hidayatullah Depok yang sukses menggondol gelar juara.

Dari catatan yang didapatkan redaksi, ada sebanyak 8 orang peserta dari Pesantren Hidayatullah Depok yang berhasil meraih predikat terbaik dengan sukses menduduki mulai dari juara 3 hingga yang paling bergengi yaitu juara 1.

Pada lomba pidato ilmiah bahasa Arab tingkat SMP, Hafidz Munawwar berhasil menyabet posisi ke-3. Anak murah senyum yang duduk di bangku kelas III SMP ini harus puas di posisi tersebut dengan lawan tanding yang memang juga cukup kompetitif.

Sementara pada lomba pidato ilmiah Bahasa Inggris tingkat SMP, posisi juara 1 dan juara 2 masing-masing disabet oleh Zakky Zaidan dan Abdul Baasith. Keduanya adalah siswa SMP Al Qalam Hidayatullah Depok.

Adapun kompetisi bahasa Inggris untuk tingkat SMA, anak-anak MAHID alias Madrasah Aliyah Hidayatullah Depok sukses membawa pulang semua medali juara 1, 2, dan 3. Juara 1 adalah Ajib Wicaksono, juara 2 Ahmad Sarifin, dan juara 3 Syahidin Thoha.

Sebetulnya kemampuan verbal dan body language Ajib Wicaksono bersaing keras dengan kemampuan vokal Ahmad Sarifin. Hanya saja Wicaksono memiliki kemampuan olah verbal yang benar-benar british. Sementara Syahidin agaknya merasa cukup puas di posisi ke-3, meski ketiganya sebenarnya memiliki kemampuan yang relatif seirama.

Pada cabang lomba pembuatan menara Pionering berupa bangunan yang tebuat dari tali dan tongkat dengan dasar tali temali pada pramuka, SD Hidayatullah bersaing ketat dengan SMP Madani yang rata memiliki keahlian dan kecakapan yang tinggi.

Pada akhirnya juri memutuskan SMP Madani berhak membawah pulang medali emas karena sukses merebuta juara 1 pembuatan pionering. SD Hidayatullah harus puasa berada di posisi kedua dengan poin 567 dari dewan juri.

Selain lomba-lomba tersebut, murid dari Hidayatullah Depok juga mengikuti kompetisi seni lainya seperti tata cara baca tartil Qur’an dan hafalan. Anak-anak dari SD Hidayatullah Depok berhasil masuk urutan 5 besar. Adapun lomba ketangkasan seperti futsal, anak-anak SMP Hidayatullah Depok hanya bisa bersaing hingga 16 besar, begitupun dengan tim dari SD Hidayatullah Depok.

Sekretaris Yayasan Hidayatullah Depok, Ustadz Lalu Mabrul, mengatakan lomba-lomba yang diikuti para peserta didik adalah dalam rangka untuk menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat. Diharapkan dari situ akan melahirkan etos belajar yang semakin meningkat guna menyosong lahirnya pribadi yang ulet, disiplin, dan kompetitif.

“Kompetisi seperti ini penting sebagai stimulasi bagi mereka agar ghirah dan kompetensinya semakin terasah dan bertumbuh menjadi lebih baik,” katanya.

Karenanya, kalah dan menang adalah hal biasa dalam sebuah kompetisi. Beliau mengingatkan, bahwa kemenangan dan kesuksesan yang diraih tidak membuat diri kita sombong dan puas. Justru sebaliknya, prestasi yang berhasil dicapai harus mampu menjadi pemicu untuk terus berkarya demi untuk kebaikan diri dan umat.

Kekalahan pun bukan sebuah hal yang perlu dijauhi. Beliau menegaskan, kekalahan atau kegagalan yang kita alami sesungguhnya bukanlah petunjuk bahwa semua telah berakhir sehingga tidak ada lagi harapan. Ustadz Mabrul menasihatkan, kegagalan jangan sampai menjadi pemutus semangat untuk terus berusaha.

“Boleh jadi Anda gagal atau tidak juara hari ini, tapi besok Anda adalah pemenang. Tapi ingat, kemenangan hanya bisa didapatkan dengan kesungguhan, optimisme, dan kerja keras. Untuk itu teruslah berlatih, teruslah belajar,” pesannya.

Beliau menambahkan, selama nyawa masih terkandung badan, maka seorang Muslim harus selalu menempatkan dirinya sebagai pemenang. Sebab, jelasnya, pemenang bukan saja mereka yang sukses menumbangkan lawannya di arena pertandingan. Atau yang mampu mengalahkan lawannya dalam sebuah kompetisi akademik. Tapi pemenang sejati adalah orang yang bermanfaat kapan dan di mana pun dia berada.

“Itulah pemenang sesugguhnya. Dia berbuat baik semata-mata karena Allah. Mau ada manusia yang memuji prestasinya atau tidak, dia tetap berkarya dan terus menjadi pembelajar,” pungkasnya. (agd/ksl)

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts

Leave a Reply