Kunjungan Edukasi SDI Hidayatullah ke Taman Bunga

 0
Kunjungan Edukasi SDI Hidayatullah ke Taman Bungaby Redaksi Hidayatullahdepok.orgon.Kunjungan Edukasi SDI Hidayatullah ke Taman BungaALHAMDULILLAH, pelaksanaan Kunjungan Edukatif (Kunjed) semester I SDI Hidayatullah Depok ke Taman Bunga Nusantara, Cipanas, Kota Bogor, berjalan lancar. Kunjed ini dilaksanakan pada hari Kamis, 20 November 2014 lalu. Salah seorang guru pendamping SDI Hidayatullah dalam kunjed ini, Ibu Neny Setiawati, dalam statusnya yang cukup panjang di Facebook miliknya, menceritakan keseruan yang berlangsung selama kegiatan […]

ALHAMDULILLAH, pelaksanaan Kunjungan Edukatif (Kunjed) semester I SDI Hidayatullah Depok ke Taman Bunga Nusantara, Cipanas, Kota Bogor, berjalan lancar. Kunjed ini dilaksanakan pada hari Kamis, 20 November 2014 lalu.

Salah seorang guru pendamping SDI Hidayatullah dalam kunjed ini, Ibu Neny Setiawati, dalam statusnya yang cukup panjang di Facebook miliknya, menceritakan keseruan yang berlangsung selama kegiatan ini.

“Disertai (juga) perasaan cemas dan khawatir karena pelaksanaannya sudah memasuki musim penghujan,” tulis Neny dalam akun Facebooknya. Ibu guru yang sangat aktif ini memang punya bakat dan kemampuan menulis meski belum serius digelutinya.

Redaksi di bawah ini mengutip tulisan Neny Setiawati tentang kisah perjalanan kunjed rombongan SDI Hidayatullah Depok ke Taman Bunga, Cipanas, dengan beberapa penyaduran yang disesuaikan. Berikut penurutan Neny sebagaimana dimuat di laman Facebook miliknya:

========

ATAS izin Allah, saat pelaksanaan kunjed ini, cuaca dalam keadaan cerah. Kunjed kali ini dipadukan dengan game dan simulasi Jejak Rasul. Memanfaatkan situasi dan kondisi Taman Bunga Nusantara yang indah dan luas, panitia membuat pos-pos sesuai perjalanan Rasulullah.

Sebelumnya didahului cuci mata melihat pemandnagan alam dengan perjalanan mengelilingi Taman Bunga dengan mobil wara-wiri. Ananda dikenalkan area Taman Bunga Cipanas yang dibimbing oleh Ustadz Sulung dan Ustadza Mumus.

Kunjungan Edukasi SD Hidayatullah Depok ke Taman Bunga Bogor

Selanjutnya, ananda sholat dan makan. Sebelum memulai jejak rasulnya, panitia membriefing siswa kelas 6 dan sebagian kecil dari kelas 5 untuk sebagai ketua kelompok. Ketua kelompok bertanggung jawab terhadap anggotanya selama perjalanan out bound.

Pos I: Pra Rasul
Pos ini dijaga oleh Ustadzah Sarah Zakiyah, Ustadzah Mahmudah, dan Ustadzah Fatimah. Ananda kemudian diberikan halang rintang dan merayap dengan keadaan kaki terikat. Hal ini dimaksudkan untuk meresapkan hikmah kepada ananda bahwa betapa sulitnya perjalanan Rasulullah Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam menuju Gua Hira untuk bertahannuts.Kunjungan Edukasi SD Hidayatullah Depok ke Taman Bunga Bogor 5

Medan yang ditempuh oleh Rasulullah untuk bertahannuts memang tidaklah ringan karena mendaki dan berjalan kaki menanjak ke atas. Apalagi ketika jazirah Arab masih berupa padang tandus berbatu.

Tahannuts sendiri berarti menyendiri, menyepi, ke suatu tempat yang sunyi, atau oleh Nabi adalah sebuah pengkondisian diri dari keramaian untuk berkontemplasi dalam rangka mendapatkan pencerahan. Dari bertahannuts inilah kemudian Nabi mendapatkan petunjuk kenabiannya untuk mendakwahkan Islam.

Pos II: Gua Hira/ Iqra
Di pos ini, ananda diceritakan bagaimana sejarah Rasul menerima wahyu pertama. Dan, di pos ini mereka membaca surat Al Alaq ayat 1-5. Di pos ini cukup dijaga 2 ustadzah yaitu Ustadzah Siti Lathifah dan Ustadzah Marina Saputri.Kunjungan Edukasi SD Hidayatullah Depok ke Taman Bunga Bogor 12

Pada pos ke-2 ini, ananda mendapatkan materi pendalaman tentang surah yang pertama kali turun kepada Nabi, kandungan-kandungannya, serta hikmahnya untuk segenap manusia.

Pos III: Isra’ dan Miraj
Idealnya sih, di pos ke-3 ini anak-anak bermain flying fox. Permainan ini untuk menanamkan kesan dan merasakan bagaimana cepatnya Rasulullah mendapat perintah sholat serta mengeksplorasi hikmah tentang kekuasaan Allah yang memperjalankan Nabi dengan kemahabesaran-Nya.

Sayangnga, berhubung karena tidak ada areal untuk game jenis ini dan juga tak ada peralatannya, maka ananda dialihkan ke media yang relatif serupa yaitu memminta mereka naik ke atas menara pandang. Di atas menara mereka melihat alam luas dan Kemudian mereka turun kembali dan melaksanakan perintah sholat.Kunjungan Edukasi SD Hidayatullah Depok ke Taman Bunga Bogor 11

Pos ini dijaga oleh Ustadzah Rusminah, Ustadza Rif’atin, Ustadza Vicka alias Suroyya Illiyan Az Zuhda, Ustadzah Dina Mutia Nurasiah, dan Ustadzah Fauziah Utsman bersamaMaryam kecilnya.

Pos IV: Hijrah
Pos ini ananda bermain membawa telur dengan pipa sebagai tanda penyelamatan generasi dan akhirnya mereka dipersaudarakan. Pos ini dijaga oleh Ustadzah Yuli, Ustadzah Elli, dan Ustadzah Wida.

Pada fase ini anak-anak akan menyelami perikehidupan Nabi dan para sahabatnya dalam mendakwahkan Islam, yang di sana sarat dengan nilai-nilai heroisme atau kejuangan, persaudaraan, kekompakan, kebersamaan, dan ketaatan kepada Allah Ta’ala.Kunjungan Edukasi SD Hidayatullah Depok ke Taman Bunga Bogor 4

Diterangkan pula bahwasanya hijrah di zaman Nabi adalah momentum persatuan, kecintaan, dan juga simbol kemenangan yang di sana juga ditelaah tentang keinginan yang kuat untuk terus berdakwah kapan dan di mana pun berada.Kunjungan Edukasi SD Hidayatullah Depok ke Taman Bunga Bogor 10

Pos V: Perang Badar
Pada pos selanjutnya ini, anak-anak bermain mengalahkan orang kafir Quraisy dengan cara mengambil tulisan jumlah kafir Quraisy yang mereka ambil dengan berbagai rintangan. Di sini tim pendamping digawangi oleh Ustadzah Zola Mola Esy Syamsi alias Zahratun Nadhah yang hari itu sebenarnya sedang demam dan Bunda Muthi Rizal.

Pada pos ini anak-anak kembali diantar menapaktilasi perjalanan dakwah dan sejarah Islam di awal-awal kehadirannya ke seantero Saudi. Di sini ditanamkan spirit kepahlawanan kepada anak-anak dengan napak tilas sosok Nabi dan sahabat-sahabat. Bahwa setiap generasi muda seperti mereka di zaman seperti saat inii harus selalu berjuang dengan cara rajin belajar, taat beribadah, dan sayang kepada orangtua.

Pos VI: Perang Uhud
Pos ini boleh dikatakan pos paling disenangi karena anak-anak turun gunung dan mengambil ghonimah berupa snack. Tampak heboh dan menggelikan melihat para “tentara Islam” tersebut langsung terkapar saat mengambil ghonimah karena mendapatkan tembakan air dari “musuh”. Tapi yang pasti namanya juga permainan, snak tetap dipegang erat di tangan.Kunjungan Edukasi SD Hidayatullah Depok ke Taman Bunga Bogor 8

Di pos ini digawangi oleh bapak-bapak diantaranya Ustadz Triyono, Ustadz Tugiman alias Iman, Ustadz Iwan, Ustadz Maulana, Ustadz Supriyadi, Ustadz Azzam, dan Ustadz Arbani.

Di pos ini, anak-anak tampak senang sekali berguling-guling di tanah dengan kemiringan 45 derajat. Walhasil, baju mereka kotor. Meski berkotor-kotor, keceriaan anak-anak selalu tersungging pada senyum dan tawa keras mereka yang mekar membahana.

Pos VII: Fathul Mekkah
Idealnya, di pos terakhir ini terdapat miniatur Ka’bah dan ditempeli balon-balon dan figur berhala-berhala zaman sekarang seperti tokoh-tokoh fiksi dalam film kartun yang umumnya tidak mendidik. Mereka harus berhasil memecahkan balon sebagai bentuk menghancurkan berhala.

Pos ini dijaga ketat oleh Ustadzah Nur Iryani dan Ustadza Ferlisa. Tetapi karena keterbatasan alat peraga akhirnya di pos ini ananda diceritakan tentang Fathul Mekkah yang heroik itu. Di pos ini anak-anak mendapatkan pengayaan materi tentang penaklukkan Makkah dengan penuh kedamaian ini.Kunjungan Edukasi SD Hidayatullah Depok ke Taman Bunga Bogor 3

Hikmah yang disampaikan kepada anak-anak adalah pentingnya kesabaran. Tidak boleh memaksakan kehendak, mereka juga didorong untuk mencontoh semangat Fathul Makkah dengan merepresentasikannya di zaman sekarang yakni kerelaan untuk berkorban terhadap orang lain yang membutuhkan, menyayangi yang muda, menghormati yang tua. Serta membangun adab Islami.Kunjungan Edukasi SD Hidayatullah Depok ke Taman Bunga Bogor 7

Akhirnya rangkaian kunjed ini selesai sampai Ashar dan dilanjutkan bersih-bersih dan kemas-kemas diri serta sesi foto bersama. Seharusnya ada waktu bermain di area permainan, tapi, waktu sudah terlalu sore. Kemudian pulang ke Depok dengan rombongan sebanyak 6 bus eksekutif dan sampai larut malam.

Alhamdulillah, ‘alaa kulli haal. Syukron untuk Ustadz dan Ustadzah. Juga kakak-kakak mahasiswa pengabdian STIE Hidayatullah; Kak Pargo, Kak Ghofur dan Kak Sayyidina Ali, yang telah membantu mensukseskan acara kunjed plus out bound Jejak Rasul ini.

Syukron ummi Yuyu, yang selalu mengawal perjalanan game ini. Semoga amalan antum dapat menambah berat timbangan di Yaumil Akhir. (ybh/hio)

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts

Leave a Reply