Hidayatullah Depok Gelar Seleksi Penerimaan Murid Baru Secara Serentak

 0
Hidayatullah Depok Gelar Seleksi Penerimaan Murid Baru Secara Serentakby Yacong B Halikeon.Hidayatullah Depok Gelar Seleksi Penerimaan Murid Baru Secara SerentakDALAM rangka penguatan standarisasi dan sentralisasi sistem pendidikan yang terintegrasi, Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok mengggelar sistem seleksi penerimaan murid baru tahun akademik 2017-2018 secara serentak. Kegiatan ini dilakukan secara intensif sehari penuh pada hari Sabtu 28 Januari 2017 di lingkungan Kampus Hidayatullah Depok yang dipantau dan digawangi langsung oleh segenap staf pendidikan yang […]

DALAM rangka penguatan standarisasi dan sentralisasi sistem pendidikan yang terintegrasi, Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok mengggelar sistem seleksi penerimaan murid baru tahun akademik 2017-2018 secara serentak.

Kegiatan ini dilakukan secara intensif sehari penuh pada hari Sabtu 28 Januari 2017 di lingkungan Kampus Hidayatullah Depok yang dipantau dan digawangi langsung oleh segenap staf pendidikan yang ada.

Dalam kegiatan seleksi tersebut dimulai dari jenjang Dekolah Dasar (SD) Hidayatullah Depok, Sekolah Tingkat Menengah Pertama (SMP) dan tingkat menengah atas MA Hidayatullah DEPOK (MAHID).

Semangat dari sistem tersebut berangkat dari komitmen untuk menegakkan pola kependidikan yang inklusif dan integratif. Keterpaduan keduanya tentu saja menjadi sangat penting.

Pendidikan terpadu adalah sekolah yang memberikan kesempatan kepada peserta didik berkebutuhan khusus untuk mengikuti pendidikan di sekolah reguler tanpa adanya perlakuan khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan individual anak.
Sekolah tetap menggunakan kurikulum, sarana prasarana, tenaga pendidik dan kependidikan, serta sistem pembelajaran reguler untuk semua peserta didik. Jika ada peserta didik tertentu mengalami kesulitan dalam mengikuti pendidikan, maka konsekuensinya peserta didik itu sendiri yang harus menyesuaikan dengan sistem yang dituntut di sekolah reguler.

Dengan kata lain pendidikan terpadu menuntut anak yang harus menyesuaikan dengan sistem yang dipersyaratkan sekolah reguler. Kelemahan dari pendidikan melalui sekolah terpadu ini antara lain, anak berkebutuhan khusus tidak mendapatkan pelayanan sesuai dengan kebutuhan individual anak. Sedangkan keuntungannya adalah anak berkebutuhan khusus dapat bergaul di lingkungan sosial yang luas dan wajar.

Pendidikan integral akan menopang Sistem pendidikan inklusi tersebut yang dilandasi oleh semangat penyelenggaraan program pendidikan terpadu bermula dengan keluarnya surat keputusan Mendikbud No.002/U/1986 tanggal 4 Januari 1986 tentang program pendidikan terpadu bagi anak cacat.

Keputusan itu disusul dengan surat edaran Dirjen Dikdasmen No.6718/C/I/89 tanggal 15 Juli 1989 tentang perluasan kesempatan belajar bagi anak berkelainan di sekolah umum. Kemudian SK Mendikbud No.0491/U/1992 mempertegas tentang pendidikan bagi anak berkelainan yang diselenggarakan bersama-sama dengan anak normal di jalur pendidikan sekolah.

Karena itu, melalui program pendidikan terpadu ini para peserta didik dimungkinkan untuk saling menyesuaikan diri, saling belajar tentang sikap, perilaku dan ketrampilan, saling berimitasi dan mengidentifikasi, menghilangkan sifat menyendiri, menimbulkan sikap saling percaya, meningkatkan motivasi untuk belajar dan meningkatkan harkat serta harga diri.

Selain surat keputusan yang telah diuraikan di atas, juga ada surat Direktur Pendidikan Dasar No.0267/C2/U/1994 tanggal 30 Maret 1994 tentang penyelenggaraan pendidikan terpadu yang diberlakukan bagi beberapa jenis kecacatan akan tetapi memiliki kemampuan inteligensi normal atau di atas rata-rata. (ybh/hio)

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts

Leave a Reply