slot gacor
slot gacor
slot gacor
slot gacor
slot gacor
slot gacor
slot gacor
YPPH Depok

Serunya Hidup Berjamaah di Pesantren, Penuh Cerita dan Kebersamaan

 Oleh Regia 

Depok — Hidup berjamaah di pesantren menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi para santri. Meski pada awalnya tidak semua orang langsung merasa nyaman, namun seiring waktu, kehidupan pesantren justru menghadirkan banyak cerita seru, pelajaran berharga, dan kenangan yang membekas. 

Bagi santri yang baru pertama kali menginjakkan kaki di pesantren, rasa galau dan gelisah kerap muncul. Lingkungan baru, aturan yang berbeda, serta kebiasaan hidup bersama dalam satu asrama menuntut proses adaptasi. Belum lagi keusilan teman-teman yang kadang membuat suasana semakin riuh. Namun, dengan membuka diri dan belajar menyesuaikan keadaan, para santri perlahan mulai merasakan indahnya hidup berjamaah. 

Keberagaman latar belakang santri menjadi warna tersendiri dalam kehidupan pesantren. Perbedaan karakter, kebiasaan, hingga bahasa daerah justru menjadi sarana pembelajaran sosial yang berharga. Ketika ada teman yang menggunakan bahasa daerah yang belum dipahami, santri lain tidak segan untuk bertanya dan belajar. Dari situlah tumbuh sikap saling menghargai sekaligus memperkaya wawasan budaya. 

Hidup berjamaah juga mengajarkan santri untuk berbagi dalam berbagai hal. Mulai dari berbagi kamar mandi, bergiliran mencuci dan menyetrika pakaian, hingga berbagi makanan yang dimiliki. Kebersamaan ini perlahan menumbuhkan rasa empati, kepedulian, dan kebiasaan saling membantu antarsantri. 

Tak jarang, keusilan ringan di antara santri justru menjadi bumbu keakraban. Salah satu santri mengenang kejadian lucu saat sedang mandi.
 “Pernah waktu itu saya sedang mandi, ada teman yang menirukan suara kuntilanak sambil mengetuk pintu kamar mandi. Saya langsung berteriak ketakutan, dikira ada setan sungguhan,” tuturnya sambil tertawa mengingat pengalaman tersebut. 

Melalui kehidupan berjamaah di pesantren, santri tidak hanya belajar ilmu agama dan akademik, tetapi juga belajar mengelola waktu, menyesuaikan diri dengan perbedaan, serta membangun kebersamaan. Nilai-nilai inilah yang menjadi bekal penting bagi santri dalam menjalani kehidupan bermasyarakat di masa depan.