Kajian Ramadhan Hidayatullah Depok: Bangun Identitas Muslim Remaja di Tengah Budaya Viral
Depok – Pondok Pesantren Hidayatullah Depok kembali menggelar Kajian Ramadhan di Kampus Utama, Sabtu (21/2/2026) ba’da Subuh. Bertempat di Masjid Ummul Quraa, kegiatan ini mengangkat tema “Membangun Identitas Muslim Remaja di Tengah Budaya Viral.”
Kajian menghadirkan Ust. Suharsono sebagai pemateri dan diikuti oleh seluruh santri, guru, serta civitas pesantren yang antusias menyimak materi sejak pukul 05.20 WIB hingga selesai.
Puasa dan Penguatan Perspektif Qur’ani
Dalam pemaparannya, Ust. Suharsono menekankan pentingnya membangun sudut pandang berdasarkan Al-Qur’an, terutama di era derasnya arus informasi dan budaya viral.
“Sudut pandang yang dikembangkan oleh Al-Qur’an itu akan bisa masuk kalau pikiran rasional kita diredakan dengan cara berpuasa. Jangan sampai pikiran kita masuk dalam materialisme. Kalau itu kendor, maka intervensi wahyu akan kuat ke dalam hati kita, sehingga kita tidak bias dalam menafsirkan ayat,” ungkapnya.
Menurutnya, puasa bukan sekadar ibadah fisik, tetapi juga proses penjernihan cara berpikir agar wahyu dapat membimbing hati dan akal secara seimbang.
Budaya Viral dan Krisis Standar Kebenaran
Dalam kajian tersebut, Ust. Suharsono juga mengingatkan bahaya menjadikan viralitas sebagai ukuran kebenaran.
“Kalau kita mau melihat jagat viral menjadi acuan kebenaran maka itu problematik. Kebenaran yang tidak pernah disampaikan akan menjadi sesuatu yang asing. Ketika sesuatu yang asing muncul maka itu dianggap sebagai sebuah kesalahan. Sebaliknya, kesalahan yang disampaikan berulang-ulang maka itu akan dianggap menjadi sebuah kebenaran,” imbuhnya.
Pernyataan ini menjadi refleksi penting bagi generasi muda agar tidak terjebak dalam arus opini publik yang belum tentu sejalan dengan nilai Islam.
Respon Positif dari Santri
Kajian Ramadhan ini mendapat respon positif dari para peserta. Vano, salah satu santri MA Hidayatullah, mengaku materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi saat ini.
“Materi yang disampaikan sangat bagus, analisisnya tajam dan sangat relate dengan kondisi saat ini,” tuturnya.
Ia menilai kajian tersebut membuka wawasan tentang pentingnya membangun identitas Muslim yang kokoh di tengah tantangan media sosial dan budaya populer.
Komitmen Pesantren dalam Pembinaan Generasi
Melalui Kajian Ramadhan ini, Pondok Pesantren Hidayatullah Depok menunjukkan komitmennya dalam membina generasi muda agar memiliki identitas keislaman yang kuat, berlandaskan nilai Al-Qur’an, serta mampu bersikap kritis terhadap budaya viral yang berkembang di era digital.
Kajian ini menjadi momentum reflektif untuk memperkuat karakter Muslim remaja agar tidak mudah terombang-ambing oleh arus informasi, tetapi tetap berpijak pada nilai iman dan kebenaran wahyu.