greenberggrossllp.com

YPPH Depok

Kemenag Apresiasi Lingkungan Hidayatullah Depok: “ Sejalan Ecoteologi Kemenag, Tempat Aman, Nyaman, dan Asri untuk Generasi Masa Depan”

Depok — Lingkungan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok mendapat apresiasi dari jajaran Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok atas kondisi kawasan pesantren yang luas, hijau, dan asri. Dengan lahan sekitar 4,2 hektare, kawasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan pembinaan umat, tetapi juga menghadirkan ruang belajar yang nyaman bagi para peserta didik.

Apresiasi tersebut disampaikan H. Hasan Basri, S.Ag., M.Pd., selaku Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenag Kota Depok, saat menghadiri kegiatan di Pondok Pesantren Hidayatullah Depok. Beliau menilai kondisi lingkungan pesantren yang asri memiliki relevansi dengan arah kebijakan Kementerian Agama yang kini mendorong penguatan ekoteologi sebagai salah satu program prioritas.

Kementerian Agama secara resmi menempatkan ekoteologi sebagai salah satu Program Prioritas Menteri Agama 2025–2029. Dalam pengembangannya, ekoteologi menekankan harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan, dengan kesadaran bahwa menjaga lingkungan juga merupakan bagian dari tanggung jawab spiritual.

Lingkungan Asri Jadi Bagian dari Pendidikan

H. Hasan Basri mengungkapkan bahwa lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan hijau bukan sekadar persoalan estetika, tetapi dapat memberikan pengaruh positif terhadap proses belajar peserta didik.

“Ini sesuai dengan program Bapak Menteri Agama RI yaitu ekoteologi. Tentunya tempat yang aman, nyaman, dan asri ini menjadi salah satu tujuan utama. Tempat yang nyaman untuk anak-anak kita, tempat yang aman bagi peserta didik untuk menimba ilmu pengetahuan. Mudah-mudahan dengan lingkungan yang seperti ini anak-anak akan lebih fokus dan lebih konsentrasi dalam menerima pelajaran yang disampaikan oleh para guru, ustaz maupun kiai,” ungkap beliau.

Menurutnya, suasana lingkungan yang hijau dan nyaman dapat menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang mendukung konsentrasi sekaligus kesehatan mental peserta didik. Pesantren tidak hanya membutuhkan ruang kelas yang baik, tetapi juga lingkungan yang mampu memberikan rasa aman dan nyaman selama proses pendidikan berlangsung.

Ekoteologi: Menjaga Alam sebagai Bagian dari Tanggung Jawab Keagamaan

Konsep ekoteologi yang tengah diperkuat Kemenag mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan kesadaran ekologis. Dalam gagasan yang disampaikan Menteri Agama, ekoteologi diarahkan untuk membangun harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan. Kemenag juga mengembangkan gagasan Trilogi Kerukunan Jilid II, yang memperluas perhatian pada kerukunan antarmanusia, manusia dengan alam, serta manusia dengan Tuhan.

Dengan perspektif tersebut, lingkungan pesantren yang dirawat dengan baik dapat menjadi bagian dari pendidikan itu sendiri. Peserta didik tidak hanya belajar menjaga kebersihan dan penghijauan sebagai kebiasaan, tetapi juga memahami bahwa merawat alam merupakan bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di bumi.

Kementerian Agama bahkan menempatkan ekoteologi sebagai salah satu agenda strategis untuk mendorong kesadaran dan partisipasi umat beragama dalam merawat serta melestarikan lingkungan.

Pesantren sebagai Ruang Belajar yang Hidup

Kawasan Hidayatullah Depok yang membentang sekitar 4,2 hektare menjadi ruang yang memungkinkan berbagai aktivitas pendidikan, pembinaan, ibadah, dan interaksi sosial berlangsung dalam lingkungan yang relatif luas dan hijau.

Bagi Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, keberadaan lingkungan yang asri menjadi bagian dari ikhtiar menciptakan suasana pendidikan yang mendukung perkembangan peserta didik secara menyeluruh. Ruang hijau, masjid, area belajar, serta berbagai fasilitas pendidikan berada dalam satu ekosistem yang memungkinkan santri mendapatkan pengalaman belajar yang lebih utuh.

Lingkungan seperti ini juga relevan dengan semangat pendidikan integral berbasis tauhid yang menempatkan pendidikan bukan hanya sebagai proses transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter, adab, dan kesadaran spiritual.

Dari Lingkungan, Menumbuhkan Kesadaran dan Keteladanan

Apresiasi dari Kemenag Kota Depok menjadi momentum bagi Hidayatullah Depok untuk terus menjaga lingkungan pesantren sebagai bagian dari aset pendidikan sekaligus amanah yang harus dirawat bersama.

Lebih jauh, pesantren dapat menjadi contoh bahwa pendidikan, nilai keagamaan, dan kepedulian lingkungan dapat berjalan beriringan. Ketika peserta didik dibiasakan hidup di lingkungan yang bersih, hijau, tertata, dan nyaman, mereka sekaligus belajar tentang tanggung jawab, kedisiplinan, kepedulian, dan rasa syukur atas ciptaan Allah SWT.

Ekoteologi pada akhirnya bukan hanya wacana tentang lingkungan, tetapi ajakan untuk menghadirkan nilai agama dalam tindakan nyata. Dalam konteks pesantren, hal tersebut dapat dimulai dari hal-hal sederhana: menjaga kebersihan, merawat tanaman, mengelola lingkungan dengan baik, serta menjadikan alam sebagai ruang pembelajaran dan tafakur.

Dengan lingkungan yang aman, nyaman, dan asri, Pondok Pesantren Hidayatullah Depok terus berupaya menghadirkan ruang pendidikan yang mendukung lahirnya generasi yang tidak hanya berilmu dan berakhlak, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari amanah keagamaan.

Rep: Makhfudz/HD Media
Editor: Tim Humas YPPH Depok