greenberggrossllp.com

YPPH Depok

Perkuat Jati Diri Kader, YPPH Depok Gelar Kajian Kelembagaan Bertema "Internalisasi Manhaj Perjuangan"

Depok – Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah (YPPH) Depok kembali menggelar Kajian Kelembagaan bertajuk "Internalisasi Manhaj Perjuangan" sebagai upaya memperkuat pemahaman dan ruh perjuangan seluruh mitra juang dalam menjalankan amanah pendidikan dan dakwah. Kegiatan yang menghadirkan Dr. Dudung Amadung Abdullah, S.Ag., S.H., M.Ag., M.H., Anggota Pembina YPPH Depok, ini berlangsung pada Jum'at, 31 Juli 2026, bertempat di Masjid Ummul Quraa Pondok Pesantren Hidayatullah Depok.

Kajian diikuti sekitar 250 peserta yang terdiri dari para guru, karyawan, pengurus yayasan, serta seluruh mitra juang di lingkungan Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok. Suasana berlangsung khidmat, hangat, dan penuh antusias. Seluruh peserta mengikuti materi dengan antusias sebagai bagian dari pembinaan rutin dalam memperkuat visi perjuangan dan budaya organisasi Hidayatullah.

Menguatkan Manhaj Perjuangan untuk Membangun Peradaban Islam

Dalam sambutannya, Sekretaris Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Ust. Saihul Islam, M.Si., menegaskan bahwa kajian kelembagaan menjadi bagian penting dalam menjaga semangat perjuangan seluruh mitra juang agar tetap sejalan dengan visi dan misi Hidayatullah.

"Kajian kelembagaan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat ruh perjuangan seluruh mitra juang. Melalui kegiatan ini kita terus memperbarui semangat, menyatukan visi dan misi lembaga, serta menguatkan komitmen dalam menjalankan amanah dakwah dan pendidikan demi terwujudnya peradaban Islam yang lebih baik," ungkapnya.

Jati Diri Hidayatullah Harus Terinternalisasi dalam Setiap Kader

Dalam penyampaian materinya, Dr. Dudung Amadung Abdullah menjelaskan bahwa memahami jati diri Hidayatullah merupakan pondasi utama bagi setiap kader dan mitra juang dalam menjalankan amanah di lembaga.

Beliau menegaskan bahwa Hidayatullah merupakan bagian dari Ahlussunnah wal Jama'ah, memiliki sistem kepemimpinan yang jelas melalui Imamah Jama'ah, serta mengusung dakwah yang wasathiyah atau moderat, sehingga mampu menjadi rahmat bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Jati diri Hidayatullah tidak cukup hanya diketahui, tetapi harus benar-benar terinternalisasi dalam diri setiap kader dan mitra juang. Hidayatullah merupakan bagian dari Ahlussunnah wal Jama'ah, memiliki kepemimpinan yang jelas (Imamah Jama'ah), serta membawa dakwah yang wasathiyah sehingga mampu menjadi rahmat bagi masyarakat," jelas beliau.

Beliau juga mengingatkan bahwa Hidayatullah dikenal sebagai al-harakah al-jihadiyah al-Islamiyah, yakni sebuah gerakan dakwah Islam yang aktif membangun umat melalui berbagai program pendidikan, dakwah, sosial, ekonomi, dan pembinaan masyarakat.

Pendidikan dan Halaqah Menjadi Sarana Transformasi Nilai

Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa keberhasilan perjuangan tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dijalankan, tetapi sejauh mana nilai-nilai perjuangan mampu diwariskan kepada setiap kader.

Menurutnya, proses tersebut dilakukan melalui pendidikan yang berkesinambungan, pengajaran, kajian, dan halaqah yang menjadi media utama transformasi nilai.

"Transformasi nilai dilakukan melalui pendidikan, pengajaran, kajian-kajian, dan halaqah. Halaqah bukan sekadar forum belajar, tetapi menjadi media mentransformasikan nilai perjuangan agar terus hidup dalam setiap pribadi kader. Keluarga juga harus menjadi alat peraga jati diri Hidayatullah sehingga nilai-nilai Islam benar-benar tampak dalam kehidupan sehari-hari," tuturnya.

Beliau menambahkan bahwa proses kaderisasi yang baik akan melahirkan pribadi-pribadi yang tidak hanya memahami nilai perjuangan, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Menjadi Teladan dalam Membangun Peradaban

Di akhir penyampaiannya, Dr. Dudung mengajak seluruh mitra juang untuk terus memperkuat komitmen dalam membangun peradaban Islam melalui dakwah yang moderat, pendidikan yang berkualitas, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Beliau juga menjelaskan bahwa instrumen GNH (Great Nature Habit) menjadi salah satu sarana evaluasi diri bagi setiap kader agar senantiasa bertumbuh dalam kualitas ruhiyah, akhlak, dan profesionalisme.

"Hidayatullah harus menjadi model dalam kehidupan bermasyarakat dengan membawa nilai-nilai Islam yang wasathiyah dan penuh hikmah. Melalui berbagai program dakwah, pendidikan, dan pembinaan yang terus berjalan, kita berharap Hidayatullah menjadi tempat yang tepat dalam memperjuangkan tegaknya peradaban Islam. Karena itu, setiap mitra juang perlu terus mengevaluasi dirinya agar senantiasa berkembang menjadi pribadi yang lebih baik," pungkas beliau.

Peserta Merasa Semakin Termotivasi Menjalankan Amanah

Salah satu peserta, Ust. Woniman, mengaku mendapatkan banyak motivasi dari materi yang disampaikan. Menurutnya, kajian seperti ini sangat dibutuhkan agar para mitra juang tetap istiqamah dalam menjalankan amanah.

"Alhamdulillah, kajian ini memberikan banyak motivasi kepada kami untuk terus istiqamah dalam menjalankan amanah. Materinya mengingatkan kami tentang pentingnya menjaga keikhlasan, semangat berjuang, dan konsistensi dalam mengemban tugas. Insya Allah ini menjadi bekal yang sangat bermanfaat bagi kami sebagai mitra juang," ungkapnya.

Melalui Kajian Kelembagaan ini, Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok berharap seluruh mitra juang semakin memahami jati diri Hidayatullah, memperkuat nilai-nilai perjuangan dalam kehidupan sehari-hari, serta terus berkontribusi membangun pendidikan dan dakwah Islam yang rahmatan lil 'alamin menuju terwujudnya peradaban Islam yang unggul.

Rep: Makhfudz/HD Media
Editor: Tim Humas YPPH Depok